Situs Revolusi Mental Error, Puan: Tanya Saja ke Deputi Saya

Senin, 31 Agustus 2015 10:18 Penulis: Arai Amelya
Situs Revolusi Mental Error, Puan: Tanya Saja ke Deputi Saya
Puan Maharani © KapanLagi.com®

Kapanlagi Plus - Situs revolusi mental kini tengah jadi perbincangan netizens Indonesia. Situs yang beralamat di www.revolusimental.go.id itu menjadi bahan obrolan karena menelan dana super fantastis yakni mencapai Rp 140 miliaran!

Diluncurkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, situs itu bisa dinikmati sejak Senin (24/8). Namun bukannya bisa dinikmati, situs itu justru kini tak bisa diakses alias down. Hal itupun menimbulkan kecaman di kalangan netizens.

Seperti ini contoh tampilan web revolusi mentalSeperti ini contoh tampilan web revolusi mental

Banyak yang menyebut jika dana miliaran rupiah tak sebanding dengan situs tersebut. Tak sedikit netizens menuding jika tampilan website itu terkesan murahan dan kurang layak dengan dana besar. Apalagi beberapa netizens menemukan fakta jika situs yang katanya menjadi media saling bertukar informasi dan menggalang kerjasama membangun Gerakan Nasional Revolusi Mental itu mirip dengan desain situs www.barackobama.com milik Presiden Amerika Serikat, Barack Obama.

Dengan tingginya kritikan negatif, sampai enam hari usai diluncurkan, situs tersebut masih belum normal. Pihak terkait pun seolah bungkam dan lepas kendali akan situs miliaran rupiah yang tak berfungsi itu. Bahkan Puan juga ikut enggan berkomentar, seperti dilansir Merdeka.

Kini web revolusi mental mendadak down, kenapa?Kini web revolusi mental mendadak down, kenapa?

"Sekarang bahas Sail Tomini 2015 ini saja dulu, jangan yang lain. Kalau soal web lebih baik tanya saja ke deputi saya," ungkap putri mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu sambil masuk ke dalam mobil RI 17 miliknya.

Jika Puan seolah tak tahu-menahu soal situs itu, Sesmenko PMK yakni Sugihartatmo akhirnya angkat bicara. Dalam jumpa pers hari Kamis (27/8) kemarin, Sugihartatmo menyebut jika situs itu tak menelan biaya miliaran rupiah seperti desas-desus yang beredar melainkan berkisar Rp 200 juta saja. Hmm, gimana menurut hematmu?

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI