Advertorial

1 dari 8 Pria Berisiko Menderita Penyakit Kritis, Cari Tahu Fakta Lainnya!

1 dari 8 Pria Berisiko Menderita Penyakit Kritis, Cari Tahu Fakta Lainnya! ©Shutterstock

Kapanlagi.com - Sebagai milenial, seberapa aware sih kamu dengan masalah kesehatan? Jangan hanya eksis di media sosial saja, sebagai generasi kekinian kamu juga wajib mencari tahu info paling update soal kesehatan. Salah satunya adalah risiko penyakit kritis yang menghantui generasi masa kini. Faktanya, 1 dari 8 pria berisiko menderita penyakit kritis, lho. Nggak percaya? Cari tahu fakta lainnya di sini yuk!

Gaya Hidup Modern Memperbesar Risiko

Tahu nggak sih, perkembangan gaya hidup modern ternyata memperbesar peluang seseorang menderita penyakit kritis, lho. Kesibukan sehari-hari rentan bikin pikiran stres, terlalu banyak konsumsi junk food, sampai melewatkan waktu olahraga adalah gaya hidup yang berpeluang besar meningkatkan risiko penyakit kritis.

Kanker Menempati Peringkat Atas

Globocan melansir sebuah data tentang penyakit kritis di tahun 2018 lalu. Secara global, 1 dari 8 pria dan 1 dari 6 perempuan berusia di bawah 75 tahun terdiagnosa menderita kanker. Penyakit yang satu ini diperkirakan menempati peringkat atas sebagai penyebab utama kematian dan menjadi penghalang terbesar harapan hidup seseorang di setiap negara. Bahkan, di Indonesia sendiri diperkirakan ada 18,1 juta kasus kanker baru di tahun 2018.

Sakit Itu Mahal

Siapapun pasti berharap untuk sembuh jika mengidap suatu penyakit tertentu, terutama yang tergolong kritis. Tapi, harapan seringkali terganjal oleh kenyataan biaya perawatan penyakit kritis yang mahal. Misalnya, perawatan medis penyakit kanker berada di kisaran Rp 102 juta – Rp 126 juta setiap bulannya. Untuk penyakit kardiovaskular bahkan menghabiskan biaya Rp 150 juta sampai Rp 300 juta per bulan.

Sudah sakit, masih harus menanggung biaya pengobatan yang terbilang mahal. Belum lagi beban finansial lainnya seperti biaya perawatan di masa pemulihan yang belum banyak ditanggung oleh asuransi keluarga, hingga biaya pendampingan keluarga selama menemani yang sakit.

Ada juga beban non finansial lain seperti waktu, tenaga, dan pikiran yang juga ikut terkuras selama masa pengobatan berlangsung. Kebayang nggak sih gimana beratnya saat ada orang di sekitar yang menderita penyakit kritis? Fakta-fakta inilah yang seharusnya bikin milenial lebih aware lagi dengan kondisi kesehatan dan mulai memberikan perlindungan yang dibutuhkan.

Tapi, masih dibuat bingung dengan perlindungan penyakit kritis yang tepat untuk diri dan keluarga? AXA Financial Indonesia meluncurkan sebuah inovasi yaitu produk asuransi penyakit kritis, yaitu AXA Critical Elite Solution.

Beda dari asuransi kebanyakan, AXA Critical Elite Solution memberikan manfaat khusus untuk pasien kanker sejak stadium awal. Produk ini juga menanggung sekitar 65 penyakit kritis di stadium akhir. Ada juga manfaat tambahan yang diberikan setelah 2 tahun masa pemulihan dari stadium akhir, dengan total manfaat mencapai 170 persen dari uang pertanggungan dan pengembalian premi yang sudah dibayarkan.

Nggak ketinggalan, produk ini juga memberikan manfaat angioplasty sebesar 20% dari uang pertanggungan hingga Rp 200 juta serta manfaat perlindungan jika meninggal dunia. Pembayaran premi adalah 5 tahun dan semua premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan pada tahun ke-10 selama polis masih aktif.

Produk tersebut juga menawarkan fleksibilitas di mana nasabah dapat memilih manfaat perlindungan hingga tahun ke-15 dan mendapatkan pengembalian semua premi yang sudah dibayarkan atau dapat diperpanjang hingga tahun ke-30 dengan pengurangan pengembalian uang premi. AXA Critical Elite Solution juga memberikan solusi finansial kepada pasien penyakit kritis serta keluarga mereka lewat biaya perawatan selama masa pemulihan.

Jangan hanya jadi milenial yang cuma eksis di medsos, cari tahu juga informasi seputar penyakit kritis dan saatnya berikan perlindungan keluarga bareng AXA, yuk!

(Setelah 8 tahun menikah, Raisa dan Hamish Daud resmi cerai.)

(adv/wri)

Rekomendasi
Trending