Pengertian dan 8 Ciri-Ciri Drama, Pahami Juga Unsur-Unsurnya

Senin, 23 Januari 2023 16:11 Penulis: Puput Saputro
Pengertian dan 8 Ciri-Ciri Drama, Pahami Juga Unsur-Unsurnya
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Menonton pertunjukan drama tentu jadi hal yang sangat mengasyikkan. Terlebih, pertunjukan drama menampilkan cerita yang sangat menghibur. Di samping itu, drama juga sering menunjukkan kondisi yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Drama memang sudah jadi tontonan yang populer di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri drama.

Pasalnya, serta-merta setiap seni pertunjukan tergolong sebagai drama. Drama mempunyai unsur-unsur dan ciri khas tersendiri. Dengan mengenali ciri-ciri drama, kita dapat membedakan drama dengan seni pertunjukan lainnya. Ciri-ciri drama juga dapat menunjukkan bagaimana proses suatu pementasan. Dengan begitu, kita juga dapat lebih menikmati dan menghargai pertunjukan.

Itulah sebabnya, penting untuk mengetahui ciri-ciri drama. Dirangkum dari berbagai sumber, simak ulasannya berikut ini.

 

1. Mengenal Apa Itu Drama

Sebelum mengetahui apa saja ciri-ciri drama, sudah semestinya kita pahami dulu pengertian drama. Drama merupakan seni pertunjukan yang sebenarnya sudah ada sejak lama. Bahkan, kata drama sendiri disinyalir berasal dari bahasa Yunani draomai yang berarti 'bertindak'.

Sementara di Indonesia pada masa penjajahan Belanda, drama lebih dikenal dengan istilah tonil. Namun kini, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memuat kata drama yang diartikan sebagai cerita atau kisah yang melibatkan konflik atau emosi, disusun khusus untuk pertunjukan teater.

Secara umum drama adalah bagian dari karya sastra layaknya puisi, prosa, cerpen, novel. Namun, drama dikemas dalam bentuk seni pertunjukan. Sebagai karya sastra, tentu drama harus mengandung nilai hiburan dan memberikan pembelajaran nilai-nilai kehidupan bagi penikmatnya.

 

2. Unsur-Unsur Drama

Selain pengertian, unsur-unsur drama juga perlu kalian ketahui. Pasalnya, drama yang memukau terdiri dari unsur-unsur yang saling berkesinambungan. Adapun unsur-unsur drama antara lain sebagai berikut.

1. Tema
Tema dalam drama hal yang menjadi gagasan dan mendasari cerita dari suatu pementasan drama.

2. Amanat
Amanat adalah makna atau pesan yang ingin disampaikan kepada penonton melalui drama. Amanat bisa disampaikan secara secara lugas langsung melalui dialog atau adegan antar pemain, tapi bisa juga secara eksplisit, sehingga penonton harus membuat kesimpulan sendiri.

3. Alur
Alur adalah jalan cerita dalam drama secara keseluruhan. Alur cerita dalam drama harus tersusun secara runtut mulai dari perkenalan, permulaan konflik, konflik, klimaks, hingga penyelesaian konflik.

4. Setting atau Latar
Setting atau latar adalah gambaran dari tempat, waktu, dan suasana dalam peristiwa di cerita drama. Setting yang kuat akan membuat pertunjukan drama tampak semakin meyakinkan.

5. Tokoh
Dalam drama, tokoh merupakan unsur yang akan menghidupkan cerita. Tokoh menjalankan dialog-dialog dan adegan-adegan. Dalam pertunjukan drama tokoh dibagi dalam 3 jenis, yaitu protagonis, antagonis, dan tritagonis.

6. Dialog
Dialog adalah percakapan antara tokoh dalam drama. Adanya dialog akan membuat suatu drama jadi lebih mudah dipahami.

 

3. Ciri-Ciri Drama

Sebagaimana yang disinggung sebelumnya, tidak setiap seni pertunjukan tergolong sebagai drama. Untuk bisa mengidentifikasinya, kita perlu mengerti dan memahami ciri-ciri dari drama. Adapun beberapa jenis-jenis drama adalah sebagai berikut.

1. Mempertunjukkan Dialog

Dialog menjadi salah satu unsur penting dalam drama. Keberadaan dialog sekaligus menjadi salah satu ciri-ciri dari drama yang paling menonjol. Dialog ditampilkan oleh tokoh-tokoh yang saling berinteraksi.

2. Adanya Adegan

Di samping adanya dialog, ciri-ciri drama lainnya adalah adanya adegan. Dialog dan adegan dalam drama memang menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan. Adegan dalam drama juga berlangsung satu kali, artinya tanpa ada pengulangan sama sekali.

3. Merupakan Bagian dari Prosa

Drama adalah bagian dari karya sastra, khususnya jenis prosa. Seperti yang kita tahu, drama merupakan naskah cerita yang kemudian dipentaskan. Artinya, drama berasal dari prosa atau cerita yang bermula dari imajinasi dan ide. Apalagi, belakangan banyak bermunculan pementasan drama yang diadopsi dari karya-karya bentuk prosa seperti novel, cerpen, hikayat, dan sebagainya.

4. Mengandung Nilai-Nilai Kehidupan

Sebagai bagian dari karya sastra, drama tidak saja menghibur. Dalam drama juga terkandung banyak nilai-nilai kehidupan yang bisa dipetik penonton.

5. Menceritakan Suatu Konflik

Drama mempunyai alur yang bisa dibilang saklek. Alur dalam drama harus meliputi perkenalan, permulaan konflik, konflik, klimaks, hingga penyelesaian konflik. Ya, konflik menjadi bagian terpenting atau inti dalam drama. Oleh karena itu, konflik dalam drama sering dibuat besar, pelik, dan acap kali tak tertebak.

6. Menggunakan Gaya Bahasa yang Khas

Drama sering kali dibuat dengan mengangkat cerita sehari-hari. Oleh karena itu, pemakaian gaya bahasa yang khas salah satu ciri-ciri drama. Pemakaian bahasa dalam dialog drama akan disesuaikan dengan tema drama yang diangkat. Namun, untuk membuat drama tampak realistis biasanya drama akan disajikan dengan bahasa sehari-hari.

7. Bisa Menampilkan Puisi

Drama ternyata juga bisa muncul dalam bentuk pertunjukan puisi. Terlebih drama dan puisi juga punya kesamaan dalam hal mengandung pesan atau makna mendalam. Selain itu, sering kali dialog-dialog dalam drama juga disampaikan dalam bahasa kiasan layaknya puisi.

8. Dipentaskan di Atas Panggung dengan Properti

Sebagai seni pertunjukan, pada umumnya drama dipentaskan secara langsung di atas panggung. Panggung pementasan drama akan di-setting dengan berbagai properti untuk mendukung suasana dan alur cerita.

 

4. Jenis-Jenis Drama

Setelah KLovers memahami apa itu ciri-ciri drama, hingga unsur dalam drama. KLovers juga bisa memahami jenis-jenis dari sebuah drama. Ya, drama memiliki banyak jenisnya loh KLovers. Berikut ini jenis-jenis drama tersebut dilansir dari gramedia.com:

1. Drama Tidaknya Naskah

- Drama tradisional adalah jenis drama yang sering kali tidak memakai teks atau naskah drama.

- Drama modern adalah jenis drama yang banyak memakai teks atau naskah drama.

2. Drama Berdasarkan Bentuk Sastra Percakapan

- Drama puisi adalah jenis drama yang percakapannya dibuat berupa puisi atau mengandung banyak unsur dari puisi.

- Drama prosa adalah jenis drama yang percakapannya dibuat berupa prosa.

