'Satu Jalur, Sejuta Cerita', Cara CRRC Sifang Rayakan Kisah di Balik Perjalanan Commuter Line

CRRC Commuter Line Drawing and Photography Competition 2026 (Dok. Pribadi)
Kapanlagi.com - Kereta api semakin menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat Indonesia. Sepanjang 2025, KAI Commuter mengangkut lebih dari 400 juta penumpang secara nasional, atau tumbuh sekitar 7% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 349,3 juta penumpang merupakan pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek.
Di balik angka tersebut, ada begitu banyak cerita yang ikut bergerak setiap harinya. Ada pelajar yang berangkat sekolah, pekerja yang pulang ke rumah, hingga keluarga yang memanfaatkan transportasi publik untuk menjelajahi kota.
Cerita-cerita itulah yang kemudian diangkat CRRC Sifang, produsen Kereta Cepat Whoosh dan KRL generasi baru, melalui CRRC Commuter Line Drawing and Photography Competition 2026. Memasuki edisi kedua, kompetisi ini mengusung tema 'Satu Jalur, Sejuta Cerita' dan mengajak masyarakat melihat Commuter Line bukan sekadar moda transportasi, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup sehari-hari.
Advertisement
1. Ribuan Pelajar Ikut Abadikan Cerita Commuter Line

Kompetisi menggambar dibuka secara gratis bagi pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA di wilayah Jabodetabek. Tahun ini, antusiasmenya terlihat dari keikutsertaan 1.414 peserta dari 29 sekolah.
Sebanyak 754 peserta berasal dari jenjang SMP/MTs yang mewakili 13 sekolah, sedangkan 660 peserta lainnya merupakan siswa SMA/SMK/MA dari 16 sekolah. Dari seluruh karya yang masuk, dewan juri kemudian melakukan proses kurasi hingga memilih 10 karya terbaik.
Setiap karya dalam kompetisi ini wajib menghadirkan rangkaian KRL generasi baru produksi CRRC Sifang sebagai elemen utama. Peserta bebas menuangkan pengalaman, pengamatan, maupun imajinasi mereka tentang kehidupan yang terhubung melalui perjalanan Commuter Line.
Sementara itu, kompetisi fotografi terbuka untuk komunitas pecinta kereta api atau railfans dan masyarakat umum di seluruh lintas layanan Commuter Line Jabodetabek. Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya foto. Kompetisi ini diikuti oleh 269 peserta dari 43 komunitas.
Seluruh karya kemudian dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan profesional di bidang seni serta fotografi. Penilaian mencakup lima aspek, yaitu kesesuaian tema, kreativitas dan orisinalitas, teknik, komposisi visual, serta kekuatan pesan.
"Kami terkesan melihat bagaimana tema 'Satu Jalur, Sejuta Cerita' ditafsirkan dengan begitu beragam. Peserta tidak sekadar menggambar atau memotret kereta, tetapi menangkap manusia dan cerita di dalamnya. Bagi kami, ini menunjukkan bahwa transportasi publik telah menjadi bagian dari keseharian Masyarakat," ujar Mr. Han Wenfeng, General Manager CRRC Sifang Co., Ltd. untuk Wilayah Indonesia.
(Menyusuri jejak Indonesiadi Balik Produksi Drama Korea.)
2. Dari Kompetisi ke Study Tour, Kenalkan Teknologi Kereta Sejak Dini

Semangat mengenalkan transportasi publik kepada generasi muda juga diwujudkan melalui kegiatan lain. Pada Rabu, 16 September 2026, CRRC Sifang mengajak siswa dan guru SMPN 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, mengikuti study tour untuk melihat langsung teknologi kereta cepat dan KRL generasi baru.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Padalarang menggunakan Kereta Cepat Whoosh menuju Stasiun Halim, Jakarta. Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line sebelum mengunjungi Museum Nasional.
Selama perjalanan, para siswa mendapatkan berbagai penjelasan mengenai perkembangan Indonesia, terutama dari sisi transportasi publik. Mereka juga berkesempatan merasakan langsung perjalanan menggunakan Whoosh dan KRL generasi baru produksi CRRC Sifang.
"Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal kereta cepat dan KRL dari gambar, tetapi merasakan langsung teknologinya. Harapannya, pengalaman ini dapat menumbuhkan minat mereka pada dunia teknologi dan transportasi, dan kelak sebagian dari mereka ikut membangun perkeretaapian Indonesia," ujar Mr. Han Wenfeng.
3. Satu Perjalanan, Banyak Cerita untuk Masa Depan

CRRC Commuter Line Drawing and Photography Competition 2026 menjadi kelanjutan dari edisi perdana yang digelar pada 2024 untuk merayakan satu tahun beroperasinya Whoosh. Lewat edisi kedua ini, CRRC Sifang berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak pelajar, komunitas, serta masyarakat di tahun-tahun mendatang.
Bagi CRRC Sifang, kehadiran transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan teknologi dan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Ada manusia, pengalaman, interaksi, dan cerita yang ikut menjadi bagian dari setiap perjalanan.
"Kereta yang kami bangun pada akhirnya adalah tentang manusia yang menggunakannya. Melalui kompetisi ini, kami ingin generasi muda dan komunitas melihat transportasi publik bukan sekadar sarana berpindah tempat, melainkan bagian dari cerita hidup mereka. Kami mengajak lebih banyak pelajar, guru, dan komunitas untuk bersiap mengikuti kompetisi berikutnya dan terus membagikan cerita perjalanan mereka melalui karya," tutup Mr. Han Wenfeng.
(BCL Bantah Isu Hamil, minta netizen stop berasumsi.)
(kpl/gtr)
Advertisement
D Academy 8
- Fashion SelebritiPotret Seru Soimah di Dangdut Academy 8, Selfie Hingga Joget Bareng











































