10 Pemain Termahal di Festival Bola Dunia, Siapa yang Nilai Pasarnya Bakal Melonjak Usai Turnamen?

10 Pemain Termahal di Festival Bola Dunia, Siapa yang Nilai Pasarnya Bakal Melonjak Usai Turnamen?
Penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe. (AP Photo/Petr David Josek)

Kapanlagi.com - Festival Bola Dunia selalu punya cerita menarik di luar hasil pertandingan. Selain melahirkan juara baru, turnamen empat tahunan ini juga menjadi etalase terbesar bagi para pesepak bola dunia untuk menunjukkan kualitas mereka di hadapan jutaan pasang mata.

Tak heran jika performa impresif selama gelaran akbar ini kerap membuat nilai pasar seorang pemain melonjak drastis. Sebaliknya, penampilan yang jauh dari ekspektasi juga bisa memengaruhi valuasi mereka di bursa transfer.

Berdasarkan data Transfermarkt per 1 Juli 2026, daftar pemain dengan nilai pasar tertinggi di Piala Dunia didominasi oleh talenta muda yang sudah menjadi pilar klub-klub elite Eropa. Di balik ratusan juta euro tersebut, tersimpan perjalanan panjang, kerja keras, hingga kisah inspiratif yang membuat para pemain ini begitu berharga.

1. Lamine Yamal (Spanyol)

Pemain Spanyol Lamine Yamal merayakan gol dalam laga Grup H Piala Dunia. (AP Photo/Butch Dill)

Klub: Barcelona

Posisi: Right Winger

Nilai pasar: 200 juta euro (sekitar Rp4,08 triliun)

Masih berusia 18 tahun, Lamine Yamal sudah menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi di dunia. Ia bahkan menjadi pemain termuda yang pernah menembus valuasi 200 juta euro. Dalam usia ketika banyak pemain masih berjuang menembus tim utama, Yamal sudah dipercaya menjadi tumpuan Barcelona dan Timnas Spanyol.

Menariknya, Yamal sempat menjalani pemotretan bersama Lionel Messi saat masih bayi untuk kalender amal Barcelona. Foto tersebut baru viral bertahun-tahun kemudian ketika ia menjelma menjadi calon penerus sang legenda.

2. Erling Haaland (Norwegia)

Erling Haaland merayakan golnya saat membawa Norwegia mencukur Irak di laga pertama Piala Dunia 2026 (AFP) .

Klub: Manchester City

Posisi: Centre-Forward

Nilai pasar: 200 juta euro (sekitar Rp4,08 triliun)

Haaland merupakan mesin gol paling ditakuti dunia. Kombinasi postur, kecepatan, dan insting mencetak gol membuatnya hampir selalu memecahkan rekor setiap musim. Di balik fisiknya yang besar, Haaland dikenal rutin melakukan latihan meditasi dan tidur dengan disiplin demi menjaga performa.

Darah pemain bola mengalir kental dalam diri Haaland. Ayahnya, Alf-Inge Haaland, juga seorang pesepak bola profesional. Erling bahkan lahir di Leeds, Inggris, ketika sang ayah bermain di Premier League.

3. Kylian Mbappe (Prancis)

Striker Timnas Prancis, Kylian Mbappe. (AFP)

Klub: Real Madrid

Posisi: Forward

Nilai pasar: 180 juta euro (sekitar Rp3,67 triliun)

Dikenal sebagai salah satu pemain tercepat di dunia dan memiliki kemampuan bermain di hampir semua posisi lini depan. Menjadi ikon global yang popularitasnya melampaui dunia sepak bola.

Sebelum menjadi salah satu atlet dengan bayaran tertinggi di dunia, Mbappe adalah sosok yang tumbuh dari keluarga sederhana di pinggiran Paris. Jiwa sosialnya tinggi, Ia bahkan pernah menyumbangkan seluruh bonus Piala Dunia 2018 untuk kegiatan sosial yang membantu anak-anak berkebutuhan khusus.

4. Pedri (Spanyol)

Pedri dari Spanyol merayakan gol di laga semifinal UEFA Nations League melawan Prancis di Stuttgart, Jerman, Kamis, 5 Juni 2025. (AP Photo/Matthias Schrader)

Klub: Barcelona

Posisi: Central Midfielder

Nilai pasar: 150 juta euro (sekitar Rp3,06 triliun)

Jika sepak bola modern identik dengan kecepatan dan kekuatan fisik, Pedri membuktikan bahwa kecerdasan membaca permainan tetap menjadi senjata paling berharga.

Gelandang Barcelona ini dikenal sebagai "otak" permainan Spanyol berkat visi, akurasi umpan, dan kemampuan mengendalikan tempo pertandingan. Ia bahkan pernah menjalani musim dengan lebih dari 70 pertandingan dalam satu tahun, sehingga sempat dijuluki pemain dengan beban bermain paling berat di Eropa.

