Meski Jadi Anak Miliarder, Putri Tanjung Sempat Ogah Teruskan Bisnis Chairul Tanjung

Kamis, 07 Februari 2019 12:45 Penulis: Tyssa Madelina
Meski Jadi Anak Miliarder, Putri Tanjung Sempat Ogah Teruskan Bisnis Chairul Tanjung
Putri Tanjung sudah mandiri sejak kecil (Credit: Instagram/putri_tanjung)


Kapanlagi Plus - Di usianya yang baru menginjak 22 tahun, Putri Tanjung sudah merintis bisnis di bidang kreatif. Anak pengusaha sukses Chairul Tanjung ini selain dikenal lewat wajahnya yang cantik dan manis juga memiliki segudang prestasi berkat kerja kerasnya. Terbukti, ia sukses lepas dari bayang-bayang sang ayah saat mendirikan Creativepreneur Event Creator di usia 15 tahun.

"Berhasil atau gagal, nggak ada tengah-tengah. Jangan nggak mau susah," kata dia kepada Raffi Ahmad di channel Youtube RANS Entertainment, dikutip oleh KapanLagi.com, Kamis 7 Februari 2019.

Jiwa bisnis Putri memang sudah membuncah sejak ia kecil. Pasalnya, meski terlahir dari keluarga yang sangat berkecukupan, sang ayah mendidiknya dengan keras dan disiplin. Alhasil demi uang jajan yang lebih, ia harus rela berjualan pembatas buku ke teman-temannya.

"Bokap gue itu mendidik gue keras, disiplin gitu ya. Jadi dulu dikasih uang jajan itu cuma setengah dari teman-teman yang lain, jadi kalau misal mau makan yang sama dengan teman-teman, harus cari cara biar bisa dapatin uang lebih," imbuh Putri.

1. Ogah Teruskan Bisnis Ayah

Chairul Tanjung atau yang akrab disapa CT memang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Dengan rangkaian bisnisnya, yakni Trans Group, Transmart sampai perbankan, membuat namanya semakin disegani publik. Kendati demikian, Putri mengaku sempat tak mau meneruskan bisnis milik ayahnya. Wah, apa alasannya?

“Gue mau perusahaan gue lebih hebat daripada perusahaan bokap gue,” kata dia. Bokap gue pernah bilang dulu, tuh, gue nggak mau masuk perusahaan bokap gue. Sampai sekarang belum (mau)," paparnya.

2. Berubah Pikiran

Namun lambat laun, Putri merasa sadar bahwa sebagai anak pertama, meneruskan bisnis ayahnya bukanlah merupakan pilihan namun suatu keharusan. Ia merasa sudah menjadi tanggung jawabnya untuk membantu sang ayah suatu hari nanti.

"Cuma, mau nggak mau gue harus nyemplungin diri gue aja sih. Gue harus ngebantu bokap gue karena tanggung jawab itu juga. Alhamdulillah, gue juga punya passion di industri itu," pungkasnya.

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI