Protes, Mahasiswi Ini Demo Tanpa Busana di Kampus

Rabu, 06 Mei 2015 16:18 Penulis: Arai Amelya
Protes, Mahasiswi Ini Demo Tanpa Busana di Kampus
Gedung perpustakaan Universitas Texas ©brightfutura

Kapanlagi Plus - Banyak cara dilakukan manusia untuk protes. Mulai dari demo turun ke jalan, membakar ban mobil sampai menutup paksa sebuah bangunan. Hanya saja yang dilakukan Monika Rostvold ini mungkin bisa cukup nekat! Mengapa begitu?

Bayangkan saja, mahasiswi Universitas Texas di Amerika Serikat ini sampai berani melepas seluruh pakaian yang ada di tubuhnya saat di kampus. Tenang, Monika bukannya tidak waras. Hanya saja apa yang dilakukan perempuan berusia 22 tahun ini sebagai bentuk protes mengenai kasus pelecehan seksual kepada perempuan.

Inilah Monika saat tampil tanpa busana ©Daily MailInilah Monika saat tampil tanpa busana ©Daily Mail

Monika melakukan aksi tanpa busana ini pun di lingkungan kampusnya. Saat itu dia berjalan menjauhi gedung perpustakaan kampus dan duduk santai di tengah anak tangga. Perlahan tanpa mempedulikan mahasiswa lain yang lewat, Monika melepas bajunya satu persatu seperti seolah berada di kamar mandi.

Di bawah terik matahari, Monika lalu memasang penutup mata berwarna merah. Dengan kondisi tanpa busana, dia melengkapi aksinya sambil memasang headphone besar mendengarkan musik. Sekitar 45 menit Monika melakukan aksi gila itu. Tak peduli banyaknya orang yang lewat dan menatap keheranan kepada aksi berani atau gilanya tersebut.

Monika aslinya cantik kan? ©Daily MailMonika aslinya cantik kan? ©Daily Mail

"Tubuhku adalah sesuatu yang indah, alami dan itu memang sudah seharusnya. Aku mencoba untuk membuatnya menjadi obyek seks. Aku berpakaian lengkap saat ada di sana, lalu aku duduk di antara anak tangga dan mulai melepas seluruh bajuku. Lalu kututup mataku dan kupasang headphone. Selama 45 menit di sana, aku sangat gugup dan berkeringat. Hatiku berdebar-debar dan aku merasa sangat gila," papar Monika kepada radio kampus KTSW, seperti dilansir Daily Mail.

Dari penuturannya, Monika mengaku bahwa aksi ini dia lakukan sebagai aksi anti penyerangan seksual kepada perempuan. "Aku ingin menciptakan bagian dari seruan itu untuk membuktikan sebuah aksi nyata dalam masyarakat,". Hmm, kalau menurutmu aksi Monika ini sudah benar atau kelewat gila?

(dai/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI