Seperti Ini Ngerinya Serangan Jantung Bisa Membunuh Anak Muda

Senin, 01 Agustus 2016 10:18 Penulis: Arai Amelya
Seperti Ini Ngerinya Serangan Jantung Bisa Membunuh Anak Muda
Ilustrasi serangan jantung anak muda © inquirer.net


Kapanlagi Plus - Oleh: Arai Amelya

Penyanyi Mike Mohede mengejutkan banyak orang karena kabar kematiannya yang sangat mendadak pada Minggu (31/7) petang kemarin. Jawara Indonesian Idol musim kedua itu menghembuskan nafas terakhir di usia 32 tahun karena serangan jantung. Kematian Mike tentu mengingatkan padamu akan wafatnya selebritis muda Irena Justin pada 26 Mei 2016.

Sama seperti Mike, Irena yang menghembuskan nafas terakhir di usia 23 tahun itupun disebabkan karena serangan jantung. Kematian mereka berdua membuktikan kalau serangan jantung bisa menimpa siapa saja. Tak peduli tua atau muda. Kalau kamu berpikir mereka yang berusia tua di atas 50 tahun identik dengan penyakit jantung, maka kini anak-anak muda di bawah 35 tahun punya resiko besar mengidap penyakit dan serangan jantung mendadak.

Balitbangkes Kementrian Kesehatan Republik Indonesia mencatat dari 41.590 angka kematian di Indonesia, 21,1% disebabkan oleh stroke dan 19,1% karena penyakit jantung serta koroner. Dan Fakultas Kedokteran Harvard melalui Harvard Men's Health Watch 2009 menemukan fakta jika 10% serangan jantung menimpa mereka yang berusia di bawah 45 tahun. Sama seperti serangan jantung di kalangan orang-orang tua, 80% disebabkan oleh masalah arteri koroner.

Tunggu-tunggu, apa itu arteri koroner?

Mari belajar kedokteran sejenak. Arteri koroner adalah pembuluh-pembuluh darah dalam tubuh kamu yang memasok darah kaya oksigen ke otot jantung. Disebut arteri koroner karena mengelilingi jantung dalam bentuk mahkota. Dan bisa ditebak, kalau arteri koroner terhambat, maka seseorang akan kekurangan oksigen dan begitulah serangan jantung mendadak terjadi. Membunuh siapapun tanpa peringatan sebelumnya.

Penyakit jantung koroner adalah serangan jantung yang kerap terjadi dari banyaknya penyakit jantung lain. Penyakit itu muncul saat pasokan darah di arteri koroner tersumbat oleh plak seperti lemak. Fakta yang harus kamu tahu, plak sudah bersarang di dinding arteri sejak kamu masih muda. Semakin kamu tua, plak itu makin menumpuk di tempat yang sama dan akan menghambat darah kaya oksigen ke jantungmu, seperti dilansir Alo Dokter.

Lalu, harus ngapain untuk mengurangi peluang penyakit jantung koroner?

Kamu suka merokok? Sebisa mungkin kurangi atau jangan pernah menyentuhnya lagi. Kamu mungkin boleh bilang jika tak semua pecandu rokok meninggal muda dan banyak kematian terjadi bukan karena rokok. Benar. Tapi kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok membuat jantung bekerja lebih cepat yang meningkatkan risiko terjadinya gumpalan darah di arteri. Jadi keputusan ada padamu, mau hidup lebih sehat atau tetap merokok dengan resiko jantung lebih cepat bobrok.

Pernah dengar kolesterol? Jika kamu tak tahu, kolesterol adalah lemak yang ada di dalam aliran darah atau sel tubuh. Sebetulnya kolesterol ini dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel. Tapi seperti kata orang bahwa yang berlebihan itu berbahaya, begitu pula kalau kolesterol darahmu terlalu berlebihan, maka bisa menimbulkan penyakit jantung koroner. Kok bisa begitu? Bisa dong. Karena kolesterol jahat ini yang cenderung menempel dan menimbun arteri koroner. Jadi lagi-lagi, kurangi makanan kolesterol tinggi seperti kuning telur, jerohan, mentega, kentang goreng, burger, fast food dan makanan goreng-gorengan penuh minyak sejak kamu masih muda, seperti dilansir thedoctorxray.

