Disorot Media Global, Ritual Seks Gunung Kemukus Ditutup

Sabtu, 29 November 2014 11:00 Penulis: Arai Amelya
Disorot Media Global, Ritual Seks Gunung Kemukus Ditutup
foto via Merdeka

Kapanlagi Plus - Dalam beberapa minggu terakhir, gunung Kemukus memang jadi pembicaraan bahkan sampai disorot oleh banyak media di luar negeri. Bukan karena keindahan pemandangan atau situs wisata ziarah di sana, melainkan karena ritual seks yang ada. Sorotan media global yang tinggi, akhirnya membuat pemerintah kabupaten Sragen, Jawa Tengah turun t angan.

Kamis (27/11) lalu, pihak Satpol PP Sragen akhirnya menertibkan tempat penginapan dan karaoke di sekitar kawasan ziarah gunung Kemukus di desa Pendem, kecamatan Sumber Lawang, Sragen. Tercatat ada 69 tempat karaoke ditutup dan 158 PSK diusir dari gunung Kemukus. Bahkan kalau masih ada tempat hiburan dan PSK nekat, maka Satpol PP bakal membongkar tempat serta memproses secara hukum.

Rumah-rumah di gunung Kemukus foto via MerdekaRumah-rumah di gunung Kemukus foto via Merdeka


Tak hanya kemarin saja, Satpol PP juga bakal terus beroperasi dengan melakukan pemantauan ketika masa ramai peziarah pada malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon agar ritual seks berkedok pesugihan tak terulang lagi di Kemukus. Gunung Kemukus memang menjadi pembicaraan kala wisata religi berkedok prostitusi terselubung di makam Pangeran Samudro atau gunung Kemukus ramai dibicarakan.

Bupati Sragen, Agus Fathurrahman pun sampai geram. Meskipun begitu, Agus hanya akan menghilangkan kepercayaan negatif bahwa mereka yang melakukan seks di gunung Kemukus bakalan bisa kaya secara finansial. Untuk wisata ziarah, Agus meyakinkan tidak akan menutupnya, seperti dilansir Merdeka.

Beberapa warga Kemukus foto via MerdekaBeberapa warga Kemukus foto via Merdeka


Gunung Kemukus memang mendapatkan sorotan usai seorang jurnalis asal Australia bernama Patrick Abboud melaporkan kepada program Dateline di stasiun TV SBS mengenai praktek seks terselubung. Abboud mengungkapkan jika para peziarah yang datang ke kemukus melakukan pesta seks secara sembunyi-sembunyi.

Bahkan Abboud membuat penuturan menggegerkan jika saat malam yang sangat sibuk seperti malam Satu Suro, akan ada 8.000 orang datang ke Kemukus untuk melakukan pesta seks bersamaan. Sungguh, kamu setuju tidak kalau ritual seks Kemukus akhirnya ditutup?

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI