Viral Kisah Penghulu di Malang Meninggal Dunia Saat Proses Nikahkan Mempelai Pengantin

Jum'at, 01 April 2022 23:36
Viral Kisah Penghulu di Malang Meninggal Dunia Saat Proses Nikahkan Mempelai Pengantin
Viral kisah penghulu meninggal dunia di malang / Credit Foto: KapanLagi - Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Penghulu di Kabupaten Malang ambruk dan meninggal dunia dalam proses perjuangan menikahkan kedua mempelai pengantin. Video detik-detik almarhum bertahan menjalankan tugas tersebar luas di media sosial.

Hasil penulusuran Merdeka.com, almarhum adalah Supaat warga Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Supaat sendiri merupakan perangkat desa setempat sekaligus penghulu yang kerap menikahkan atau memimpin ijab kabul saat pernikahan.

Supaat ambruk saat memimpin ijab kabul di rumah keluarga Supriyadi, tetangganya yang berjarak sekitar 200 meter. Almarhum diduga mengalami stroke di tengah menjalankan tugas menikahkan kedua mempelai.

"Saat memimpin ijab kabul, beliau menanyakan ke anak saya, berapa mas kawinnya? Saat itu sudah kesulitan (terbata-bata) menirukan Rp200 Ribu," terang Supriyadi sambil menirukan almarhum di rumahnya, Dusun Benel, Desa Baturetno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (31/1).

 

1. Kronologi Kejadian

Awalnya Supriyadi dan tamu undangan mengira kalau Supaat sedang grogi, tetapi tidak mungkin karena sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Seorang tamu pun sempat memintanya tenang dan mengulurkan air mineral.

Ucapan Supaat saat itu memang cedal dan kurang jelas, beberapa kali memegang kening dan sempat menaruh kepalanya di meja. Almarhum meminta Supriyadi yang berada di depannya untuk menyeka atau mengusap wajahnya.

Setelah diusap, Supaat merasa kakinya tidak kuat, karena posisinya duduk bersila. Sambil berusaha kakinya diluruskan, almarhum roboh ke arah tamu.

 

2. Meninggal di Rumah Sakit

Supaat roboh ke sebelah kiri dan sempat menimpa seorang tamu yang sedang mengendong bayi. Kepala almarhuum sempat menimpa atau jatuh di pangkuan tamu tersebut.

Seorang tamu berinisiatif menuntunnya untuk membaca istigfar di telinganya, sambil memberikan pertolongan dengan membawa ke rumah sakit.

Keluarga Supaat mengungkapkan, almarhum meninggal dunia setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit. Almarhum tidak sadarkan diri, kritis dan dinyatakan meninggal dunia Senin (31/1) sekitar pukul 01.30 WIB.

"Saat di rumah sakit tidak sadarkan diri, sekitar pukul 01.00 kritis, pukul 01.30 WIB meninggal dunia," tegas Miskan, adik Supaat di rumah duka.

Rumah Supaat sendiri hingga Senin (31/1) petang masih dipenuhi pelayat yang menyampaikan bela sungkawa.

 

(kpl/dar/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI