Sasar Ibu Rumah Tangga, Fakta Paparan HIV/AIDS Ini Bikin Shock

Selasa, 01 Desember 2015 14:48 Penulis: Lusi Vita
Sasar Ibu Rumah Tangga, Fakta Paparan HIV/AIDS Ini Bikin Shock
Ilustrasi individu yang terkena paparan HIV/AIDS di Indonesia ©Nytimes/Imgur

Kapanlagi Plus - HIV/AIDS memang jadi permasalahan kesehatan yang utama di negara mana pun, tak terkecuali juga di Indonesia. Sementara hari ini, seruan untuk lebih peduli dan prihatin terhadap penyakit yang sudah kamu tahu sendiri bagaimana tingkat paparan dan penularannya.

Sebelumnya, sebuah fakta mencengangkan didapat dari seorang pendiri Yayasan yang peduli dengan penanganan HIV dan AIDS 'Syair', Yudie Oktav menyebutkan bila jumlah paparan penyakit ini meningkat di awal kuartal 2015 mencapai lebih dari 233.000 kasus yakni HIV sebanyak 167.350 kasus dan AIDS 66.835 kasus.

Dari fakta tersebut, ada garis benang merah soal fakta yang lebih mencengangkan. Di mana, banyak sekali orang yang Hidup dengan HIV dan AIDS tanpa menyadari dirinya sudah positif. Sehingga, dengan mudahnya penderita menularkan kepada orang lain baik itu ke pasangan bahkan ke anaknya.

Otomatis di sini, penderita juga bakal banyak menyasar pada ibu rumah tangga dan anak-anak dong? Yap, benar. Sebab data yang dipaparkan oleh Yudie pada Tim Kapanlagi.com melalui wawancara baru-baru ini menjelaskan kalau banyak sekali ibu rumah tangga yang hidup dengan HIV dan AIDS karena terpapar/tertular dari suaminya melalui hubungan sex.

Fakta mencengangkan bahwa angka paparan HIV/AIDS terbanyak tahun ini di Indonesia menyasar pada ibu rumah tangga yang kemudian menularkan pada anak ©Ilustrasi.Thenews.PlFakta mencengangkan bahwa angka paparan HIV/AIDS terbanyak tahun ini di Indonesia menyasar pada ibu rumah tangga yang kemudian menularkan pada anak ©Ilustrasi.Thenews.Pl

Kenyataan yang bikin shock ini memang berbeda bila dibandingkan dengan tahun 90-an dan awal 2000-an. Di mana, kasus HIV dan AIDS lebih banyak karena faktor IDU (Injecting Drug User) atau pengguna jarum suntik. Dan faktor risiko karena heteroseksual ini mencapai 63,6%, bahkan di kaurtal pertama 2015 faktor risiko meningkat menjadi 79%. Alhasil dengan data dan fakta ini, kamu tak kan heran bila kasus tertinggi paparan HIV dan AIDS di tahun 2015 ini banyak menimpa ibu rumah tangga.

"Akhirnya 61,3% kasus AIDS di Indonesia hingga 2015 ini menimpa usia produktif yakni usia 20 hingga 49 tahun, di mana mereka aktif secara seksual sehingga banyak menularkan kepada pasangan hingga melahirkan anak yang postif HIV" ujar Yudie pada Tim Kapanlagi.

" Ironisnya banyak kasus anak yang hidup dengan HIV dan AIDS mengalami diskriminasi, tidak mendapatkan akses pendidikan dan kesehatan yang sama seperti anak lain ketika diketahui anak hidup dengan HIV" tambahnya.

Bahkan menurut Yudie, banyak kasus anak dengan HIV disingkirkan dan dikeluarkan atau harus pindah sekolah karena ketidakpahaman pihak sekolah dan orang tua murid yang lain terhadap AIDS sehingga mereka tidak bisa menerima anak dengan HIV dan AIDS.

Waduh, ironis ya? Padahal kan penderita HIV/AIDS masih bisa disembuhkan. Dan lagi perilaku diskriminasi seperti itu malah justru malah membuat penderita merasa tersudut dan tentunya malah tidak mendukung penanganan penyakit dan paparan virusnya. Kalau menurutmu bagaimana ya?

(kpl/ded/vit)

Reporter:

Dedi Rahmadi



MORE STORIES




REKOMENDASI