Tahu Nggak Sih, Ucapan Subhanallah - Mashaallah Sering Tertukar

Senin, 13 Juni 2016 06:48 Penulis: Arai Amelya
Tahu Nggak Sih, Ucapan Subhanallah - Mashaallah Sering Tertukar
via Merdeka

Kapanlagi Plus - Di bulan suci Ramadan, umat Islam memang dianjurkan untuk memperbanyak mengucap ayat-ayat suci Al-Quran serta memuja Allah SWT dan Nabi Besar Muhammad SAW. Kamu tentu sudah tahu itu, karena sejak pelajaran Agama Islam saat SD, sudah diberi informasi. Namun tahukah kamu, kalau pasti ada sebagian besar dari kamu yang kerap keliru mengucap dua kalimat yang sangat populer ini.

Kedua kalimat itu adalah Subhanallah yang berarti Maha Suci Allah dan Maasha Allah yang bermakna terjadi atas kehendak Allah. Selama ini, bagaimana cara kamu mengucap kedua hal itu? Apakah Subhanallah kamu pakai saat melihat pemandangan indah dan Maasha Allah kamu ucap saat melihat hal-hal yang tidak baik? Jika begitu, maka kamu keliru.

Yap, ternyata ungkapan untuk melihat keindahan dan kekaguman itu mestinya dengan Maasha Allah. Contohnya, kamu naik gunung Semeru dan melihat Ranu Kumbolo yang sangat indah atau sampai di puncak Mahameru dan melihat seluruh pemandangan dari titik 3.676 mdpl, ucapkan Maasha Allah karena begitu terkagum-kagum, seperti dilansir Merdeka.

Infografis perbedaan Subhanallah - Maasha AllahInfografis perbedaan Subhanallah - Maasha Allah

Namun waktu kamu melihat dan mendengar keburukan yang terucap seharusnya adalah Subhanallah. Tak percaya dan masih tak yakin? Dalil kekuatan jika Maasha Allah adalah ungkapan rasa kekaguman atas ciptaan Allah SWT yang indah serta baik itu ada dalam surat Al-Kahfi ayat 39. Dalam surat itu tertulis, 'Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu "maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan'.

Sementara untuk Subhanallah yang dipakai waktu menyaksikan keburukan, berdasar kutipan dari Abu Hurairah yang berkata 'Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: 'Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul?' Aku menjawab: 'Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis'. (HR. Tirmizi).

Nah sudah paham kan? Jangan sampai keliru lagi ya gaes!

(mdk/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI