Tes Darah Untuk HIV AIDS Seharusnya Jadi Perjanjian Pranikah

Selasa, 01 Desember 2015 06:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Tes Darah Untuk HIV AIDS Seharusnya Jadi Perjanjian Pranikah
Charlie Sheen © Splashnews

Kapanlagi Plus - Virus HIV AIDS sudah menjadi momok untuk publik sejak tahun 90an. Pemakai narkoba di zaman itu paling rentan terinfeksi virus yang belum ada obatnya ini. Seperti diketahui, HIV AIDS itu sendiri adalah virus yang mengendap di dalam darah putih.

Seseorang bisa dikategorikan terinfeksi virus HIV jika CD4, jenis sel darah putih atau limfositnya di bawah 500 mm3 (milimeter kubik). Bila CD4 sudah di bawah 300 mm3, maka orang tersebut terinfeksi AIDS.

"Untuk orang normal berada di atas 500 dan 1.600 mm3," jelas founder Syair Untuk Sahabat atau Syair.org, yayasan yang peduli terhadap HIV dan AIDS, Yudie Oktav kepada KapanLagi.com® beberapa waktu lalu di kantor Syair.org kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan.

Charlie Sheen, salah satu sosok yang positif mengidap Aids © SplashnewsCharlie Sheen, salah satu sosok yang positif mengidap Aids © Splashnews

Yudie mengatakan jika orang yang terinfeksi HIV, CD4-nya bisa di atas 500 dan terlihat seperti orang normal. Namun sebenarnya virus tersebut tidak hilang, melainkan 'tidur'. Ia menambahkan jika ada sebuah cara yang bisa dilakukan untuk pasangan yang positif mengidap HIV agar keturunannya nanti tidak ikut-ikutan menderita virus serupa.

"Nah jika pasangan suami dan istri positif HIV, jika menjalani hidup sehat dan terapi ARV yang mampu menaikkan CD4 menjadi di atas 500 mm3, maka kemungkinan memiliki anak yang HIV negatif sangat besar," jelas Yudie.

Lebih lanjut, Yudie menyebut jika pasangan yang akan menikah sebaiknya melakukan tes darah untuk mendeteksi HIV AIDS. Bahkan, menurutnya, tes darah seharusnya mulai dicanangkan sebagai salah satu perjanjian pranikah seorang pasangan.

"Sebaiknya tes darah sebagai perjanjian pranikah daripada ada penyesalan di kemudian hari. Tak melakukan tes darah sebelum nikah, menjadi penyebab tingginya ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV," pungkasnya.

(kpl/ded/gtr)

Reporter:

Dedi Rahmadi



MORE STORIES




REKOMENDASI