Utang Hingga 89 Miliar, PT Nyonya Meneer Dinyatakan Bangkrut

Jum'at, 04 Agustus 2017 20:45 Penulis: Guntur Merdekawan
Utang Hingga 89 Miliar, PT Nyonya Meneer Dinyatakan Bangkrut
PT Nyonya Meneer © Istimewa

Kapanlagi Plus - Jamu adalah salah satu obat tradisional dalam bentuk minuman khas asal Indonesia. Dan bicara tentang Jamu, pasti ingatan kita tak bisa lepas dari PT Nyonya Meneer, yang merupakan salah satu produsen jamu terbesar di Tanah Air dan sudah berdiri sejak tahun 1919 silam.

Dan sayangnya, hari Kamis (3/8) kemarin, PT Nyonya Meneer resmi dinyatakan pailit alias bangkrut oleh Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Jadi ceritanya, PT Nyonya Meneer memiliki hutang yang sangat besar, yakni sebesar Rp 89 miliar pada sekitar 35 kreditur.

"Mengabulkan permohonan pemohon untuk seluruhnya dan menyatakan batal perjanjian perdamaian yang telah dilakukan serta menyatakan PT Nyonya Meneer dalam keadaan pailit," ujar Ketua Majelis Hakim Nani Indarwati dalam amar putusannya di PN Semarang, Kamis (3/8).

Sebenarnya status bangkrut PT Nyonya Meneer sendiri sudah tercium sejak tahun 2015 silam. Namun kala itu ada perjanjian antara PT Nyonya Meneer dan juga pihak kreditur, di mana PT Nyonya Meneer berjanji bakal melunasi hutangnya secara berangsur dalam waktu sekian tahun. Namun nyatanya, janji tersebut tak bisa ditepati.

Dr. Charles Ong Saerang, Presdir PT. Njonja Meneer © njonjameenerDr. Charles Ong Saerang, Presdir PT. Njonja Meneer © njonjameener


"Dulu ada perjanjian, antara Nyonya Meneer dengan pengusaha itu ada perjanjian. Lalu, dalam waktu sekian tahun harus melunasi. Tapi dalam waktu rentang sekian menurut pemohon sekarang ini mereka (35 kreditur) menilai tidak terlalu siginfikan apa yang dilakukan PT Nyonya Meneer. Sehingga mereka meminta supaya perjanjian perdamaian itu agar dibatalkan," sambung Anggota Wismonoto, salah satu anggota hakim kepada Merdeka.com.

"Setelah persidangan yang sudah sampai 60 hari ini sehingga begitu kesana sehingga kemarin diputus seperti itu (dinyatakan pailit). Ya, kalau dalam perjanjian memang begitu. Jadi, diberi waktu untuk berdamai ternyata tidak tercapai akhirnya jatuhnya ke pailit," jelas Wismonoto.

Setelah ini, nasib PT Nyonya Meneer masih belum sepenuhnya aman. Pasalnya, mereka harus memperjuangkan nasib para buruh dan tentunya tetap menjamin pembayaran hutang pada para kreditur.

(mdk/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI