Tragis, Ibu Simpan Bayi di Freezer Karena Tak Mau Hidup Terbebani

Jum'at, 04 Agustus 2017 12:18 Penulis: Agista Rully
Tragis, Ibu Simpan Bayi di Freezer Karena Tak Mau Hidup Terbebani
© merdeka.com

Kapanlagi Plus - Peribahasa yang mengatakan bahwa kasih Ibu sepanjang jalan itu memang ada benarnya. Tapi kadang rasa sayang yang berlebihan justru membahayakan nyawa sang buah hati sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Ibu berusia 24 tahun asal Tarakan, Kalimantan Utara, ini.

Ibu muda berinisial S tersebut merupakan istri siri dari seorang pengusaha pemilik cucian mobil. Diketahui, S telah menyimpan buah hatinya sendiri dalam freezer di kantor pencucian mobil oleh karyawan.

"Awalnya jasad bayi itu ditemukan siang kemarin oleh karyawan pencucian mobil saat hendak memasak. Begitu buka freezer, buka plastik warna hitam berisi jasad bayi," ujar Kasat Reskrim Polres Tarakan AKP Choirul Jusuf dikutip dari merdeka.com.

"Saat ditemukan, tali pusarnya masih ada. Hasil pemeriksaan terbaru dari visum medis, jasad bayi tersebut perempuan. Sebelumnya sempat dikira laki-laki karena kelaminnya tertutup tali pusar. Bayi itu membeku," lanjutnya.

Seorang Ibu asal Tarakan tega memasukkan bayi ke dalam freezer karena tak ingin bayi tersebut terlantar © merdeka.comSeorang Ibu asal Tarakan tega memasukkan bayi ke dalam freezer karena tak ingin bayi tersebut terlantar © merdeka.com

Berdasarkan penelusuran aparat kepolisian, salah satu tersangka yang dicurigai adalah wanita berinisial S yang merupakan istri siri dari pemilik cucian mobil. Sempat tidak mengaku, wanita cantik tersebut akhirnya buka suara dan menjelaskan bahwa alasannya melakukan tindakan tersebut agar hidupnya dan sang jabang bayi tidak terbebani.

"Motifnya dia dan pemilik cucian mobil nikah siri. Setelah sempat lahir anak pertama, dia tidak bisa mengurusnya karena tidak tinggal dengan suaminya. Dia mengurus sendiri anak pertamanya di rumah. Dia tidak mau anak kedua yang lahir ini terlantar, tak mau terbebani karena anak pertama tidak ada akte kelahiran tapi itu baru keterangan sementara," pungkas Choirul.

Melihat motif seperti ini, mungkin seharusnya S menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Well, ada untungnya juga kebijakan pemerintah Keluarga Berencana bukan?

(mdk/agt)

Editor:

Agista Rully



MORE STORIES




REKOMENDASI