Tak Punya Kedua Kaki, Dokter Desa Ini Bertugas Pakai Bangku

Selasa, 29 Maret 2016 16:48 Penulis: Lusi Vita
Tak Punya Kedua Kaki, Dokter Desa Ini Bertugas Pakai Bangku
Inilah dokter wanita yang masih bertugas meski tak memiliki kedua kaki ┬ęShanghaiist.com

Kapanlagi Plus - Setiap orang pastinya akan berharap hidupnya baik-baik saja dan selalu diberi keselamatan bukan? Akan tetapi, tak seorang pun juga yang tahu datangnya nahas seperti yang dirasakan oleh seorang dokter wanita bernama Li Juhong. Di mana, sosok wanita yang kini berusia 37 tahun itu harus menerima nasibnya bertugas keliling desa tanpa kedua kakinya.

Tentu, hal seperti itu bukan hal yang gampang bagi siapapun termasuk juga dokter Li. Sebab sebelumnya, dokter yang terlahir dalam keadaan sehat dan normal tanpa cacat itu mau nggak mau menerima kondisinya saat tertimpa musibah kecelakaan saat usianya masih 22 tahun. Saat itu cewek remaja yang beranjak jadi wanita usia dewasa ini tak menyangka kalau gara-gara musibah itu ia harus kehilangan kedua kakinya.

Akan tetapi, situasi seperti ini tak membuat Li menyerah. Sebabnya selepas lulus dari pendidikannya, wanita asal Chongqing bertugas sebagai seorang dokter Desa Wadian sejak tahun 2001. Di mana sejak saat itu, ia pun langsung bekerja seperti dokter-dokter lainnya, seperti dilansir melalui Shanghaiist.com.

Sosok dokter tanpa kaki yang biasanya juga dibantu warga desa setempat ©Shanghaiist.comSosok dokter tanpa kaki yang biasanya juga dibantu warga desa setempat ©Shanghaiist.com

Mulai dari mengelola klinik desa, memeriksa stok obat hingga berkeliling ke rumah warga satu per satu. Dan hebatnya setiap melakukan tugas, wanita yang selalu berjalan dengan menggunakan dua bangku kayu sebagai pengganti kakinya itu tak pernah sekali pun mengeluh. Malah setiap pagi dan sore, ia pun menyempatkan diri menengok warga-warga desa yang membutuhkan pertolongannya di rumah.

Inilah sosok dokter wanita yang tak kenal menyerah melayani warga desa selama 15 tahun terakhir ©Shanghaiist.comInilah sosok dokter wanita yang tak kenal menyerah melayani warga desa selama 15 tahun terakhir ©Shanghaiist.com

Terkadang kondisinya pun agak ringan ketika ada salah satu warga desa yang mau membantu mendorong kursi roda atau bahkan menggendongnya saat berkeliling. Baginya bantuan-bantuan kecil seperti itulah yang mempercepat kerjanya mengunjungi rumah warga. Wah, keren banget ya semangatnya?

Apalagi nih, ia sendiri sempat juga mengaku kalau selama 15 tahun terakhir ia juga sudah menghabiskan 30 bangku sebagai temannya bekerja. Makanya nggak heran kalau dengan pengorbanannya itu, dokter Li disayang dan diharapkan bisa terus bertugas di Desa Wadian. Duh, hebat banget ya pengorbanan dan perjuangannya. Bagaimana menurutmu?

(sha/vit)

Editor:

Lusi Vita



MORE STORIES




REKOMENDASI