PNM Perkuat Ekonomi Perempuan Lewat Strategi Klasterisasi Buah Pala di Kabupaten Ngada NTT
PNM dorong pemberdayaan ekonomi perempuan di Ngada NTT (Credit: Dokumentasi Pribadi)
Kapanlagi.com - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan lewat potensi lokal daerah. Kali ini, PNM mengembangkan strategi klasterisasi usaha berbasis buah pala di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu perempuan prasejahtera meningkatkan penghasilan sekaligus memperkuat ekonomi desa.
Kabupaten Ngada sendiri dikenal punya potensi komoditas pala yang cukup besar. Selama ini, hasil panen masyarakat kebanyakan masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang terbatas. Melihat peluang tersebut, PNM hadir dengan pendekatan baru agar pala bisa diolah menjadi produk bernilai tambah yang lebih menjanjikan.
Advertisement
1. Perempuan Desa Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara PNM dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Lewat strategi klasterisasi, masyarakat nggak cuma diajak memproduksi hasil tani, tapi juga membangun ekosistem usaha dari hulu sampai hilir, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk.
Direktur Utama PNM, Kindaris, menegaskan bahwa perempuan punya peran penting dalam pertumbuhan ekonomi keluarga dan komunitas, terutama di wilayah pedesaan.
"Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada," ujarnya.
Lewat program ini, para pelaku usaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, mendapatkan berbagai pendampingan mulai dari penguatan kapasitas usaha, pengolahan hasil pala, pengemasan produk, hingga akses pasar yang lebih luas.
(Giorgino Antonio pacar Sarwendah ternyata bukan CEO dari GLI.)
2. Dorong Produk Lokal Punya Daya Saing
PNM berharap pengembangan klasterisasi pala ini bisa menjadi ruang pemberdayaan sosial sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi perempuan desa. Program ini juga sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP), yaitu pengembangan ekonomi berbasis potensi unggulan lokal yang punya nilai tambah dan daya saing.
Dengan pendekatan tersebut, setiap daerah diharapkan bisa memaksimalkan kekayaan alamnya menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
"Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan klaster usaha, kami berharap potensi lokal di berbagai daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat," tutup Kindaris.
(Azura anak Aurel Hermansyah jatuh dari tangga, langsung dilarikan ke UGD.)
(kpl/gtr)
Advertisement