Memahami Arti Konflik dan Faktor Penyebabnya, Ketahui Juga Jenis-Jenisnya

Senin, 04 Juli 2022 17:11 Penulis: Puput Saputro
Memahami Arti Konflik dan Faktor Penyebabnya, Ketahui Juga Jenis-Jenisnya
Ilustrasi (credit: unsplash)


Kapanlagi Plus - Kehidupan bermasyarakat tak selamanya tenang dan damai. Terkadang, situasi konflik terjadi membuat suasana yang semula tenang jadi tegang. Biasanya, konflik terjadi karena adanya gesekan kepentingan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, ataupun kelompok dengan kelompok. Penting untuk tahu arti konflik agar kita bisa lebih menghindarinya.

Walaupun pada dasarnya, konflik adalah situasi sosial yang sangat mungkin terjadi dan hampir tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Namun, dengan memahami arti konflik mengenali jenis-jenis dan faktornya tentu akan bermanfaat. Sebab dengan mengetahui semua itu, kita akan lebih mudah dalam mengatasi dan mencari jalan keluar untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Untuk mengetahui apa arti konflik dan berbagai hal terkaitnya, langsung saja simak ulasan berikut ini. 

 

1. Arti Konflik

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, arti konflik merupakan salah satu situasi sosial di masyarakat. Konflik biasa terjadi karena adanya gesekan karena perbedaan kepentingan. Sementara, pihak-pihak yang berbeda kepentingan tersebut tidak bersedia untuk menurunkan ego.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti konflik adalah percekcokan, perselisihan, pertentangan. Sebagai situasi sosial yang nyata terjadi di masyarakat, konflik kemudian sering kali diadaptasi dalam suatu karya sastra seperti novel, cerpen, ataupun naskah drama.

Oleh karena itu, dalam KBBI konflik juga diartikan sebagai ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama yang timbul karena adanya pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya.

Kembali ke konflik sebagai situasi sosial, Pruitt dan Rubin seorang pakar sosiologi membuat definisi terkait arti konflik. Menurut mereka, konflik merupakan persepsi mengenai perbedaan kepentingan atau kepercayaan yang sepaham. Akibatnya, pihak-pihak yang berkonflik cenderung lebih mementingkan ego dan pemikirannya sendiri.

Sementara itu, menurut sosiolog terkemuka dari Indonesia Soerjono Soekanto, arti konflik adalah suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha untuk memenuhi tujuannya. Untuk mencapai tujuan itu, konflik dilakukan dengan menantang  bahkan menyerang pihak lawan dengan ancaman atau bahkan kekerasan.

 

2. Faktor Penyebab Konflik

Walaupun sudah jadi keniscayaan bahwa manusia hidup bermasyarakat pasti akan berkonflik, ini bukan berarti bahwa konflik adalah hal yang tak bisa dihindari. Ya, sebagai masyarakat setiap individu bisa saja menghindari atau mencegah terjadinya konflik. Untuk itu, kita perlu tahu arti konflik dan faktor-faktor penyebabnya.

Menurut Soerjono Soekanto, berikut beberapa faktor penyebab dari terjadinya konflik di masyarakat.

1. Perbedaan Antarindividu

Setiap individu yang ada di masyarakat mempunyai pandangan dan perasaan yang berbeda-beda terkait suatu kondisi. Hal ini bisa jadi pemicu dari terjadinya konflik antarindividu.

2. Adanya Perbedaan Kepentingan

Setiap individu atau kelompok mempunyai kepentingannya masing-masing. Siapapun akan berjuang untuk mencapai kepentingan tersebut. Sayangnya, tak jarang kepentingan antarindividu atau kelompok tersebut saling bersinggungan, sehingga bisa menimbulkan masalah atau konflik.

3. Adanya Perbedaan Budaya

Tak jarang konflik juga terjadi akibat adanya perbedaan budaya. Pasalnya, pola-pola kebudayaan mempengaruhi latar belakang pemikiran dan karakteristik seseorang.

4. Terjadinya Perubahan Sosial

Perubahan sosial yang terjadi secara cepat atau tiba-tiba juga bisa menyebabkan konflik. Sebab saat hal itu terjadi, nilai-nilai di masyarakat tidak akan langsung berubah. Sehingga, akan muncul perbedaan pandangan dan sikap yang dapat memicu konflik.

 

3. Jenis-jenis Konflik

Konflik yang terjadi di masyarakat ternyata bisa digolongkan dalam beberapa jenis. Namun untuk bisa melakukan penggolongan tersebut, tentu paham arti konflik secara umum saja tidaklah cukup. Kita juga harus tahu arti dari setiap jenis-jenis konflik. Adapun jenis-jenis konflik adalah sebagai berikut.

1. Konflik Individu

Konflik individu bisa terjadi antara individu dengan individu atau individu dengan kelompok masyarakat. Penyebab konflik pribadi sendiri yaitu karena adanya perbedaan cara pandang antar individu terkait suatu persoalan.

2. Konflik Sosial

Konflik sosial merupakan jenis konflik yang terjadi akibat adanya usaha perebutan dan upaya mempertahankan peran dan status di dalam kelompok masyarakat. Lebih lanjut konflik sosial bisa terjadi dalam satu kelas sosial atau antarkelas sosial yang berbeda.

3. Konflik Agama

Sesuai namanya, konflik agama terjadi karena perbedaan keyakinan atau pandangan terkait suatu ajaran atau nilai-nilai keagamaan. Konflik agama bisa terjadi pada satu komunitas agama yang sama maupun dari komunitas agama yang berbeda.

4. Konflik Rasial

Sementara itu, konflik rasial adalah konflik yang terjadi karena perbedaan ras. Konflik ini biasa dipicu pandangan rasisme di mana seseorang merasa bahwa setiap ras merasa lebih unggul dibandingkan ras lain.

5. Konflik Politik

Konflik politik merupakan jenis konflik yang terjadi karena adanya perbedaan pandangan di dalam kehidupan politik. Jenis konflik ini biasanya berkaitan dengan ambisi perebutan kekuasaan.

6. Konflik Internasional

Sesuai dengan namanya, konflik internasional merupakan jenis konflik yang terjadi di taraf internasional. Sehingga, melibatkan dua bangsa atau lebih.

Itulah di antaranya penjelasan tentang arti konflik berikut faktor-faktor penyebab dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kalian.

 

(kpl/gen/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI