120 Kata-Kata Bijak Jawa tentang Kehidupan, Penuh Makna dan Pelajaran Hidup Berharga

Selasa, 12 Oktober 2021 12:20
120 Kata-Kata Bijak Jawa tentang Kehidupan, Penuh Makna dan Pelajaran Hidup Berharga
Ilustrasi (credit: freepik)


Kapanlagi Plus - Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa yang punya banyak penutur. Tidak saja digunakan di keseharian, bahkan bahasa Jawa kini juga seringkali muncul dalam buku, film, bahkan lagu. Selain itu kata-kata bijak jawa juga sering digunakan sebagai pegangan hidup banyak orang sampai saat ini. Pasalnya, dalam kata-kata ini memang terkandung makna yang begitu dalam.

Sesuai dengan namanya, kata-kata bijak Jawa kuno mengandung pesan bijak yang mengajarkan sikap-sikap bijaksana. Kata bijak bahasa Jawa banyak memberi pelajaran hidup berharga, seperti bagaimana menjadi legawa dan bijaksana. Oleh karena itu, tak salah jika kata-kata bijak ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman dalam menghadapi berbagai masalah dalam hidup.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut kata-kata bijak Jawa yang penuh makna dan pelajaran hidup berharga.

1. Kata-Kata Bijak Jawa tentang Hidup

Kata-kata bijak sangat berguna sebagai pedoman dalam menjalani hidup. Dari kata-kata bijak berbahasa Jawa kita bisa belajar untuk menyikapi masalah hidup secara bijaksana. Berikut beberapa kata bijak Jawa yang mengajarkan sikap bijaksana dalam menghadapi masalah hidup.

1. "Becik ketitik, ala ketara." (Perbuatan baik akan selalu dikenali, dan perbuatan buruk nantinya juga akan diketahui juga)

2. "Mohon, mangesthi, mangastuti, marem." (Selalu meminta petunjuk Tuhan untuk meyelaraskan antara ucapan dan perbuatan agar dapat berguna bagi sesama)

3. "Wayah wulangen marang kautaman, predinen susileng tata supata gawe pepadhaning kaluwarga." (Didiklah anak cucumu ke arah keutamaan, didiklah tata susila agar dapat menjadi sinar cahaya bagi keluarga)

4. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah." (Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai)

5. "Iro yudho wicaksono." (Satria yang berani berperang membela kebenaran, menegakkan keadilan dengan berlandaskan prinsip kebijaksanaan)

6. "Jaman iku owah gingsir." (Ruang, waktu, serta zaman akan selalu dinamis dan berubah)

7. "Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake." (Menyerbu tanpa pasukan, menang tanpa merendahkan lawan, sifat kesatria yang bertanggung jawab dan berbudi pekerti luhur)

8. "Lamun sira durung wikan alamira pribadi, mara takona marang wong kang wus wikan." (Jikalau engkau belum memahami alam pribadimu, hendaknya engkau bertanya kepada yang telah memahaminya)

9. "Manungsa iku kanggonan sipating Pangeran." (Manusia itu memiliki sifat Tuhan)

10. "Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu." (Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan)

11. "Aja mbedakake marang sak sapadha-pada." (Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

12. "Memayu hayuning pribadi: memayu hayuning kulawarga, memayu hayuning sesama, memayu hayuning bawana." (Berbuat baik bagi diri sendiri, keluarga, sesama manusia, makhluk hidup dan seluruh dunia)

13. "Urip kui ibarate kopi asli tanpo gendis. Yen koe ora iso carane nikmati, mesti rasane pait." (Hidup itu ibarat kopi asli tanpa gula. Missal tidak bisa menikmati, pasti rasanya pahit.)

14. "Anak polah bapa kepradah." (Tingkah laku anak mempunyai imbas bagi orang tua, tingkah laku anak yang buruk orang tua ikut terdampak buruk, begitu pula sebaliknya, jika perilaku anak baik, orang tua pun akan ikut terdampak baik)

15. "Cuplak andheng-andheng, yen ora pernah panggonane bakal disingkirake." (Orang yang menyebabkan keburukan maka semua kebaikannya akan terhapus)

16. "Obat pahit ae marakke mari, mosok koe sing manis marakke loro." (Obat yang pahit saja bisa bikin sembuh, masak kamu yang manis bikin sakit.)

17. "Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan wes neng penghulu aku iseh kesepian." (Berakit-rakit kehulu berenang-renang ke tepian, mantan sudah di penghulu aku masih kesepian.)

18. "Tresno iku kadang koyo criping telo. Iso ajur nek ora ngati-ati le nggowo." (Cinta terkadang seperti keripik singkong, bisa hancur jika tidak hati-hati dibawa.)

19. "Aku tanpamu bagaikan sego kucing ilang karete. Ambyar." (Aku tanpamu bagai nasi kucing hilang karetnya, hancur.)

20. "Wes kadung ngomong sayang jebule wes nduwe gandengan, wes kadung tak sawang malah ninggal kenangan." (Sudah terlanjur menyatakan sayang, ternyata sudah punya gandengan, sudah terlanjur dipandang malah meninnggalkan kenangan.)

2. Kata-Kata Bijak Jawa Penuh Motivasi

Kata bijak tidak saja berguna untuk menuntun seseorang berlaku bijaksana. Lebih dari itu, kata bijak juga bisa membangkitkan motivasi dalam diri. Berikut beberapa kata bijak Jawa yang bisa bangkitkan motivasi.

 

21. "Adhang-adhang tetese embun." (Berharap sesuatu dengan hasil apa adanya. Seperti berharap pada tetes embun)

22. "Sluman slumun slamet." (Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan)

23. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg." (Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

24. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe." (Melakukan pekerjaan tanpa pamrih)

25. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan." (Tuhan itu dekat meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya dan akal kita dapat menjangkaunya)

26. "Kena iwake aja nganti buthek banyune." (Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan)

27. "Kawula mung saderma, mobah-mosik kersaning hyang sukmo." (Lakukan yang kita bisa, setelahnya serahkan kepada Tuhan.)

28. "Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan." (Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran)

29. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa." (Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

30. "Sabar iku ingaran mustikaning laku." (Bertingkah laku dengan mengedepankan kesabaran itu ibaratkan sebuah hal yang sangat indah dalam sebuah kehidupan)

31. "Cintaku nang awakmu iku koyok kamera, fokus nang awakmu tok liyane ngeblur." (Cintaku padamu seperti kamera, fokus di kamu saja, yang lain blur.)

32. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe. (Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya.)

33. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg." (Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti.)

34. "Arek lanang kuoso milih, arek wedok kuoso nolak." (Anak laki laki bebas memilih, anak perempuan bebas menolak.)

35. "Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe." (Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang yang menyia-nyiakan kamu.)

36. "Ana dina, ana upa." (Tiap perjuangan selalu ada hasil yang nyata)

37. "Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh." (Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai)

38. "Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui." (Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali kali jatuh cinta pada orang yang sama.)

39. "Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresno." (Banyak orang merakan cinta, tapi lupa dan tidak kenal apa itu hakikat cinta.)

40. "Aku ra njaluk luweh, aku nggur njalok ojo lungo nek ati." (Aku nggak minta banyak, aku hanya minta jangan pergi dari hati.)

3. Kata-Kata Bijak Jawa Penuh Nasihat

Banyak orang yang menjadikan pepatah berbahasa Jawa sebagai pedoman dalam hidup. Wajar saja, sebab pepatah Jawa memang banyak menyampaikan nasihat tentang hidup. Berikut beberapa kata-kata pepatah jawa kuno dengan pesan nasihat.

 

41. "Ana catur mungkur." (Adu mulut pertentangan, percekcokan sebisa mungkin untuk dihindari agar senantiasa bisa menyelesaikan masalah secara bijak)

42. "Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah." (Hidup rukun pasti akan hidup sentosa, sebaliknya jika selalu bertikai pasti akan bercerai)

43. "Mikul dhuwur mendhem jero." (Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua)

44. "Bener saka kang Kuwasa iku ana rong warna, yakuwi kang cocok karo benering Pangeran lan bener kang ora cocok karo benering Pangeran." (Kebenaran di alam semesta itu ada dua jenis, kebenaran yang selaras dengan ajaran Tuhan dan kebenaran yang bertentangan dengan ajaran Tuhan. Benar ketika selaras dengan tuntunan/ajaran Tuhan dan salah ketika bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Tuhan)

45. "Dhemit ora ndulit, setan ora doyan." (Berupa doa dan harapan agar selalu diberi keselamatan, tidak ada suatu halangan dan rintangan)

46. "Sabar sareh mesthi bakal pikoleh." (Pekerjaan apapun jangan dilakukan dengan tergesa-gesa agar berhasil)

47. "Kebat kliwat, gancang pincang." (Tindakan yang tergesa-gesa pasti tidak sempurna)

48. "Dandhang diunekake kuntul, kuntul diunekake dandhang." (Perkara yang buruk dianggap baik, sedangkan yang baik dianggap buruk)

49. "Sembur-sembur adus, siram-siram bayem." (Sebuah tujuan yang terlaksana karena mendapat dukungan banyak orang)

50. "Milih-milih tebu oleh boleng." (Terlalu banyak memilih tapi pada akhirnya malah mendapatkan yang tidak baik)

51. "Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundak cilaka." (Jangan sok pintar nanti salah. Jangan curang, nanti jadi celaka)

52. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti." (Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

53. "Gliyak-gliyak tumindak, sareh pakoleh." (Upaya yang dilakukan perlahan, tapi akhirnya tujuannya akan tercapai.)

54. "Kena iwake aja nganti buthek banyune." (Berusahalah mencapai tujuan tanpa menimbulkan kerusakan)

55. "Sepi ing pamrih, rame ing gawe." (Melakukan pekerjaan tanpa pamrih.)

56. "Sluman slumun slamet" (Biarpun kurang hati-hati tapi masih diberi keselamatan.)

57. "Ngundhuh wohing pakerti." (Apa pun yang kita lakukan akan membuahkan hasil yang sepadan.)

58. "Tuna sathak bathi sanak." (Merugi harta tapi mendapatkan sahabat)

59. "Busuk ketekuk, pinter keblinger." (Orang bodoh ataupun pandai suatu saat sama-sama akan mengalami keusulitan)

60. "Dumadining sira iku lantaran anane bapa biyung ira." (Terjadinya dirimu karena diciptakannya ibu bapakmu sehingga kedua orang tua harus dimuliakan)

4. Kata-Kata Bijak Jawa Penuh Makna

Kata-kata bijak bukanlah untaian kalimat pembakar semangat biasa. Di balik kalimatnya yang indah juga tersimpan makna yang dalam. Berikut beberapa kata bijak Jawa yang penuh makna.

 

61. "Ora ono wong mulyo tanpo urip rekoso." (Tidak ada manusia yang hidup senang tanpa usaha keras.)

62. "Niat kerjo, ora golek perkoro. Niat golek rejeki, ora golek rai. Ora balapan, opo maneh ugal-ugalan." (Niat bekerja, bukan cari perkara. Niat mencari rejeki, bukan cari perhatian belaka. Bukan balapan, apalagi ugal-ugalan)

63. "Akeh manungsa ngrasakaken tresna, tapi lalai lan ora kenal opo kui hakekate atresna." (Banyak manusia merasakan cinta, namun mereka lupa tidak mengenal hakikat cinta sebenarnya)

64. "Golek jodho aja mung mburu endhahing warna, pala karma aja ngece-ngeceh banda." (Mencari jodoh itu jangan hanya karena rupa yang menawan, waktu pernikahan jangan hanya menghamburkan harta benda.)

65. "Sing wis lunga lalekna, sing durung teko entenana, sing wis ana syukurana." (Yang sudah pergi relakanlah, yang belum datang tunggulah, yang sudah ada syukurilah.)

66. "Alam ora bisa dilawan, awu sing semebar iku sejatine berkah gusti kanggo njaga kesuburan bumi Jawa. Mulane ayo pada disyukuri wae." (Alam tidak akan bisa dilawan, abu yang beterbangan adalah berkah dari Tuhan untuk menjaga kesuburan bumi Jawa. Untuk itu mari kita syukuri saja.)

67. "Mikul dhuwur mendhem jero." (Seorang anak yang menjunjung tinggi derajat orang tua)

68. "Gusti Allah mboten sare." (Allah tidak tidur.)

69. "Alam iki sejatining guru." (Alam adalah guru yang sejati.)

70. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah." (Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita.)

71. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyipta'aken manungsa!" (Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenakan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan manusia)

72. "Gusti Allah paring pitedah bisa lewat bungah, bisa lewat susah." (Allah memberikan petunjuk bisa melalui bahagia, bisa melalui derita)

73. "Witing tresna jalaran saka kulina. Witing mulya jalaran wani rekasa." (Cinta itu tumbuh karena ada kebiasaan. Kemakmuran timbul karena berani bersusah dahulu.)

74. "Narimo ing pandum." (Menerima segala sesuatu dengan ikhlas.)

75. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu,sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu." (Hidup itu terus berjalan,bersamaan dengan waktu,yang bisa membawa tingkah lakumu, biar baik nasibmu.)

76. "Golek sempurnaning urip lahir batin lan kasempurnaning pati." (Mencari kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat.)

77. "Ambeg utomo, andhap asor." (Jadilah yang utama, namun tetap rendah hati.)

78. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan." (Sebaik-baik orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi.)

79. "Ampun mbedaaken marang lintune." (Jangan membeda-bedakan antara sesama manusia.)

80. "Gusti paring mergi kangge tiang ingkang purun ting merginipun." (Tuhan akan memberikan jalan bagi mereka yang mau mengikuti jalan-Nya.)

5. Kata-Kata Bijak Jawa tentang Cinta

Cinta jadi anugerah terindah yang bisa dirasakan oleh siapa saja. Meski begitu, mencintai orang lain tetaplah harus dengan bijaksana dan sewajarnya. Berikut kata-kata bijak Jawa tentang cinta yang mengajarkan kebijaksanaan dalam mencintai sewajarnya.

81. "Mbangun kromo ingkang satuhu, boten cekap bilih ngagem sepisan roso katresnan. Hananging butuh pirang pirang katresnan lumeber ning pasangan uripmu siji kui." (Pernikahan yang sukses tidak membutuhkan sekali jatuh cinta, tetapi berkali kali jatih cinta pada orang yang sama.)

82. "Gusti yen arek iku jodohku tulung dicidakaken, yen mboten joduhku tulung dijodohaken" (Tuhan jika dia adalah jodohku tolong didekatkan, dan jika bukan tolong dijodohkan.)

83. "Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresno." (Banyak orang merakan cinta, tapi lupa dan tidak kenal apa itu hakikat cinta.)

84. "Akeh cara dienggo bahagia, salah sijine ngeculke uwong sing nyia-nyiake kowe." (Banyak cara untuk bahagia, salah satunya melepaskan orang yang menyia-nyiakan kamu.)

85. "Tresno iku ora patokan karo ganteng, ayune rupamu, akehe bondomu, lan opo penggaweanmu." (Cinta itu tidak berpatokan pada ketampanan, cantiknya parasmu, banyaknya hartamu, dan pekerjaanmu.)

86. "Tresna kanggo manungsa mung amerga katresnane marang Gusti Allah sing Nyiptaaken manungsa" (Cinta kepada seorang manusia hanya dikarenan kecintaan kepada Allah Tuhan Semesta Alam yang telah menciptakan manusia.)

87. "Pengenku, Aku iso muter wektu. Supoyo aku iso nemokne kowe lewih gasik. Ben Lewih dowo wektuku kanggo urip bareng sliramu." (Aku berharap, aku bisa memutar waktu kembali. Di mana aku bisa lebih awal menemukan dan mencintaimu lebih lama.)

88. "Aku ora pernah ngerti opo kui tresno, kajaba sak bare ketemu karo sliramu." (Aku tidak pernah tau cinta itu apa, kecuali setelah bertemu denganmu.)

89. "Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen." (Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.)

90. "Nek koe tenanan tresno, Ojo koe nggawe eluh banyu motone, Ojo nyakiti atine, Ojo nggawe atine loro." (Jika kamu benar-benar cinta padanya, Jangan hiasi matanya dengan air mata, telinganya dengan dusta, hatinya dengan luka)

91. "Nek jenenge sayang kuwi kudune ra nuntut pasangane dinggo" dadi wongliyo" mung mergo kekurangane." (Kalau namanya sayang itu harusnya nggak menuntut pasangannya dipakai "milik orang lain" hanya karena kekuranngannya.)

92. "Seng paling tak wedeni orep neng dunio udu kelangan koe, tapi wedi nek koe kelangan kebahagiaan ne sampean." (Yang paling kau takutkan dalam dunia ini bukanlah kehilanganmu, tapi aku takut kamu kehilangan kebahagiaanmu.)

93. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe. (Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya.)

94. "Uwong duwe pacar iku kudu sabar ambek pasangane. Opo maneh seng gak duwe. (Orang yang punya pacar itu haruslah sabar dengan pasangan yang dimiikinya. Apa lagi yang nggak punya)

95. "Akeh manungsa ngrasakake tresna, tapi lali lan ora kenal opo iku hakikate tresno." (Banyak orang merakan cinta, tapi lupa dan tidak kenal apa itu hakikat cinta)

96. "Wajahmu jan koyo wong susah. Iyo, susah dilalekne." (Wajahmu seperti orang susah. Iya, susah untuk dilupakan)

97. "Nek jenenge sayang kuwi kudune ra nuntut pasangane dinggo" dadi wongliyo" mung mergo kekurangane." (Kalau namanya sayang itu harusnya nggak menuntut pasangannya dipakai 'milik orang lain' hanya karena kekurangannya)

98. "Move on kuwi dudu berusaha nglalekke ya, tapi ngikhlaske lan berusaha ngentukke sing luwih apik luwih seko sing mbiyen-mbiyen." (Move on itu bukan berusaha melupakan ya, tapi mengikhlaskan dan berusaha mendapatkan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya)

99. "Rasa nyaman sing sempurna yo iku lek kowe gelem meluk aku." (Rasa nyaman yang sempurna ya itu kalau kamu mau meluk aku)

100. "Tuku lilin, entuk bonus fanta. Meskipun kowe nyebelin, nanging aku tetap cinta." (Beli lilin, dapat bonus fanta. Msekipun kamu nyebelin, aku tetap cinta)

 

6. Kata-Kata Bijak Jawa tentang Persahabatan

Selain cinta, persahabatan juga jadi hal yang berharga dalam hidup ini. Karena itu, persahabatan juga harus dijaga dengan cara yang arif dan bijaksana. Berikut kata-kata bijak Jawa tentang persahabatan.

101. "Ampun mbedakakekn marang lintune." (Jangan membeda-bedakan sesama, hargai perbedaan)

102. "Ojo dadi kacang kang lali karo kulite." (Janganlah jadi orang yang melupakan pengorbanan dan bantuan orang lain)

103. "Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kalangan." (Bukan keluarga, bukan saudara, jika meninggal ikut kehilangan)

104. "Guyon ora popo, sing penting ojo jotos-jotosan, yo!" (Bercanda tidak apa-apa, yang penting jangan hantam-hantaman, ya!)

105. "Ra usah kakean cangkem, sing penting kui buktine." (Tidak usah banyak mulut, yang penting itu buktinya)

106. "Ojo mabuk bondo, opo meneh mabuk dunyo, uripmu rekoso." (Jangan tergila gila dengan harta, apa lagi mabuk kekuasaan dunia, hidupmu sengsara)

107. "Wong pinter kalah karo wong beja." (Orang pintar kalah dengan orang beruntung)

108. "Basa iku busananing bangsa." (Budi pekerti seseorang bisa terlihat dari tutur kata yang diucapkannya)

109. "Sahabat kuwi ibarat sedulur sing dikei Tuhan kanggo adewe." (Sahabat adalah saudara kandung yang tidak pernah diberikan Tuhan kepada kita.)

110. "Aja mbedakake marang sak sapadha-pada." (Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

111. "Witing tresno jalaran soko kulino. Witing mulyo jalaran wani rekoso." (Bahwa cinta itu tumbuh lantaran ada kebiasaan, kemakmuran itu timbul karena berani bersusah dahulu)

112. "Siji sing iso ningkatke kualitas persahabatan yaiku iso memahami lan dipahami." (Satu di antara kualitas paling indah dari persahabatan sejati adalah memahami dan dipahami.)

113. "Ngaku konco kok gur pengen nunut mulyo. Pas konco ciloko malah lungo."
(Mengaku teman tapi hanya ingin numpang tenar. Ketika teman ada masalah malah pergi)

115. "Rasah ngaku konco kenthel nek pas awor aku atimu isih grundel." (Tidak perlu mengaku teman kalau ketika bertemu hatimu masih mengganjal)

116. "Teman Jadi Cinta. Sampek kegowo turu, ngimpi ngusap pipimu. Tansah nyoto keroso konco dadi tresno." (Teman jadi cinta sampai terbawa tidur, mimpi mengusap pipimu. Seperti kenyataan terasa seperti teman jadi cinta)

117. "Kadang lathi iso gawe loroning ati." (Kadang lidah bisa membuat sakit hati)

118. "Gak usah macak sok polos ndek ngarepku. Lek kenyataane sikapmu koyok asu." (Tidak perlu pura-pura polos di depanku. Kalau kenyataannya sikapmu seperti anjing)

119. "Nek ngomong ojo dhuwur-dhuwur. Ngko lambemu kesampluk pesawat." (Kalau berbicara jangan tinggi-tinggi, nanti mulutmu tersambar pesawat)

120. "Adewe bakal dadi konco tekan tuwo karo pikun. Terus adewe bakal dadi koyo konco anyar meneh." (Kita akan menjadi teman sampai kita menua dan pikun. Lalu kita akan menjadi teman baru lagi.)

Itulah di antaranya 120 kata-kata bijak Jawa yang penuh makna dan pelajaran hidup berharga. Semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi!

(kpl/psp)



MORE STORIES




REKOMENDASI