FOTO: Geger! Bangunan Gedung di Jerman Ini Simbol Seks

Senin, 07 September 2015 07:31 Penulis: Lusi Vita
FOTO: Geger! Bangunan Gedung di Jerman Ini Simbol Seks
Ilustrasi Via ©inhabitat

Kapanlagi Plus - Para arsitek masa kini sudah pasti bakal lebih memiliki skill dan ide-ide yang cemerlang. Bagaimana tidak, mereka tumbuh dan berkembang di era canggih dan serba instan. Di mana untuk sekedar mendapat informasi dan inspirasi hanya berbekal ponsel pintar saja.

Akan tetapi, apakah semua kelebihan yang ada di era ini menjamin betul kalau rancangan bangunannya bakal dikagumi dan dipuji banyak orang? Tentu tidak, sebabnya kalau soal selera sudah pasti setiap orang berbeda.

Apalagi nih, sebagian besar dari masyarakat saat ini juga masih memegang norma dan prinsip yang pastinya tidak akan mudah menerima sebuah karya yang di luar batas. Seperti menerima rancangan bangunan yang sempat bikin heboh netizen ini, seperti dilansir melalui Unilad.

Inilah bangunan yang dianggap tabu itu ©UniladInilah bangunan yang dianggap tabu itu ©Unilad

Yap, bangunan yang baru saja direalisasi oleh Atelier Van Lieshout ini memang sempat bikin heboh warga sekaligus netizen. Di mana bangunan yang sebenarnya difungsikan sebagai simbol sebuah festival tahunan untuk anak muda di Jerman ini dinilai terlalu tabu dan menjadi simbol seksualitas.

Bangunan gedung yang cukup tinggi ini diberi nama Domestikator untuk menjadi maskot acara tahunan rutin Ruhrtriennale Festival di Kota Bochum. Acara yang tahun ini bertajuk 'The Good, The Bad And The Ugly' ini juga diharap mampu mewakili karya seni yang dihasilkan para peserta.

Kalau menurut kamu bagaimana? Apakah bangunan ini memang dimaksudkan sebagai simbol seksualitas ©UniladKalau menurut kamu bagaimana? Apakah bangunan ini memang dimaksudkan sebagai simbol seksualitas ©Unilad

Akan tetapi, publik menilai bangunan yang rencananya akan terpajang hingga bulan September tahun 2017 itu malah menimbulkan pro dan kontra. Wah, iya juga sih. Bentuknya saja sudah begitu. Kalau menurutmu bagaimana?

(uni/vit)

Editor:

Lusi Vita



MORE STORIES




REKOMENDASI