1. Jadi, seperti apa gejala penyakit jantung di usia muda?

Sebelum itu kamu harus tahu, jika kamu punya riwayat keluarga yang menderita darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes, maka kamu harus berhati-hati punya risiko penyakit jantung lebih tinggi. Dan kembali lagi, gejala penyakit jantung mematikan itu apa aja sih? Beberapa di antaranya adalah sering sesak napas. Yap, kalau kamu berpikir sesak napas adalah penyakit asma maka it's not anymore, baby. Karena dalam penyakit jantung kadang ada cairan yang masuk ke dalam rongga paru-paru sehingga sesak napas. Jadi, kalau saat tidur atau istirahat kamu sesak napas, maka bisa saja itu penyakit jantung kronis.

Selain sesak napas, sering pusing bahkan pingsan juga jadi salah satu gejala. Sementara itu gejala lainnya seperti dada terasa sesak dan berat, jantung sering berdebar cepat atau melemah tanpa alasan (Palpitasi), mudah lelah, gangguan pencernaan seperti muntah atau mual dan keringat berlebih, seperti dilansir American Council on Science and Health.

Dan satu lagi, obesitas cukup berbahaya pula untuk risiko penyakit jantung. Tubuh gemuk memang tampak menggemaskan, tapi kelebihan berat badan bisa membuat volume darah meningkat 10-20% yang menimbulkan beban tambahan bagi jantung dan otot jantung, lho. Kamu yang bertubuh terlalu gendut dan mudah sesak napas kalau melakukan hal ringat atau berat, maka cobalah untuk mengurangi berat badan supaya tak memicu gagal jantung.

2. Kalau begitu harus rajin olahraga ya?

Benar. Rajin olahraga, makan-makanan sehat dan menjaga pola hidup adalah hal penting untuk menjaga kesehatan jantungmu. Namun harus kamu ingat, olahraga pun tak boleh berlebihan. Karena olahraga berat bisa jadi sangat berbahaya karena dapat memicu serangan jantung. Lho, kok begitu?

Ahli kesehatan, Dr. Rob Lamberts menyebutkan jika kamu sedang olahraga berat, maka tubuh membutuhkan aliran darah yang cepat sehingga membuat kerja jantung lebih berat. Namun mereka yang memiliki riwayat keturunan penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, tak menyadari jika ada pembuluh darah yang menyempit, termasuk kalau arteri koroner sudah memiliki plak. Sehingga darah kaya oksigen yang melewati pembuluh darah menyempit terhambat dan jantung yang butuh alirah darah cepat saat olahraga berat kekurangan dan begitulah kematian mendadak terjadi.

Karena itu, selebritis semacam Adjie Massaid, Basuki dan Benyamin Sueb, bisa meninggal dunia mendadak usai bermain sepakbola atau futsal. Untuk itulah, rajin-rajin periksa kesehatan jantung selagi muda. Jika kamu tahu ada arteri koroner bermasalah, kolesterol tinggi, banyak-banyaklah hidup sehat serta berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, tetap jaga kesehatan ya gaes!


KENALI FAKTA SAKIT JANTUNG AGAR TAK GELISAH:
Awas, Inilah 10 Gejala Serangan Jantung di Usia Muda
Tips Cegah Serangan Jantung untuk Usia 20-30 Tahunan
10 Mitos Salah Tentang Sakit Jantung
Wih, Ternyata Serangan Jantung Makin Banyak Terjadi Di Usia Muda

Tentang penulis:
Arai Amelya adalah seorang millenial sekaligus pemerhati sosok muda di sosial media yang hobi naik gunung.

(kpl/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI