Larang Gambar Model Berbadan Besar, Facebook Dapat Protes

Rabu, 25 Mei 2016 18:18 Penulis: Natanael Sepaya
Larang Gambar Model Berbadan Besar, Facebook Dapat Protes
Tess Holliday © instagram.com/tessholliday

Kapanlagi Plus - Baru-baru ini salah satu platform raksasa social media, Facebook, mendapat teguran keras karena melarang sebuah gambar seorang model, Tess Holliday, karena badannya yang berukuran besar. Alasannya juga cukup mengejutkan nih.

Menurut Facebook, gambar Tess yang mengenakan bikini itu dianggap telah menyalahi kebijakan standar kesehatan dan kebugaran mereka. Padahal, foto Tess digunakan untuk merepresentasikan semacam kampanye tentang menjadi perempuan bertubuh besar dan soal feminisme lalu mempromosikannya lewat berbagai platform social media.

Untuk itu sebuah grup asal Australia, Cherchez la Femme, yang aktif dalam mengkampanyekan kesadaran feminisme pada anak muda mencoba menangkap larangan Facebook atas gambar dan pose Tess. Seperti yang dilansir dari Irish Mirror, Jessamy Gleeson selaku salah satu organizer grup ini melayangkan protes pada Facebook.

Ini nih gambar yang bikin Facebook harus berhadapan dengan Cherchez la Femme © facebook.com/cherchezlafemmoIni nih gambar yang bikin Facebook harus berhadapan dengan Cherchez la Femme © facebook.com/cherchezlafemmo

Niat mencari solusi, Facebook malah menjawab kalau gambar tersebut malah mempromosikan bagian tubuh dengan pose yang kurang pantas. Padahal, nyonya Gleeson cuma ingin mengangkat isu agar para perempuan berbadan besar bisa merasa nyaman dengan dirinya lewat foto tersebut.

Sedangkan di sisi lain, Tess Holliday yang hadir untuk acara This Morning baru-baru ini menepis kalau ia mempromosikan obesitas secara tidak langsung. Menurutnya, berat badan tidak menjadi indikator sehat dan menambahkan kalau ia merasa nyaman dengan ukuran badannya.

Kalau dilihat dari sudut pandang grup Jessamy Gleeson, kampanye mereka jelas positif banget dong. Tapi, kalau menurut kamu sendiri bagaimana KLovers? Coba kasih tahu dong pendapat kalian di kolom komentar, siapa tahu bisa dipertimbangkan sama Facebook.

(kpl/ntn)

Editor:

Natanael Sepaya



MORE STORIES




REKOMENDASI