5. Michael Olise

Momen pemain Prancis, Michael Olise mencetak gol ke gawang Irlandia Utara di laga uji coba, Selasa (9/6/2026) dini hari WIB jelang Piala Dunia 2026. (dok. equipedefrance)

Klub: Paris Saint-Germain

Right Winger

Nilai pasar: 150 juta euro (sekitar Rp3,06 triliun)

Olise memiliki latar belakang keluarga yang sangat multikultural. Ia memiliki darah Prancis, Nigeria, dan Aljazair, serta pernah memenuhi syarat membela lebih dari satu tim nasional sebelum akhirnya memilih Prancis.

Di balik gayanya yang tenang, Olise merupakan salah satu pemain dengan kreativitas tertinggi di lapangan. Ia mampu menciptakan peluang dari situasi yang tampak mustahil dan sering menjadi pembeda tanpa harus mencetak gol.

6. Vitinha (Portugal)

Vitinha. (FRANCK FIFE/AFP)

Klub: Paris Saint-Germain

Posisi: Central Midfielder

Nilai pasar: 140 juta euro (sekitar Rp2,86 triliun)

Vitinha berkembang menjadi salah satu gelandang paling komplet di Eropa. Perannya bukan hanya mengatur tempo permainan, tetapi juga menjadi motor serangan PSG.

Di balik tubuh mungilnya, ia sosok yang mampu mendominasi lini tengah lewat kecerdasan membaca permainan. Vitinha membuktikan bahwa kecerdasan membaca permainan bisa mengalahkan keunggulan fisik.

7. Joao Neves (Portugal)

Joao Neves saat bermain di PSG. (AP Photo/Aurelien Morissard)

Klub: Paris Saint-Germain

Posisi: Defensive Midfielder

Nilai pasar: 140 juta euro (sekitar Rp2,86 triliun)

Usianya masih sangat muda, tetapi Joao Neves sudah menjadi pemain yang dipercaya mengontrol lini tengah klub dan tim nasional. Dijuluki sebagai "mesin pressing" karena stamina dan etos kerjanya. Mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun box-to-box.

Kariernya berkembang pesat berkat kerja keras di akademi Benfica sebelum menjadi salah satu gelandang muda terbaik dunia.

8. Vinicius Junior (Brasil)

Vinicius Junior. (AP Photo/David Becker)

Klub: Real Madrid

Posisi: Left Winger

Nilai pasar: 140 juta euro (sekitar Rp2,86 triliun)

Vinicius dikenal sebagai salah satu dribbler terbaik dunia. Memiliki kaki kiri dan kanan yang sama-sama kuat dan akurat dalam urusan mencetak gol.

Ia pernah mendapat banyak kritik di awal kariernya di Spanyol, tetapi kini menjelma menjadi salah satu pemain paling ditakuti di dunia. Perjalanan Vinicius menjadi bukti bahwa kerja keras dan mental kuat mampu mengubah kehidupan seseorang.

Di balik aksi yang selalu mengancam pertahanan lawan, ia adalah sosok yang aktif mendanai berbagai program pendidikan bagi anak-anak di Brasil melalui yayasan yang dibentuknya.

9. Jude Bellingham (Inggris)

Jude Bellingham. (Paul ELLIS/AFP)

Klub: Real Madrid

Posisi: Midfielder

Nilai pasar: 130 juta euro (sekitar Rp2,65 triliun)

Bellingham sudah menjadi pemimpin sejak usia muda. Birmingham City bahkan memensiunkan nomor punggung 22 miliknya ketika ia baru berusia 17 tahun sebagai bentuk penghormatan. Sebelum berseragam Real Madrid, Jude adalah pemain Borrusia Dortmund selama 3 musim dan debut tim senior Birmingham City tahun 2019.

Banyak pelatih menyebut kematangannya lebih menyerupai pemain berusia 30 tahun daripada pemain muda.

10. Desire Doue (Prancis)

Desire Doue merayakan sukses juara Liga Champions 2024/2025. (Marco BERTORELLO / AFP)

Klub: Paris Saint-Germain

Posisi: Sayap kanan

Nilai pasar: 120 juta euro (sekitar Rp2,45 triliun)

Di antara deretan nama besar seperti Mbappe dan Olise, Desire Doue justru menjadi salah satu pemain muda yang diam-diam mencuri perhatian. Banyak pengamat menyebutnya sebagai calon superstar berikutnya dari Prancis. Doue mampu bermain di berbagai posisi, mulai dari sayap kanan, sayap kiri, hingga gelandang serang. Fleksibilitas ini membuatnya menjadi aset yang sangat berharga bagi pelatih

Siapa yang Berpotensi Naik Nilai Pasarnya?

Piala Dunia sering kali menjadi panggung lahirnya superstar baru. Jika mampu tampil konsisten hingga fase gugur, beberapa pemain diprediksi akan mengalami lonjakan valuasi. Di sisi lain, tekanan di lapangan hijau juga tidak kecil. Ekspektasi tinggi kadang berujung performa yang tidak sesuai harapan.

Sejarah menunjukkan bahwa kompetisi bola terbesar di dunia mampu mengubah karier seorang pemain dalam hitungan minggu. Turnamen ini bukan hanya soal mengangkat trofi, tetapi juga membuka peluang transfer besar, kontrak baru, hingga status sebagai ikon sepak bola generasi berikutnya.

(kpl/gil)

Rekomendasi

Trending