Pembunuh Balita di Malang Berdalih Hanya Ingin Memberi Pelajaran

Sabtu, 02 November 2019 14:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini
Pembunuh Balita di Malang Berdalih Hanya Ingin Memberi Pelajaran
Ery Ege Anwar © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Ery Age Anwar (36), ayah pembunuh anak tiri di Kota Malang berdalih hanya ingin memberi pelajaran anaknya. Namun tindakan menginjak Agnes Arnelita (3) yang masih balita sebanyak tiga kali sudah di luar akal sehat.

"Cuma pingin ngasih pelajaran buat anak," aku Anwar dengan suara lirih di Mapolresta Malang, Jumat (01/11).

Anwar dengan tangan terborgol mengakui perbuatannya, setelah sempat membuat alibi kalau anak tirinya itu tewas tenggelam di bak kamar mandi. Pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu pun mengaku sudah beberapa kali main tangan hingga korban meninggal dunia.
 
"Kalau memukuli jarang, tapi sering nyubit di lengan sama kaki. Dia sering buang air sama pipis sembarangan," katanya.

 

1. Korban Pendarahan di Usus Besar

Bayi Agnes mengalami pendarahan di usus besarnya sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Belakangan diketahui korban  dianiaya ayah tirinya yang emosi lantaran balita tersebut buang air besar di celana.

Pelaku mengguyur air ke tubuh korban yang saat itu menangis sebelum kemudian terjatuh dan diinjaknya dua kali di punggung dan satu kali perut korban. Korban pun kesulitan bernafas dan kejang-kejang, sebelum kemudian, tersangka mengoleskan minyak telon.

"Tersangka juga sempat memegang kaki dengan posisi kepala di bawah, agar korban bisa bernafas. Namun itu juga tidak berhasil," kata AKBP Dony Alexander, Kapolres Malang Kota.

2. Korban Alami Luka Bakar

Pelaku juga mengaku memanaskan kaki korban di kompor dengan dalih menghangatkan tubuhnya yang terus menggigil. Tetapi anehnya ditemukan luka bakar di telapak kaki korban.

"Telapak kaki korban ada luka bakar, katanya untuk memanaskan, dengan alasan korban menggigil," kata Dony.

Korban dibawa ke Rumah Sakit Reva Husada, sebelum dinyatakan sudah meninggal dunia. Jenazah korban pun berencana dimakamkan di rumah keluarga Hermin. Namun keluarga Hermin melihat kejanggalan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban, akhirnya dilaporkan ke polisi.

Sementara saat kejadian, Hermin Susanti istri pelaku tidak berada di rumah. Hermin yang bekerja sebagai agen pemasaran property sedang berada di kantornya.

"Statusnya masih sebagai saksi, masih kita dalami," katanya.

3. Keluarga Tertutup

Ery Age Anwar dan istrinya, Hermin Susanti (22) tinggal di Perumahan Tlogowaru Indah D-14 Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Keduanya baru sekitar dua bulan kontrak di rumah tersebut.

Sementara korban keseharian bersama neneknya di Desa Porwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Korban hanya sesekali tinggal bersama ibunya dan pelaku di rumah kontrakan tersebut.

Selain masih baru, keduanya oleh tetangga terdekat kurang bergaul dan belum menyerahkan persyaratan administratif sebagai warga baru.

"Nggak tahu namanya, mereka di dalam terus. Gak pernah kenalan. Hanya pernah mengantar makanan saat pertama masuk," kata Prita Sutiawan, tetangga samping rumah.

Prita dan tetangga sekitarnya mengaku tidak mendengar suara apapun saat kejadian. Hanya saja tetangga depan rumah, mengetahui mobil pelaku keluar dengan cepat sekitar pukul 15.00 WIB.

"Saya nggak dengar apa-apa, tetapi tetangga jam 3-an melihat mobilnya keluar," katanya diamini para tetangganya.

(kpl/dar/phi)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI