Teka-Teki Pembunuhan Novelis di 'THE SILKWORM', Siapa Pelakunya?

Jum'at, 14 November 2014 11:05 Penulis: Mahardi Eka Putra
Teka-Teki Pembunuhan Novelis di 'THE SILKWORM', Siapa Pelakunya?
dok. Gramedia Pustaka Utama

Kapanlagi Plus - Oleh: Mahardi Eka 

Cormoran Strike hanya seorang detektif partikelir yang bermasalah dengan karirnya. Namun itu dulu. Setelah berhasil memecahkan kasus pembunuhan supermodel bernama Lula Landry (baca THE CUCKOO CALLING), Strike menjadi detektif yang populer.

Beragam klien mulai dari yang kaya sampai yang pas-pasan, yang menjengkelkan sampai mengundang iba, pernah datang untuk meminta bantuannya. Hingga pada akhirnya, nurani Strike mengarahkannya untuk menerima permintaan dari seorang klien wanita bernama Leonora Quine yang meminta bantuannya. Ya, nurani yang mengarahkannya sebab dari sisi finansial sang klien wanita tak menjanjikan bisa membayar Strike dengan uang yang cukup.

Leonora butuh bantuan Strike untuk bisa menemukan suaminya, Owen Quine yang telah menghilang selama 10 hari lamanya. Owen adalah seorang penulis novel setelah terakhir diketahui mengikuti retreat para penulis. Strike yang menyetujui untuk membantu Leonora pun bergegas menjadi petunjuk tentangnya.

Diketahui bahwa karya terakhir Owen banyak dibicarakan karena kontroversi yang dibawanya. Karyanya yang berjudul Bombyx Mori (nama latin untuk ulat sutra) tersebut digambarkan sangat imajinatif sekaligus vulgar dengan memasukkan tokoh-tokoh simbolik. Banyak yang menganggap tokoh-tokoh tersebut adalah metafora dari orang-orang penerbitan (editor, agen, penerbit, dan rekan penulis) yang ada di sekitarnya.

Strike curiga bahwa novel tersebut yang membuat Owen menghilang. Makin banyak petunjuk yang didapat, makin banyak pula rahasia yang terungkap. Hingga pada satu titik, Strike dibuat terkejut dengan ditemukannya jasad Owen yang telah dibunuh secara mengerikan. Dan hanya novel Bombyx Mori yang menjadi petunjuknya.

Babak pembunuhan Owen menjadi transisi apik antara pemaparan latar belakang kasus di THE SILKWORM dengan titik awal dimulainya teka-teki. Dari situ Robert mengajak pembaca untuk bersama dengan Strike mengungkap rahasia yang tersimpan dalam novel Owen.

Layaknya struktur naratif dalam novel-novel misteri, Strike akan menyelidiki tokoh-tokoh lainnya yang punya motif sebagai tersangka. Dengan clue-clue yang didapat dari novel Bombyx Mori, satu per satu misteri terungkap.

THE SILKWORM menghadirkan kisah yang lebih kelam dibanding novel pertamanya. Plot-plot yang dihadirkan pun kompleks dan menawarkan keseruan tersendiri bagi pembaca. Terlebih lagi, novel ini mampu mengajak pembaca untuk menyelami dunia penulisan dan penerbitan London setelah dalam novel sebelumnya Robert membahas tuntas tentang dunia para supermodel.  

Perlu diketahui bahwa Cormoran Strike adalah tokoh detektif yang diciptakan oleh JK Rowling lewat nama aliasnya Robert Galbraith dalam seri novel thriller criminal ini. Pasca mengajak pembaca untuk menyelami kasus kematian supermodel di THE CUCKOO CALLING (2013), Robert aka Rowling mengajak pembaca setidaknya mengintip kelamnya dunia penulisan dan penerbitan di THE SILKWORM, yang dalam versi bahasa Indonesia dialihbahasakan menjadi ULAT SUTRA.

Robert menampilkan dunia yang jauh berbeda dari fantasi seputar dunia sihir yang dihadirkan aliasnnya dalam HARRY POTTER. Lewat HARRY POTTER, pembaca bisa menikmati setiap deskripsi akan dunia sihir, maka lewat THE SILKWORM (ULAT SUTRA) deskripsi akan kota London yang begitu rupa akan bisa dinikmati lewat kacamata sang tokoh utama, Cormoran Strike.

THE SILKWORM (ULAT SUTRA) sudah bisa kamu temukan di toko-toko buku. Gramedia Pustaka Utama telah menerbitkannya per Oktober kemarin. Kalau kamu terkesan dengan penuturan Galbraith di THE CUCKOO CALLING, maka THE SILKWORM yang tebalnya 536 halaman ini adalah buku yang wajib kamu koleksi. Segera dapatkan di toko-toko buku terdekat di kotamu.

Sampul depan dan belakang THE SILKWORM yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. (repro by KapanLagi.com®)Sampul depan dan belakang THE SILKWORM yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. (repro by KapanLagi.com®)

Data Buku
Judul           : The Silkworm
Penulis        : Robert Galbraith
Alih Bahasa : Siska Yuanita
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran        : 15 x 23 cm
Tebal           : 536 halaman
ISBN            : 978-602-03-0981-1

(kpl/dka)



MORE STORIES




REKOMENDASI