Seru-Seruan di Konser Musik Malaka 2019, Yuk Mampir Juga ke Masin Lulik

Rabu, 24 April 2019 09:46 Penulis: Wuri Anggarini
Seru-Seruan di Konser Musik Malaka 2019, Yuk Mampir Juga ke Masin Lulik
┬ęShutterstock

Kapanlagi Plus - Ada banyak event seru yang digelar pemerintah demi mendongkrak geliat wisata di berbagai daerah di Indonesia. Selain festival bertema budaya yang unik, ada juga acara musik yang super fun. Seperti Konser Musik Perbatasan Malaka dan Kefamenanu (KMP-MK) 2019 yang menjadi daya tarik utama untuk mengundang wisatawan mengunjungi daerah perbatasan.

Pesta musik ini berlangsung selama 2 hari, yaitu 24-25 April 2019 di Paroki Kamanasa (MISI), Betun, Malaka, Nusa Tenggara Timur. Bintang tamunya juga nggak main-main. Di sesi opening, pengunjung bakal dihibur oleh penampilan Maria Vitoria (Marvi) yang berasal dari Timor Leste. Pada momen hari kedua, siap-siap dihibur oleh aksi Bondan Prakoso di atas panggung.

Selain menghadirkan keseruan musik zaman now, KMP-MK 2019 juga menjadi konektor utama destinasi Masin Lulik, salah satu yang populer di Malaka. Jangan lewatkan keunikan spot yang satu ini karena hanya berjarak sekitar 20 menit dari Betun. Kawasannya sendiri ditandai oleh 2 kawah besar yang masih aktif, dengan gunungan kawah setinggi 30 meter dan berdiameter 2-3 meter. Uniknya, 2 lubang kawah itu meletupkan material berbeda. Kawah pertama meletupkan material garam, lalu satunya mengeluarkan minyak bumi. Jarak antar bibir kawah sekitar 500 Meter.

“Masin Lulik merupakan fenomena. Destinasi ini sangat unik. Bukan saja alam sekitarnya yang eksotis, namun Masin Lulik sendiri sangat unik. Ada 2 lubang kawah dengan kandungan materi yang berbeda tentu sangat langka. Apalagi, kawah ini muncul di kawasan perbatasan Tanah Timor,” ungkap Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, Selasa (23/4).

Keunikan dimiliki Masin Lulik. Mengacu Bahasa Tetum, Masin Lulik artinya garam yang keramat. Spot ini pun dipercaya sudah eksis dari ribuan tahun silam. Secara teritorial, Masin Lulik masuk administratif Desa Litamali, Kobalima, Malaka. Mitos berkembang terkait keberadaan destinasi tersebut. Oleh masyarakat setempat, Masin Lulik dipercaya sebagai tempat arwah.

Orang yang sudah meninggal dunia dipercaya akan bertempat tinggal di Masin Lulik. Kawasan Masin Lulik juga familiar sebagai Foho Oan Tolus. Oleh karenanya, masyarakat sekitar kerap melakukan ritual adat di kawasan Masin Lulik. Pada sisi lainnya, tergantung tulang belulang binatang tertentu. Ricky menambahkan, nuansa mistik Masin Lulik semakin membuat destinasi itu terlihat eksotis.

“Kepercayaan masyarakat setempat memang demikian. Semua tentu harus dihormati. Tradisi adat juga masih dijalankan secara rutin dan turun temurun. Warna tradisi ini tentu semakin membuat Masin Lulik terlihat eksotis. Apalagi, view disekitarnya itu sangat bagus. Selagi berada di KMP-MK 2019, silahkan berkunjung ke Masin Lulik,” lanjut Ricky.

Menjaga kesakralan Masin Lulik, ada beberapa peraturan yang wajib dijalankan pengunjungnya. Setiap pengunjung Masin Lulik diwajibkan melepaskan alas kakinya. Alas kaki pun sudah harus dilepas begitu masuk ke areal terbuka Masin Lulik. Lebih penting, pengunjung tidak diperkenankan berkata kotor selama berada dalam kawasan Masin Lulik.

Ritual lain yang harus ditaati juga adalah menggantung ranting. Pengunjung diwajibkan menggantung beberapa ranting kayu pada pohon dalam kawasan Masin Lulik. “Kepercayaan di Masin Lulik ini terus terpelihara dengan baik. Berbagai keunikan tersebut tetu menjadi value besar bagi pariwisata. Untuk itu, dari KMP-MK 2019 kami juga menguatkan branding Masin Lulik sebagai destinasi terbaik,” tegas Ricky.

Paket lengkap panorama dimiliki Masin Lulik. Kawahnya selalu mengeluarkan bunyi khas. Nuansanya semakin menawan dengan rimbun pepohonan di sekitarnya yang memiliki tinggi seragam. Viewnya pun semakin sempurna dari atas salah satu bukit Masin Lulik. Sebab, hamparan laut selatan terlihat biru dengan seberang Benua Australia.

“Kami merekomendasikan Masin Lulik sebagai destinasi wajib dikunjungi. Fenomena Masin Lulik ini cukup langka. Lebih menarik, keunikan alam menyatu dengan tradisi yang hidup secara turun temurun. Tradisinya diwariskan lintas generasi. Selain atraksinya, aksesibilitas dan amenitas di sana pun sangat bagus,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

(adv/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI