Usai Nepal, Gempa Besar Diramal Bakal Guncang Padang?

Selasa, 05 Mei 2015 11:18 Penulis: Arai Amelya
Usai Nepal, Gempa Besar Diramal Bakal Guncang Padang?
©Asian Itinerary

Kapanlagi Plus - Gempa bumi maha dahsyat yang mengguncang Nepal pada Sabtu, 25 April lalu memang meninggalkan duka. Dengan kekuatan 7,8 SR, sejauh ini korban jiwa diketahui sudah menembus 7.000 jiwa. Namun rupanya Bumi dikabarkan harus bersiap dengan bencana gempa bumi lainnya. Pertanyaannya, di manakah gempa itu kemungkinan terjadi?

Adalah Brian Tucker, Presiden GeoHazards yang mengingatkan mengenai potensi gempa Sumatera Barat. GeoHazards sendiri adalah sebuah lembaga nonprofit asal California yang rajin berkampanye mengenai pengurangan risiko bencana alam di daerah paling rawan di dunia.

Kondisi bangunan Nepal pasca gempa ©TIMEKondisi bangunan Nepal pasca gempa ©TIME

"Amerika Serikat, Selandia Baru, Jepang, Turki (khususnya Istanbul) dan Chile adalah negara-negara yang berpotensi gempa. Hanya saja mereka sudah melakukan persiapan matang seperti konstruksi bangunan tahan gempa. Namun tidak di negara lain yang masih mengkhawatirkan. Bayangkan saja jika gempa menguncang Teheran (Iran), Karachi (Pakistan), Lima (Peru) atau Padang (Indonesia). Itu akan mengerikan. Berdasarkan bukti yang paling kuat, gempa berikutnya mengarah ke lepas pantai Sumatera," papar Brian seperti dilansir TIME.

Apa yang disebutkan Brian ini memang berdasarkan bukti bahwa sejauh ini kawasan Sumatera Barat cukup rawan gempa. Jika kamu tak tahu, 25 November 1833, sekitar pukul 22.00 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan 8,8 SR - 9,2 SR di lepas pantai barat Sumatera karena pecahnya palung Sumatera sepanjang 1.000 km. Tak banyak yang sadar jika sebelum gempa tiga menit itu terjadi, keheningan mencekam terjadi di alam. Gempa besar itupun menimbulkan tsunami yang menerjang Pariaman hingga Bengkulu.

Dampak gempa Sumatera Barat pada 2009 silam ©International Silat FederationDampak gempa Sumatera Barat pada 2009 silam ©International Silat Federation

Ternyata gempa di Sumatera tahun 1833 itu didahului gempa besar tahun 1797 di Siberut. Dan dari fakta yang ada, gempa besar di zona subduksi Mentawai bakal berulang mengikuti siklus 200 tahunan seperti gempa Nepal yang berarti bencana bakal terjadi lagi. Jika prediksi gempa itu benar, maka gempa mencapai 8,9 SR bakal mengguncang Mentawai dan menimbulkan tsunami yang mengancam satu juta lebih penduduk di Padang, Pariaman, Painan dan kawasan lain di Sumatera Barat - Bengkulu.

Sementara itu gempa sebesar 7,6 SR yang mengguncang Sumatera Barat pada 30 September 2009 bukanlah terjadi Mentawai. Sehingga demikian, energi di bawah Bumi Mentawai masih belum dikeluarkan yang bisa saja menimbulkan gempa kapanpun. Semoga saja, jika gempa itu benar-benar terjadi, tak ada korban jiwa.

(kpl/aia)

Editor:

Arai Amelya



MORE STORIES




REKOMENDASI