Perjalanan Hidup Stephen Hawking, Ilmuwan Jenius Yang Divonis Lumpuh Saat Usia 21

Rabu, 14 Maret 2018 13:20 Penulis: Cinthya Septavy
Perjalanan Hidup Stephen Hawking, Ilmuwan Jenius Yang Divonis Lumpuh Saat Usia 21
Stephen Hawking (credit: AFP)

Kapanlagi Plus - Stephen Hawking lahir pada 8 Januari 1942 di Oxford. Ia lahir tepatnya 300 tahun setelah meninggalnya Galileo. Awalnya kedua orang tua Hawking tinggal di utara London, namun karena adanya Perang Dunia II pada waktu itu maka dipilihlah Oxford sebagai tempat yang lebih aman untuk anak-anaknya.

Dan di usia 8 tahun, Hawking kecil bersama keluarganya pindah ke St. Albans, sebuah kota yang terletak 20 miles dari utara London. Menginjak usia 11 tahun, Hawking menempuh pendidikan di St. Albans School dan melanjutkan pendidikannya ke University College, Oxford pada 1952 yang juga merupakan tempat yang sama di mana sang ayah bersekolah.

Ayah Stephen Hawking lebih menginginkannya untuk mengambil jurusan kedokteran namun ia mempunyai pilihan sendiri. (credit: AFP)Ayah Stephen Hawking lebih menginginkannya untuk mengambil jurusan kedokteran namun ia mempunyai pilihan sendiri. (credit: AFP)

Stephen ingin mengambil jurusan matematika meski sang ayah lebih menginginkannya untuk mengambil ilmu kedokteran. Dan sayangnya matematika tidak tersedia, Stephen pun memilih jurusan fisika sebagai opsi keduanya. Tiga tahun setelahnya dan tanpa perlu bekerja keras, Stephen menduduki peringkat pertama.

Tahun 1962, Stephen melakukan penelitian mengenai cosmology di Department of Applied Mathematics and Theoretical Physics (DAMTP) University of Cambridge. Fyi, waktu itu tidak ada satupun yang bekerja di sana selain Stephen.

Tanpa perlu bekerja keras, Stephen menduduki peringkat pertama di kelasnya (credit: AFP)Tanpa perlu bekerja keras, Stephen menduduki peringkat pertama di kelasnya (credit: AFP)

Kejeniusannya pun membuat Stephen mendapatkan gelar PhD di usia yang masih sangat muda yaitu 23 tahun dengan thesis yang berjudul 'Properties of Expanding Universes'. Stephen pun menjadi ilmuwan termuda pertama saat itu dan dinobatkan sebagai Fellow for Distinction in Science pada 1969 di Gonville & Caius college.

Seperti dilansir dari hawking.org.uk, Stephen memilih pindah ke Institut Astronomi pada 1968 dan kemudian kembali ke DAMTP yang merupakan tempat di mana ia mengawali karirnya. Bekerja sebagai asisten peneliti, ia menerbitkan buku untuk pertama kalinya The Large Scale Structure of Space-Time bersama George Ellis.

Hawking mendapatkan gelar PhD di usia yang sangat muda yaitu 23 tahun (credit: AFP)Hawking mendapatkan gelar PhD di usia yang sangat muda yaitu 23 tahun (credit: AFP)

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Terlepas dari kejeniusannya dalam ilmu eksak, Stephen harus menghadapi kenyataan setelah ulang tahunnya yang ke-21 tepatnya di tahun 1963. Ia didiagnosis menderita penyakit ALS (Motor Neurone Disease).

Ayah dari tiga anak ini pun harus menggunakan kursi roda yang dilengkapi dengan sistem komputerisasi canggih seumur hidupnya. Terlepas dari itu semua, Stephen yang telah memiliki tiga orang cucu tetap melakukan penelitiannya mengenai beberapa teori fisika. Anggota US National Academy of Sciences and the Pontifical Academy of Sciences ini pun masih berharap bisa ke luar angkasa suatu hari nanti.

Stephen berharap ia bisa ke luar angkasa suatu saat nanti. (credit: AFP)Stephen berharap ia bisa ke luar angkasa suatu saat nanti. (credit: AFP)

Beberapa Buku Stephen Hawking:
- The Large Scale Structure of Spacetime with G F R Ellis
- General Relativity: An Einstein Centenary Survey, with W Israel
- 300 Years of Gravitation, with W Israel
- A Brief History of Time, Black Holes and Baby Universes and Other Essays
- The Universe in a Nutshell
- The Grand Design
- My Brief History

Penghargaan yang ditrerima Stephen Hawking beberapa di antaranya:
- CBE (1982)
- Companion of Honour (1989)
- The Presidential Medal of Freedom (2009)
- The Fundamental Physics prize (2013)
- Copley Medal (2006)
- The Wolf Foundation prize (1988)

(kpl/haw/cvn)

Editor:

Cinthya Septavy



MORE STORIES




REKOMENDASI