Pencetus Ide Pramugari Berbikini VietJet Air Masuk List Orang Terkaya di Dunia

Kamis, 24 Januari 2019 12:25 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary
Pencetus Ide Pramugari Berbikini VietJet Air Masuk List Orang Terkaya di Dunia
Nguyen Thi Phuong Thao (Credit: Forbes.com & vietjetair.com)


Kapanlagi Plus - VietJet Air masih menjadi bahan perbincangan netizen gara-gara pramugari berbikininya. Ide itu meluncur dari sang CEO sendiri, yaitu Nguyen Thi Phuong Thao. Ide ini bukan hanya menjadikan Thao dan VietJet kontroversial, tapi juga menjadikannya kaya raya.

Dilansir dari Liputan6.com yang ditulis oleh Tantri Yulianingsih, Thao disebut masuk ke dalam list orang terkaya di dunia versi Maxim.com, yang tentunya masih karena ide kontroversialnya 'memajang' pramugari berbikini di maskapainya. Bagaimana tidak, berkat ide ini di usia Thao yang ke-45 tahun ia berhasil meraup keuntungan sebesar $ 1,37 miliar seperti yang disebut dalam Bloomberg Billionaires Index.

Tak berhenti di situ saja, usai meraup untung 1,27 milliar dolar Thao juga berhasil membuat maskapainya mendapatkan keuntungan besar. Yaitu sebesar 30% dari pangsa pasar maskapai penerbangan di Vietnam.

1. Kalender Pramugari Seksi

Selain itu Thao masih ingin terus meningkatkan keuntungannya dengan cara yang terbilang kreatif. Thao menerbitkan kalender bergambar pramugari seksinya. Mengingat munculnya pro-kontra soal idenya ini, Thao tidak mau ambil pusing.

"Anda berhak mengenakan apa pun yang Anda suka, baik bikini atau pakaian tradisional ao dai. Kami tidak keberatan orang mengasosiasikan maskapai dengan gambar bikini. Jika itu membuat orang bahagia, maka kita bahagia," kata Thao.

2. Tidak Seperti Orang Kaya Lainnya

Masih soal ide kontrovesial pramugari berbikini, berbagai opini pun mengalir tentang Thao. Salah satunya adalah dari Vo Phuc Nguyen, seorang analis CIMB Group Holdings yang berbasis di Ho Chi Minh City.

"Dia tidak seperti orang kaya lainnya - meski terbilang cukup pendiam di Vietnam," ujarnya seperti diberitakan SMH.com.au.

3. Awal Karier

Masih dari Liputan6.com, VieJet Air bukanlah usaha pertama Thao. Rupanya Thao mulai mencoba peruntungannya di dunia bisnis sejak tahun 1988 saat ia masih kuliah di Moskow. Saat itu ia memilih menjadi seorang distributor perdagangan.

Di tahun keduanya menjadi seorang mahasiswi itu Thao memulai dengan sedikit uang, menerima pakaian, peralatan kantor dan barang-barang konsumen secara kredit yang ia dapatkan dari pemasok Jepang, Hong Kong, dan Korea Selatan. Kemudian ia menjual barang-barang itu di Rusia.

"Saya bekerja sangat keras dan mendapatkan kepercayaan dari pemasok dengan selalu jujur ??pada mereka. Saya tidak punya banyak uang. Mereka memberi saya lebih banyak dan lebih banyak produk dengan persyaratan kredit yang lebih lama," jelas Thao.

4. Pulang Kampung & Investasi

Usaha yang dilakukan oleh Thao ini tidak sia-sia. 3 tahun kemudian ia berhasil mendapatkan banyak uang. Ingin tersu berkembang, Thao mengganti barang dagangan lamanya dengan baja, mesin, pupuk, dan komoditas lain.

Beberapa waktu berselang, Thaopun kembali ke negaranya, Vietnam dan mulai berinvestasi di Techcombank (Vietnam Technological and Commercial Joint-Stock Bank) dan Vietnam International Commercial Joint Stock Bank. Dari sinilah ia mengajukan aplikasi untuk menjalankan sebuah maskapai penerbangan.

5. Kesuksesan Thao

Tahun demi tahun berlalu, Thao pun menjadi wanita yan sukses. Thao dikabarkan memiliki saham mayoritas di 3 resor di Vietnam. Yaitu Furama Resort Danang, Evason Ana Mandara Nha Trang dan An Lam Ninh Van Bay Villas. Ia dan perusahaan induknya juga memegang 20% saham di HDBank. Serta tercatat sebagai wakil ketua bank komersial swasta dengan total aset 4,6 miliar dollar AS di tahun 2018. Diketahui perusahaan ini punya 225 cabang dan 10.000 orang karyawan.

(kpl/lip/ren)



MORE STORIES




REKOMENDASI