Uji Coba Trail Joglosemar Jadi Langkah Pertama Kemenpar Kembangkan Wisata Kesehatan

Jum'at, 10 Mei 2019 15:51 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Uji Coba Trail Joglosemar Jadi Langkah Pertama Kemenpar Kembangkan Wisata Kesehatan
(c) kemenpar

Kapanlagi Plus - Tak bisa dipungkiri jika sektor pariwisata di tanah air senantiasa mengalami perkembangan signifikan. Bukti nyatanya ranah tersebut mulai menyentuh berbagai bidang, seperti salah satunya kesehatan. Menurut rencana, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan melebarkan sayap bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengembangkan Wisata Kesehatan atau yang dikenal juga dengan sebutan Wellness Tourism. Sebagai langkah awal, dalam waktu dekat bakal digelat Uji Trail Wisata Kesehatan (Wellness Tourism) Joglosemar (Joglo - Solo - Semarang).

Kegiatan ini akan dihelat Senin – Kamis (13 – 16/5). Pesertanya sekitar 10 orang, gabungan dari perwakilan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan.

Lokasi yang dipilih adalah Merapi Farma Herbal, Kopi Klothok, Rumah Makan Jejamuran, Nurkadhatyan Spa Ambarukmo, Martha Tilaar, Taman Sari Royal Heritage Spa, dan Klinik Kopi di Yogyakarta. Sementara di Solo, tim ini akan mengunjungi B2P2TOOT Tawangmangu, Rumah Atsiri Indonesia, dan Taman Sari Royal Heritage Spa. Sedangkan di Semarang, yang menjadi tujuan adalah PT Sido Muncul, Museum Jamu Jago, serta Omah Herborist.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Rizki Handayani, pengembangan pariwisata kesehatan di Indonesia sebenarnya bukan hal baru.

“Pengembangan pariwisata di sektor kesehatan sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2012 lalu. Namun, kini kita coba untuk lebih mendorong pengembangannya. Harapannya agar dapat segera mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia,” papar Rizki, Kamis (9/5).

Dijelaskannya, kegiatan Uji Trail ini digelar sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dilaksanakan pada tahun 2017. MoU melibatkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan. Isinya adalah pengembangan Wisata Kesehatan di Indonesia.

“Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) teah disetujui. Tujuannya untuk memberikan landasan hukum dalam pengembangan sumber daya Wisata Kesehatan. Dan sebagai upaya bersama untuk mendukung destinasi wisata prioritas, serta mengembangkan Wisata Kesehatan yang bermutu dan paripurna,” papar Rizki.

Berdasarkan perjanjian kerja sama itu, tugas dari Kementerian Pariwisata adalah menyusun dan mensosialisasikan kriteria destinasi Wisata Kesehatan, mendorong terbentuknya Konsorsium Biro Perjalanan Wisata untuk Wisata Kesehatan, melakukan bimbingan teknis untuk menyiapkan pemandu Wisata Kesehatan, menyusun Jalur Wisata Kesehatan/Travel Pattern yang siap jual, menyusun skema kerja sama dengan stakeholder bidang Wisata Kesehatan di tingkat nasional maupun internasional, menyusun dan melaksanakan strategi pemasaran dan promosi Wisata Kesehatan, memberikan informasi destinasi unggulan yang terkait dengan pengembangan Wisata Kesehatan.

Kementerian Kesehatan bertugas menyusun dan mensosialisasikan kebijakan Wisata Kesehatan, mendorong sektor swasta untuk menyelenggarakan Rumah Sakit unggulan (Medical Tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional unggulan (Wellness Tourism), mendorong pelayanan kesehatan tradisional untuk memiliki unggulan yang meliputi Spa, Herbal, Acupressure, dan Akupuntur dalam penyelenggaraan wisata kesehatan, menetapkan Rumah Sakit (Medical Tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional (Wellness Tourism) yang memiliki pelayanan unggulan dalam penyelenggaraan Wisata Kesehatan, memberikan informasi terkait dengan pengembangan Wisata Kesehatan, mengembangkan potensi wisata ilmiah Kesehatan, serta menyediakan fasilitas pelayanan dan pelaksanaan upaya kesehatan lainnya untuk memberikan.

Sedangkan Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata Adella Raung menjelaskan, Uji Trail Wisata Kesehatan (Wellness Tourism) Joglosemar dilakukan berdasarkan kesepakatan pada Rapat Koordinasi pada 3 Mei lalu.

“Kegiatan Uji Trail Wisata Kesehatan Joglosemar ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan resource mapping daya tarik Wisata Kesehatan berdasarkan database katalog Wisata Kesehatan yang telah disusun oleh Kementerian Kesehatan RI,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap sektor Wisata Kesehatan bisa berjalan sesuai rencana. Dan semakin mempertegas Indonesia sebagai destinasi dunia yang lengkap.

“Wisata Indonesia memiliki banyak keunggulan. Sektor adventure kita kuat, wisata halal kita terbaik di dunia, wisata bahari kita juga menjadi salah satu yang terbaik. Mudah-mudahan semua kelebihan itu diperkuat dengan hadirnya Wisata Kesehatan,” harap Menteri asal Banyuwangi itu.

(*/zki)



MORE STORIES




REKOMENDASI