Kejam, Wanita Hamil di Pakistan Ini Dibunuh Keluarganya Sendiri!

Rabu, 28 Mei 2014 14:01 Penulis: Arai Amelya
Kejam, Wanita Hamil di Pakistan Ini Dibunuh Keluarganya Sendiri!
foto via Daily Mail


Kapanlagi Plus - Kisah cinta bak Romeo dan Juliet sepertinya sedang terjadi di Lahore, ibukota provinsi Punjab di Pakistan. Mengapa bak Romeo dan Juliet? Karena kisah cinta ini mengenai dua orang yang lebih memilih mati daripada kehilangan cintanya. Itulah yang dialami oleh Farzana Parveen.

Alih-alih hidup bahagia dengan suaminya Mohammad Iqbal, Parveen harus rela meninggalkannya melalui sebuah kematian tragis. Mengapa disebut dengan kematian tragis? Karena nyawa Parveen melayang akibat keluarganya sendiri. Yap, Parveen tewas di tangan keluarganya.

Kamu tentu bertanya-tanya bagaimana bisa keluarganya sendiri membunuh Parveen? Rupanya semua itu diawali setelah Parveen memilih menikahi Iqbal tanpa persetujuan keluarganya. Perseteruan antara keluarga Parveen dan kedua sejoli itu semakin panas sampai di Pengadilan Tinggi Pakistan.

Namun malang bagi Parveen, dia menjadi sasaran pukulan dan pelemparan batu bata oleh keluarganya. Hingga akhirnya Parveen meninggal seperti banyaknya wanita Pakistan lainnya dalam kematian yang disebut 'Pembunuhan Atas Nama Kehormatan. Dilansir berbagai sumber, semoga kisah pilu Parveen ini tidak terulang kembali.

1. Mereka Saling Mencintai

Tidak ada satupun yang berharap untuk meninggal karena dibunuh. Apalagi dibunuh oleh keluarga sendiri yang seharusnya menjadi pelindung dalam kondisi apapun. Namun kisah pilu itu terjadi pada Farzana Parveen. Wanita berusia 25 tahun itu meregang nyawa di tangan anggota keluarganya sendiri. Insiden itu terjadi karena rupanya Parveen lebih memilih menikah dengan Mohammad Iqbal.

Pernikahan Parveen dan Iqbal itu terjadi tanpa persetujuan keluarga besar Parveen. Saat memutuskan menikahi Iqbal, jarak usia antara mereka berdua adalah 20 tahun. Di mana Iqbal sudah berusia 45 tahun dan telah memiliki lima orang anak dari pernikahannya terdahulu.

Pertemuan Iqbal dengan Parveen membuat pria itu kembali lagi bisa merasakan cinta. Apalagi setelah kematian mendiang istrinya, Iqbal menemukan arti cinta dan berniat untuk mempersunting Parveen. Namun sayang keluarga Parveen menolak pernikahan itu terjadi, bahkan Iqbal bercerita jika keluarga Parveen menginginkan uang sebelum mereka menikah. Merasakan cinta begitu besar, Iqbal lalu mengajak Parveen ke Pengadilan Tinggi Pakistan demi mendaftarkan pernikahan tanpa tahu bahwa itu adalah hari nahas untuk Parveen.

2. Keluarga Parveen Tak Terima

Kisah cinta Farzana Parveen dan Mohammad Iqbal memang menjadi begitu rumit. Ketika Parveen memilih menikah dengan Iqbal tanpa persetujuan keluarga besarnya, masalah menjadi makin lebar. Apalagi ketika keluarga Parveen meminta Iqbal memberikan uang sesuai keinginan mereka namun gagal mendapatkannya.

Setelah itu kemudian ayah Parveen melakukan pelaporan ke kepolisian atas penculikan anaknya yang dilakukan oleh Iqbal. Kedua pihak pun memulai pertarungan baru mereka di Pengadilan Tinggi Pakistan. Seakan lebih memilih cintanya, Parveen pun tetap setia bersama Iqbal dan malah akan segera mendaftarkan pernikahan mereka.

3. Dibunuh 20 Anggota Keluarganya

Kejadian nahas yang menimpat Farzana Parveen ini terjadi pada Selasa (27/5) kemarin. Parveen tiba di Pengadilan Tinggi Pakistan bersama sang suami Mohammad Iqbal dan seorang pengacara bernama Mustafa Kharal. Sementara itu anggota keluarga Parveen hadir berjumlah 20 orang termasuk ayah dan saudara laki-lakinya.

Kedua pihak tiba dengan tujuan berbeda. Jika Parveen dan Iqbal ingin meresmikan pernikahan mereka maka keluarga Parveen ingin merebut kembali wanita berusia 25 tahun itu lantaran mereka melaporkan Iqbal atas tudingan penculikan. Ketika Parveen dan Iqbal tiba di gerbang gedung Pengadilan, keluarganya secara tiba-tiba berusaha untuk menarik tubuh Parveen dari Iqbal.

4. Tewas Saat Hamil 3 Bulan

Kondisi saat Parveen dan Iqbal tiba di gedung Pengadilan langsung berubah ricuh. Gagal merebut dan menarik Parveen dan Iqbal, keluarga besar Parveen langsung melakukan tindakan yang lebih mengerikan. Mulai dari ayah sampai saudara laki-lakinya, menyerang Parveen dan Iqbal dengan tongkat serta batu bata di siang hari yang terik itu.

Beberapa saksi mata yang ada di TKP bersaksi jika keluarga Parveen mengambil tongkat dan beberapa batu bata dari sebuah tempat kontruksi bangunan yang tidak jauh dari gedung Pengadilan. Sasaran keluarga itu rupanya memang ditujukan kepada Parveen, diserang secara membabi buta Parveen tidak mampu bertahan. Dia akhirnya tewas di tempat padahal saat itu dalam kondisi hamil tiga bulan.

5. Dianggap Kematian Terhormat

Seperti biasa, kepolisian setempat tiba di TKP sudah telat dan Farzana Parveen sudah tiada. Kepolisian pun segera membawa mayat Parveen ke ambulans dan diteruskan ke rumah sakit. Sang suami, Mohammad Iqbal tampak begitu shock dan terkejut atas kematian wanita yang dia cintai itu. Meskipun begitu dia tetap berjanji untuk memakamkan Parveen dan janin berusia tiga bulan itu secara layak.

Ketika dilakukan pemeriksaan ke kepolisian, ayah Parveen yang jelas-jelas melakukan pembunuhan bersama 20 anggota keluarganya itu mengaku tidak menyesal. "Aku membunuh putriku karena dia telah menghina semua keluarga dengan menikahi seorang pria tanpa persetujuan kami. Aku tidak menyesal melakukan hal itu,"

Kasus yang dialami Parveen ini bahkan mendapat julukan 'Pembunuhan Atas Nama Kehormatan'. Komisi Hak Asasi Manusia di Pakistan melaporkan bahwa ada 869 wanita Pakistan tewas atas dasar kehormatan ini sama seperti yang dialami Parveen.

6. Siapa Yang Salah dan Benar?

Kasus kematian tragis Parveen ini jelas menimbulan pro kontra. Kendati tampaknya sebagian besar warga Pakistan mengecam tragedi ini. Meskipun begitu rupanya 'Pembunuhan Atas Dasar Kehormatan' ini masih terjadi di beberapa kawasan di Pakistan. Di mana mereka lebih memilih membunuh anggota keluarganya yang menikah tanpa izin karena dituding melakukan perzinahan.

Salah satu aktivis HAM di Pakistan, Zia Awan berkomentar bahwa kejadian yang dialami Parveen ini menjadi bukti buruknya kinerja kepolisian di Pakistan dan lemahnya penegakan hukum di sana. Nah, jika kamu boleh berpendapat apakah kamu setuju atau tidak setuju dengan apa yang dilakukan keluarga Parveen?

God Bless You Parveen, R.I.P.

(dai/huf/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI