School of Design BINUS University Jawab Kekhawatiran Orang Tua soal Karier di Industri Kreatif Lewat Prestasi Level Internasional

School of Design BINUS University Jawab Kekhawatiran Orang Tua soal Karier di Industri Kreatif Lewat Prestasi Level Internasional
School of Design BINUS University (Credit: Dokumentasi Pribadi)

Kapanlagi.com - Pandangan soal jurusan desain kini sudah jauh berubah dibanding beberapa tahun lalu. Kalau dulu desain sering dianggap sekadar urusan estetika, sekarang dunia industri justru melihatnya sebagai bagian penting dari strategi bisnis. Bahkan, riset McKinsey menunjukkan perusahaan yang menempatkan desain sebagai inti bisnis bisa tumbuh 32% lebih cepat dibanding rata-rata industri dan menghasilkan pengembalian bagi pemegang saham 56% lebih tinggi.

Perkembangan teknologi seperti AI generatif juga ikut mengubah industri kreatif. Saat proses produksi visual kini bisa dibantu mesin, nilai seorang desainer justru semakin ditentukan lewat kemampuan berpikir kreatif, memimpin ide, dan menciptakan solusi yang berdampak nyata untuk bisnis.

1. Industri Kreatif Tumbuh Pesat, Talenta Berkualitas Makin Dibutuhkan

Industri kreatif Indonesia sendiri sedang mengalami pertumbuhan yang sangat besar. Pada 2024, sektor ini mencatat pertumbuhan PDB sebesar 6,57%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Nilai ekspor produk kreatif Indonesia bahkan mencapai USD 26,68 miliar atau sekitar Rp434 triliun dalam sepuluh bulan pertama 2025.

Di tengah perkembangan tersebut, kebutuhan akan talenta kreatif juga makin tinggi. Industri kini mencari desainer yang bukan cuma jago membuat visual keren, tapi juga mampu memahami kebutuhan pengguna, bekerja lintas disiplin, hingga mengambil keputusan kreatif yang relevan dengan bisnis.

Menjawab kebutuhan itu, School of Design BINUS University menghadirkan sistem pembelajaran berbasis project-based learning. Mahasiswa nggak cuma belajar teori, tapi langsung mengerjakan proyek nyata bersama klien sesungguhnya, mulai dari desain identitas visual, UI/UX, animasi, sampai produksi film dan proyek industri lainnya.

Danendro Adi, S.Sn., M.Arts, Dean School of Design BINUS University menjelaskan bahwa mahasiswa memang dipersiapkan untuk menghadapi realita dunia kerja sejak awal kuliah. "Kami mendidik desainer yang bisa menjelaskan mengapa sebuah keputusan kreatif akan memberikan solusi dari sebuah permasalahan, bukan hanya membuatnya terlihat bagus."

(Giorgino Antonio pacar Sarwendah ternyata bukan CEO dari GLI.)

2. Raih Pengakuan Internasional dari Dunia Industri

Pendekatan tersebut ternyata mendapat pengakuan langsung dari industri global. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026 untuk bidang Art & Design, School of Design BINUS University berhasil meraih posisi kedua di Indonesia pada indikator Employer Reputation.

Indikator ini mengukur tingkat kepercayaan perusahaan dan pelaku industri terhadap kualitas lulusan sebuah universitas berdasarkan survei global. Artinya, lulusan School of Design BINUS dianggap sebagai salah satu talenta desain paling dipercaya untuk langsung terjun ke industri kreatif.

Kepercayaan ini juga didukung oleh kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan industri, termasuk integrasi AI dalam proses pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga dibantu BINUS Career Center yang membuka akses karier bahkan sebelum wisuda.

3. Jawab Kekhawatiran Orang Tua Soal Masa Depan Anak

Prestasi ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran banyak orang tua soal prospek jurusan desain. Mulai dari pertanyaan tentang stabilitas karier, peluang kerja, sampai apakah investasi pendidikan di industri kreatif benar-benar menjanjikan.

School of Design BINUS menunjukkan hasil nyata lewat data bahwa 80,1% lulusan sarjana BINUS sudah bekerja saat lulus, baik di perusahaan global maupun membangun bisnis kreatif sendiri.

"Kepercayaan industri tidak bisa dibeli dengan kampanye. Ia dibangun dari kualitas lulusan yang terbukti, tahun demi tahun," jelas Danendro Adi, S.Sn., M.Arts.

Bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di industri kreatif, pencapaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan desain kini bukan lagi sekadar soal passion, tapi juga punya masa depan karier yang menjanjikan dan relevan dengan kebutuhan industri global.

(Azura anak Aurel Hermansyah jatuh dari tangga, langsung dilarikan ke UGD.)

(kpl/gtr)

Rekomendasi
Trending