3. Drama Berdasarkan Sajian Isinya

- Drama tragedi adalah jenis drama yang menyajikan tokohnya dalam keadaan sedih atau muram. Drama ini biasanya terjadi karena tokoh tersebut sedang berada suatu situasi yang gawat.

- Drama komedi adalah jenis drama ringan yang menghibur. Meskipun penuh dengan lelucon atau humor, drama ini sering kali memuat tentang sindiran. Berbeda dengan drama tragedi, drama komedi biasanya memiliki akhir yang bahagia.

- Drama tragedi komedi, adalah jenis drama yang menggunakan alur sedih atau duka cita, akan tetapi akhir dari drama ini memberikan kebahagiaan kepada tokoh utamanya.

4. Drama Berdasarkan Kuantitas Percakapannya

- Drama pantomim adalah jenis drama yang dipentaskan dengan tidak banyak memakai kata-kata. Drama ini lebih memaksimalkan penggunaan gerakan tubuh dari para tokohnya.

- Drama mini kata adalah jenis drama yang dipentaskan hanya dengan menggunakan sedikit kata-kata. Drama ini biasanya memaksimalkan penggunaan gerakan tubuh dari para tokoh dan banyak bunyi dari mulut para tokoh, tetapi bunyi yang dihasilkan tidak berupa kata-kata.

- Drama monolog adalah jenis drama yang menampilkan drama dengan hanya satu tokoh utama yang bermonolog atau berbincang sendiri sepanjang pementasan.

- Drama dialog adalah jenis drama yang mementaskan para tokohnya untuk berdialog dengan menggunakan kata-kata.

5. Drama Berdasarkan Besarnya Unsur Seni Lainnya

- Drama opera adalah jenis pementasan drama yang mengutamakan seni suara dan musik.

- Drama sendratari adalah jenis pementasan drama yang mengutamakan seni tari.

- Drama tablo adalah jenis pementasan drama yang tidak banyak tindakan atau dialog.

6. Drama Berdasarkan Bentuk Lainnya

- Drama absurd adalah jenis pementasan drama yang secara sadar mengabaikan atau melanggar konvensi alur, penokohan, dan tematik.

- Drama baca adalah jenis teks drama yang hanya cocok untuk dibaca dan tidak cocok untuk dipentaskan.

- Drama borjuis adalah jenis pementasan drama yang memiliki tema tentang kehidupan kaum bangsawan.

- Drama domestik adalah jenis pementasan drama yang memiliki tema tentang kehidupan rakyat biasa.

- Drama liturgis adalah jenis teks drama yang dipentaskan bersamaan dengan upacara kebaktian gereja.

- Drama satu babak adalah jenis pementasan drama yang hanya memiliki satu babak dan satu tema dengan jumlah aktor atau aktris yang sedikit, dan memiliki alur yang ringkas.

- Drama rakyat adalah jenis pementasan drama yang muncul dan berkembang dalam festival rakyat. Drama ini biasanya banyak dipentaskan di wilayah pedesaan.

7. Drama Berdasarkan Sarana Penyajian

- Drama panggung adalah jenis drama yang diperankan oleh aktor dan aktris di atas panggung.

- Drama radio adalah jenis drama yang disiarkan di radio. Drama ini hanya bisa didengarkan oleh para pendengarnya.

- Drama televisi adalah jenis drama yang hampir sama dengan drama panggung. Namun, drama ini ditampilkan melalui media televisi.

- Drama film adalah jenis drama yang ditampilkan pada sebuah layar lebar seperti bioskop.

- Drama wayang adalah jenis drama yang diiringi pagelaran wayang.

- Drama boneka adalah jenis drama yang memakai boneka dalam pementasannya.

Itulah di antaranya ulasan mengenai pengertian dan ciri-ciri drama. Semoga bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan.

 

(kpl/gen/psp)

Editor:

Puput Saputro



MORE STORIES




REKOMENDASI