Mey Chan ke Singapura Jadi Permanent Resident, Apa Sih Itu?

Rabu, 23 Maret 2016 16:18 Penulis: Arai Amelya
Mey Chan ke Singapura Jadi Permanent Resident, Apa Sih Itu?
Mey Chan © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi Plus - Tahukah kamu kalau sejak akhir 2015 lalu, member Duo Maia yakni Mey Chan memutuskan bermukim di Singapura. Meskipun masih menjalani karier di dunia entertainment Indonesia, Mey Chan baru-baru ini memamerkan bahwa dia sudah punya KTP baru dengan tanda warga negara Singapura. Waduh, apakah perempuan asal Malang itu melepas statusnya sebagai WNI dan pindah ke Singapura?

Tidak, jangan marah dulu. Karena mbak Dita Anggraini bukan jadi warga negara Singapura melainkan sebagai Permanent Resident (PR). Nah lho, apalagi PR itu? Secara mudahnya, PR adalah sebuah status yang diberikan kepada warga negara asing untuk tinggal dan bekerja dalam jangka waktu lama di Singapura. Masih bingung? Dilansir KapanLagi.com®, baca penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber ini yuk!

Menjadi PR di Singapura, kamu bebas datang ke sini sepanjang waktu © VinepairMenjadi PR di Singapura, kamu bebas datang ke sini sepanjang waktu © Vinepair

Sebagai negara maju, Singapura memang punya aturan ketat soal masyarakat mereka. Bahkan untuk menjadi seorang PR, warga asing biasanya harus mendapat tawaran sebagai LPR (Landed Permanent Resident) dulu dengan jangka waktu setahun. Sebagai LPR, kamu diberi waktu untuk mencari pekerjaan di Singapura dan setelah resmi bekerja, maka statusmu akan berubah jadi PR.

Untuk mengurus dokumen PR memang butuh perjuangan. Di mana kamu harus menerjemahkan ke dalam bahasa Inggris semua dokumen pribadi mulai dari ijazah sekolah, transkrip nilai, akte kelahiran, kartu kelurahan, surat rekomendasi dari tempat kerja hingga paspor. Setelah semua dokumen beres, kamu harus mengajukan e-Appointment dengan membawa seluruh dokumen ke gedunG ICA yang ada di dekat Lavender MRT, Singapura.

Transportasi di Singapura. Keren kan?Transportasi di Singapura. Keren kan?

Oiya, untuk mendapat PR minimal kamu harus lulusan S1 dari universitas dengan akreditas A. Sedikit bocoran, kalau kamu sarjana bidang IT, akuntansi dan teknik akan punya peluang lebih besar mendapat PR. Sejauh ini biaya untuk mengurus PR dipatok sekitar USD 800-1.500 (Rp 10,5 juta-19,7 juta). Terdengar cukup ribet memang, tapi dengan menjadi PR di Singapura, kamu bakal mendapat banyak sekali keuntungan.

Salah satunya adalah kamu bisa membeli HDB (apartemen yang disubsidi pemerintah) di Singapura dengan harga lebih murah daripada apartemen swasta. Lalu setelah jadi PR, kamu bakal punya tabungan wajib bernama CPF (Central Provident Fund). CPF sendiri akan memotong gaji bulananmu langsung dengan tahun pertama potongan sebesar 4%, tahun kedua 15% dan tahun ketiga 20%. Lhoh, uang potongannya untuk apa? Ternyata untuk biaya keperluan rumah sakit, dana pensiun dan keperluan investasi. Meski menabungnya terkesan dipaksa pemerintah Singapura, sepertinya jadi PR di sana menguntungkan juga ya! Apa kamu bersedia?

(kpl/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI