10 Fakta di Balik Meninggalnya Hari Darmawan Pendiri Matahari di Ciliwung

Sabtu, 10 Maret 2018 20:50 Penulis: Galuh Esti Nugraini
10 Fakta di Balik Meninggalnya Hari Darmawan Pendiri Matahari di Ciliwung
Hari Darmawan ©Liputan6.com

Kapanlagi Plus - Hari Darmawan seorang pendiri Matahari Department Store ditemukan meninggal  dunia di Sungai Ciliwung, Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Namun polisi telah memastikan bahwa Hari Darmawan meninggal bukan karena kasus pembunuhan. Seperti yang diungkapkan oleh Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taojiri.

"Cuma luka sobek di kening, diduga terbentur batu saat terbawa arus," ungkap Kompol Ijang Yusuf Taojiri di rumah duka Sinar Kasih, Bondongan, Kota Bogor, Sabtu (10/3/2018) seperti yang dilansir oleh liputan6.com.

Hal ini pun diperjelas karena tidak adanya luka akibat kekerasan fisik saat hasil olah tempat kejadian perkara (TKP). Meskipun begitu ada beberapa barang pribadi milik Hari Darmawan yang hilang.

"Dompet dan cincin masih ada. Handphone enggak kita temukan. Kemungkinan hanyut karena celana korban juga sudah tercabik," ucapnya.

Polisi menyimpulkan bahwa peristiwa meninggalnya Hari Darmawan ini karena terseret arus Sungai Ciliwung yang berada di samping villa miliknya di Desa Leuwimalang sekitar pukul 20.00 WIB.

"Dari awal kami sudah menduga korban jatuh ke sungai lalu terseret. Karena ditemukan ada jejak kaki korban di bibir sungai," ucap Taojiri menambahkan.

Proses pencarian dilakukan pagi hari sekitar pukul 06.00. Polisi dan tim SAR melakukan pencarian menyusuri sungai. Selang satu jam pencarian Hari Darmawan ditemukan tak bernyawa tersangkut batu.

Terdapat fakta-fakta di balik meninggalnya Hari Darmawan di Sungai Ciliwung ini :

1. Memimpin Rapat

Sehari sebelum meninggal, Hari Darmawan diketahui sedang memimpin sebuah rapat di sebuah villa miliknya sore hari. Vila tersebut berada di samping Sungai Ciliwung yang terletak di Desa Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Bogor. Lokasi vila hanya berjarak 500 meter dari Taman Wisata Matahari  (TWM) miliknya.

2. Sempat Meminta Air

Sebelum dilaporkan menghilang, Hari Darmawan hanya ditemani oleh staf pribadinya di villa. Diketahui saat bersama stafnya tersebut, Hari Darmawan meminta tolong untuk diambilkan air putih, yang kemudian tidak diketahui keberadaannya.

3. Terpeleset

"Dia terpeleset waktu berdiri di bibir sungai samping vilanya. Jarak vila dengan sungai sangat dekat sekali," kata Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taojiri ditemui di rumah duka Sinar Kasih, Kota Bogor, Sabtu (10/3/2018).

"Tapi saya lihat waktu malam itu airnya enggak tinggi-tinggi banget. Kalau sore, iya, sempat naik," lanjutnya.

Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taojiri menduga bahwa Hari Darmawan meninggal karena terpeleset, 9 Maret sekitar pukul 20.00 WIB. Ia menduga bahwa lantai yang licin yang membuat Hari Darmawan terjatuh ke sungai.

Tempat terpelesetnya Hari Darmawan ŠLiputan6.comTempat terpelesetnya Hari Darmawan ŠLiputan6.com

4. Terseret Arus Ciliwung

Menurut Kompol Ijang Yusuf Taojiri, Hari Darmawan terjatuh kemudia terseret arus sekitar pukul 20.00 WIB.

Senior Marketing and Creative Manager Taman Wisata Matahari Ilham Fadjriansyah mengungkap, saat itu Hari Darmawan sedang istirahat di salah satu vilanya yang berada di kawasan Cilember, tepatnya di daerah Hankam, sebelum rencana kembali ke kediaman yang berada di dalam Taman Wisata Matahari.

Hari Darmawan ditemukan di Sungai Ciliwung ŠLiputan6.comHari Darmawan ditemukan di Sungai Ciliwung ŠLiputan6.com

5. Ditemukan Uang Bernilai 100 M di Vila

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengungkap detik-detik penemuan jenazah Hari Darmawan.

