Pegawai BNN Cantik Ini Dibunuh Suaminya Sendiri, Diduga Karena Minta Mobil

Selasa, 05 September 2017 11:55 Penulis: Ahmat Effendi
Pegawai BNN Cantik Ini Dibunuh Suaminya Sendiri, Diduga Karena Minta Mobil
Indria Kameswari Šinstagram.com/ndriakameswari50

Kapanlagi Plus - Kabar mengagetkan datang dari salah satu staf Balai Diklat Badan Narkotika Nasional (BNN) Lido, Bogor, Jawa Barat, yaitu Indria Kameswari. Wanita cantik tersebut tewas secara mengenaskan dengan luka tembak di punggung. Indria dikabarkan dibunuh oleh suaminya sendiri yaitu Abdul Malik Azis.

Jasad PNS itu ditemukan dalam keadan terlentang oleh warga di rumah kontrakannya yang terletak di Perumahan River Valley, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jumat (01/09). Sebelumnya sempat terjadi pertengkaran hebat antara pasangan suami istri tersebut, dan anak mereka yang berusia 4 tahun keluar rumah dan mendatangi salah satu tetangga.

Saat tetangga mendatangi rumah korban, Indria ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kejadian tersebut berlangsung usai salat Idul Adha. Sementara itu pelaku yaitu Abdul Malik telah kabur. Pelaku diketahui sempat mendatangi rumah mertuanya dan meminta sertifikat tanah namun ditolak mentah-mentah. Ia lantas melarikan diri ke Batam, Kepulauan Riau dan menutupi jejak dengan memakai KTP palsu.

Pelaku sendiri berhasil ditangkap oleh tim gabungan Polres Kabupaten Bogor, Direktorat Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN dan Polda Kepri pada hari Minggu (03/09/2017). Namun pasca penangkapan tersebut keluarga pelaku berusaha membela Abdul Malik dengan mendatangi kantor Polisi.

Staf BNN yang disebut dibunuh oleh suaminya sendiri. 姆nstagram.com/indriakameswari50Staf BNN yang disebut dibunuh oleh suaminya sendiri. 姆nstagram.com/indriakameswari50

Rupanya semasa hidupnya korban disebut sebagai sosok yang sangat arogan. Selama menikah, Indria selalu menuntut uang lebih dan berbagai materi lain seperti rumah dan mobil mewah. Hal ini menyebabkan rumah tangga mereka dipenuhi pertengkaran.

Hal ini diungkap oleh kakak tersangka yaitu Siti Nuraeni yang membawa sejumlah barang bukti terkait perilaku almarhumah semasa hidup. Di antara bukti tersebut ada rekaman video dan juga bukti visum dari rumah sakit yang menunjukkan pelaku pernah dianiaya korban.

Rekaman yang dihadirkan keluarga pelaku belum bisa diverivikasi kebenarannya oleh Kepolisian. Dalam rekaman tersebut terdengar suara wanita yang dikabarkan sebagai Indria dan memaki-maki seorang pria yang disebut sebagai Abdul Malik. Di antara sejumlah rekaman kasar itu ada kata-kata seperti berikut.

Suara wanita: 'Saya pengen kabur rasanya. Kalau saya tidak ada beberapa hari ini kamu jangan nyari saya. Capek otak saya, saya pengen istirahatin otak saya. Capek otak saya. Sengsara aja, dijanjiin melulu. Mana sekarang mobil mana. Mana mobilnya. Mana mobilnya mana mobilnya sekarang? Kamu buktiin aja nggak. Yang ini, yang itu, ngomong aja semuanya. Coba mana omongan yang teralisasi, mana janji kamu yang terealisasi. Nggak ada satu pun.

Suara pria: 'Ya baru kemarin jangan dipukul-pukul dong'.

Suara wanita: 'Goblok kamu, baru kemarin, baru kemarin, dari dulu (sambil menyebut makian binatang), dari dulu! Grand Vitara mulu Grand Vitara mulu, mana sampai sekarang! Odong odong aja lu pake! Kamu nggak becus!'

Dalam rekaman pertengkaran itu banyak kata-kata yang menyudutkan laki-laki tersebut terutama dengan menyebutnya tidak becus. Kata-kata makian binatang juga sering dikeluarkan oleh suara wanita. Ancaman lain seperti bakal selingkuh pun juga diucapkan. 

Melihat dari kasus ini, saat terjadi pertengkaran sebaiknya masing-masing pihak dalam rumah tangga bisa menahan diri. Bukan hanya satu pihak saja, namun suami dan istri berperan untuk terciptanya hal baik dan buruk dalam rumah tangga. Jangan sampai ada KDRT dan jangan durhaka yang memicu kekerasan. 

(kpl/sjw)

Editor:

Ahmat Effendi



PLUS TERKAIT

LATEST UPDATE




REKOMENDASI