Pak Ndul, Youtuber Kocak Dengan Konten Konten Sedikit Lawak

Jum'at, 15 Maret 2019 00:58 Penulis: Dhimas Nugraha
Pak Ndul, Youtuber Kocak Dengan Konten Konten Sedikit Lawak
Pak Ndul Wton Guyon - © KapanLagi.com/Youtube

Kapanlagi Plus - Bagi KLovers yang sering berselancar di Youtube, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Pak Ndul. Bagi yang belum tahu, Agung Sukoco alias Pak Ndul adalah seorang youtuber lucu dan kocak yang saat ini viral di Youtube. Dengan mencampur aduk bahasa Jawa, Indonesia, dan Inggris membuat Pak Ndul menjadi semakin lucu.

'Sebagai ahlinya ahli, intinya inti dan core of the core', merupakan ciri khas dari Pak Ndul. Pak Ndul selalu mempunyai eksperimen baru, sehingga selalu menghadirkan video menarik yang dapat diterima oleh semua pecinta video lucu.

Channel ini masih berjalan sekitar dua bulan dengan nama WAGU Waton Guyon, namun pelanggannya sudah lebih dari 400 ribu pelanggan. Setiap video yang di unggah di tonton lebih dari 500 ribu penonton, bahkan salah satu video sempat menjadi trending di Youtube yang ditonton lebih dari 6 juta pengunjung Youtube.

Hak Cipta © KapanLagi.com/YoutubeHak Cipta © KapanLagi.com/Youtube

Channel ini tergolong baru dan fresh. Konten komedi dan lolucon yang dibawakan memang sangat pas untuk dinikmati di tengah-tengah keruwetan masyarakat saat ini. Mengangkat isu-isu yang sedang terjadi masyarakat namun dibawakan secara berbeda dengan sedikit candaan dan bahasa yang mungkin susah untuk dipahami.

Konsep dari channel ini bercerita tentang seseorang bernama Pak Ndul sedang diwawancara oleh sebuah stasiun tv dengan tema dan fenomena yang berbeda tiap videonya. Setiap pertanyaan yang diajukan oleh reporter akan di jawab oleh Pak Ndul dengan ciri khas bahasanya yang campur aduk, namun masih sedikit bisa dimengerti.

Tujuan Pak Ndul membuat channel ini bukan hanya untuk mencari adsense saja. Selain buat hiburan, channel ini juga bisa dipakai untuk pendidikan. Pak Ndul sekali lagi membuktikan bahwa kreativitas mampu menjadi sumber penghasilan. Seperti katanya, selain work hard (kerja keras) juga harus work smart (kerja cerdas).

 

 

(kpl/DIM)

Editor:

Dhimas Nugraha



MORE STORIES




REKOMENDASI