"Pada pagi ini Sabtu, 10 Maret 2018 sekitar pukul 06.30 WIB telah ditemukan jenazah Hari Darmawan di Kali Ciliwung dengan jarak sekitar 100 m dari lokasi diduga hilangnya korban. (Jasad Hari Darmawan ditemukan) Setelah dilakukan pencarian bersama-sama karyawan maupun tim SOAR Rafting TWM," ungkap AKBP Andi M Dicky.

"Saat itu sekitar pukul 06.30 WIB, Deni menyisir kali dan saat berada di kali antara Lokawiratama Desa Leuwimalang dan Al Ikhlas Desa Jogjogan dirinya melihat sesosok orang dalam keadaan tengkurap dan tersangkut batu kali," kata lanjutnya.

Jenazah Hari Darwaman ditemukan pertama kali oleh Deni Sudiana bersama empat orang lainnya saat menyusuri Sungai Ciliwung dengan menggunakan perahu karet.

6. Hari Darmawan Dilaporkan Hilang Sabtu Dini Hari

Polisi menerima laporan hilangnya Hari Darmawan sekitar pukul 03.00 pagi. Kemudian pihak kepolisian meminta keterangan saksi untuk dimintai keterangan, terutama sopir pribadi Hari Darmawan.

"Dari awal kami sudah menduga korban jatuh ke sungai lalu terseret. Karena ditemukan ada jejak kaki korban di bibir sungai," ucap Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taojiri.

Saat proses pencarian menyusuri Sungai Ciliwung, selang satu jam Hari Darmawan ditemukan meninggal. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Hari Darmawan.

7. Luka Sobek

Dari hasil pemeriksaan olah TKP polisi menemukan luka sobek di bagian kening Hari Darmawan, kemungkinan akibat terbentur batu.

"Tidak ada (luka kekerasan fisik). Cuma luka sobek di kening diduga akibat terbentur batu," tegas Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taojiri.

Ambulans yang membawa jenazah Hari Darmawan ŠLiputan6.comAmbulans yang membawa jenazah Hari Darmawan ŠLiputan6.com

8. Ponsel Hilang

Saat olah TKP barang pribadi milik Hari Darmawan juga hilang. Namun begitu polisi tetap memastikan hal tersebut bukan karena aksi pembunuhan.

"Dompet dan cincin masih ada. Handphone enggak kita temukan. Kemungkinan hanyut karena celana korban juga sudah tercabik," ujar Kapolsek Cisarua Kompol Ijang Yusuf Taojiri.

9. Keluarga Tolak Autopsi

Juru bicara keluarga Hari Darmawan menjelaskan bahwa pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi. Hal ini dikarenakan pihak keluarga percaya bahwa meninggalnya Hari Darmawan murni mengalami kecelakaan.

"Kita enggak mau diautopsi karena kami keluarga meyakini bahwa peristiwanya murni kecelakaan," kata Ilham di rumah duka Sinar Kasih, Batutulis, Bogor seperti yang dilansir oleh liputan6.com.

"Sudah mengetahui juga. Sampai saat ini memang belum ada update terbaru atau temuan dari kepolisian. Ya kita meyakini kecelakaan itu," lanjutnya.

Menolaknya di autopsi ini telah dirapatkan sebelumnya oleh keluarga Hari Darmawan dan sang istri yang berada di Denpasar.

Keluarga tolak autopsi Hari Darmawan ŠLiputan6.comKeluarga tolak autopsi Hari Darmawan ŠLiputan6.com

10. Dikremasi di Bali

Jenazah Hari Darmawan langsung di bawa ke Bali Sabtu (10/3/20018) sore untuk di kremasi. Jenazah dibawa keluar dari rumah duka Sinar Kasih di Batutulis, Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 16.00 WIB. Hal tersebut dikarenakan permintaan pihak keluarga khususnya sang istri yang tinggal di Denpasar.

"Ini dibawa ke Bandara Soekarno-Hatta untuk langsung ke Bali. Di sana sudah menunggu istri Pak Hari," ucap Ilham.

Ilham melanjutkan, jenazah Hari Darmawan juga akan dikremasi di Denpasar. Rencananya, kremasi akan digelar setelah semua pihak keluarga kumpul pada Rabu, 14 Maret.

Jenazah akan dikremasi di Bali ©Liputan6.comJenazah akan dikremasi di Bali ©Liputan6.com

(kpl/gen)



MORE STORIES




REKOMENDASI