Miris, Soal Ujian Anak SD Ini Mengenai Perceraian & Pembunuhan

Kamis, 26 Mei 2016 14:18 Penulis: Arai Amelya
Miris, Soal Ujian Anak SD Ini Mengenai Perceraian & Pembunuhan
Ilustrasi pelajar SD di Indonesia © booksforindonesia.com

Kapanlagi Plus - Tingkatan sekolah SD adalah yang paling dasar bagi setiap manusia. Di jenjang SD, mereka akan diajarkan mengenai pengetahuan umum yang besar kemungkinan bakal mempengaruhi mereka di masa depan. Namun bagaimana jika pendidikan SD malah mengandung unsur kriminal? Maka bikin geger seperti ini.

Semua bermula kala penguna Facebook dengan akun Agung Suharto Dirdjosbroto curhat mengenai kualitas pendidikan yang mengecewakan. Agung memposting sebuah soal ujian kenaikan kelas II SD Wilbin I, kecamatan Pasar Rebo, Jakarta. Ada dua butir soal yang bermasalah dalam foto itu, seperti dilansir Merdeka.

Soal pertama adalah pertanyaan mengenai 'Bang Kusen dan istrinya dibunuh oleh...' dan soal kedua adalah 'Mengapa bang Maman menyuruh Ijah bercerai?'. Tentu saja orangtua akan cukup kaget dengan soal ujian ini. Dengan perkembangan mental dan pikiran anak SD yang belum sempurna, bisa saja kedua soal ini membuat mereka terlalu kepo hingga mencari tahu makna perceraian dan pembunuhan dari sumber yang tidak tepat.

Inilah soal yang bermasalah itu © MerdekaInilah soal yang bermasalah itu © Merdeka

Agung pun mengeluh, 'Hati-hati dan awasi anak-anak Anda dengan semua ilmu yang diberikan saat mereka sekolah SD. Ini yang membuat saya marah dan kecewa dengan Kementrian Pendidikan dan Dewan Pengawas pendidikan Indonesia karena belum becus membuat soal ulangan kelas II SD. Padahal yang membuat soalnya ini saya yakin lulusan universitas semua. Jangan-jangan kalau anak-anak kita naik ke kelas III SD akan ada pelajaran pemerkosaan dan penganiayaan kali ya?'.

Segera setelah ramai dibahas netizens, pihak SD yang dimaksud langsung memberikan sanksi kepada guru yang bertanggung jawab membuat soal. "Gurunya diberi sanksi teguran, karena memang kurang ditelaah sebelumnya. Soal itu dibuat guru dari sejumlah sekolah di tahun 2011 dan enggak masalah. Jadi mungkin dianggap sudah pernah diberikan sebelumnya dan nggak masalah, jadi dirasa aman-aman saja," papar Ridoyo, Kepala SD Baru 02 Pagi, Pasar Rebo.

Nah kalau menurutmu, sebetulnya apa sanksi yang setimpal atas kasus ini?

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI