Polisi Tangkap Pelaku dan Penjual Obat Aborsi di Kota Malang

Selasa, 15 Oktober 2019 13:45 Penulis: Louvina Gita
Polisi Tangkap Pelaku dan Penjual Obat Aborsi di Kota Malang
Polisi tangkap pelaku dan penjual obat aborsi di Malang. (credit: Kapanlagi.com/Darmadi Sasongko)


Kapanlagi Plus - ASF (20) tertunduk dengan kedua tangan terborgol ke depan. Ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya yang telah menggugurkan janin dalam rahimnya. ASF ditetapkan sebagai tersangka bersama BHN (20), teman perempuan yang membantunya ikut menggugurkan kandungan.

Awalnya ASF mengandung janin berusia 7 bulan dari perbuatan bersama pacarnya. Mahasiswi sebuah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang itu berniat menggugurkan kandungannya. Atas saran BHN, kemudian memesan jenis obat penggugur kandungan kepada TD (22).

"Tersangka TD mengakui pernah mendapat telepon dari BHN dan ASF yang memesan obat-obatan tersebut dalam rangka menggugurkan kandungan. ASF yang hamil 7 bulan, karena saran BHN membeli obat-obatan tersebut dari TD," jelas AKBP Dony Alexander, Kapolres Malang Kota, Senin (14/10).

1. Pesan Obat Aborsi

Keduanya memesan obat jenis Getsrul sebanyak 11 butir yang masing-masing dibeli dengan harga Rp100 ribu per butir. Kemudian setelah obat tersebut sudah di tangan, ASF menghubungi TD guna mendapat petunjuk penggunaan obat tersebut sesuai keinginannya.

"Yang bersangkutan memesan obat sebanyak 11 butir. 2 buah dikonsumsi BHN, sisanya dikonsumsi oleh ASF yang mana hamil 7 bulan," tegasnya.

Saran TD, obat tersebut diminta untuk diminum sebanyak 5 butir pada termin pertama. Tetapi ternyata tidak bereaksi apapun sehingga kembali meminta saran. "Kemudian minggu depannya menghubungi lagi untuk minum 2 butir dan 4 butir dimasukkan lewat kemaluan," tegasnya.

Setelah dua hari, ternyata janin tersebut keluar. Kemudian dengan menggunakan gunting, ari-ari bayi tersebut dipotong oleh ASF. "Saat itu keterangan tersangka, bayi masih hidup, kemudian ditutup dengan kain sampai meninggal dunia," terangnya.

2. Kubur Jasad Bayi di Perkebunan

Setelah bayi meninggal, ASF meminta saran kepada BHN tentang jasad bayi tersebut dan disarankan untuk dikubur. ASF dan BHN kemudian membawa bayi tersebut ke Pasuruan guna menguburkan mayat bayi tersebut di sebuah perkebunan.

"Dibantu pacar BHN, dengan mengendarai dua sepeda motor, dikuburkan di daerah perkebunan di Pasuruan," ungkapnya.

Polisi awalnya menangkap TD, sebelum mengamankan ASF dan BHN. Setelah dilakukan pengembangan, juga diamankan IN (32), seorang pemasok obat-obatan kepada TD. Selain itu juga ditangkap perempuan TR, seorang suplyer besar obat-obatan di Malang Kota.

(kpl/dar/lou)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI