7 Fakta Menarik di Balik Olimpiade Tokyo 2020 yang Wajib Kamu Tahu! Yuk, Disimak

Rabu, 04 Agustus 2021 14:56 Penulis: Editor KapanLagi.com
7 Fakta Menarik di Balik Olimpiade Tokyo 2020 yang Wajib Kamu Tahu! Yuk, Disimak
Olympics Thumbnail (Credit: Olympics)


Kapanlagi Plus - Olimpiade merupakan ajang olahraga internasional ternama yang diadakan setiap empat tahun sekali. Sebagai ajang kompetisi olahraga terbesar di dunia, Olimpiade selalu diikuti oleh ribuan atlet yang berasal dari berbagai negara di seluruh dunia. Di tahun 2021 ini, Olimpiade kembali diselenggarakan di Kota Tokyo, Jepang.

Di balik penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020, ternyata terdapat fakta-fakta menarik dan wajib diketahui oleh para KLlover. Berikut 7 fakta menarik tentang Olimpiade Tokyo 2020 yang dirangkum dari berbagai sumber, Senin (02/08/2021). 

 

 

 

1. Ditunda Selama Setahun Akibat Covid-19

Olimpiade Tokyo semula akan diselenggarakan pada 24 Juli hingga 09 Agustus 2020 lalu di Negeri Sakura. Akan tetapi, angka kenaikan kasus Covid-19 yang tinggi memaksa penyelenggaraan lomba bergengsi ini diundur selama satu tahun lamanya. Terlebih, melalui sebuah survei yang dilakukan di Jepang pada 21 Juni 2020, sebanyak 62% responden memilih Olimpiade Tokyo 2020 untuk ditunda atau dibatalkan sementara. Alhasil, Olimpiade Tokyo 2020 dibatalkan di tahun 2020 dan pengadaan kegiatan akan dilakukan di tahun berikutnya yaitu pada 23 Juli hingga 08 Agustus 2021. Walaupun penyelenggaraannya terjadi di tahun 2021, para komite Olimpiade Tokyo memutuskan untuk tetap memakai nama resmi Olympic Games Tokyo 2020 dan juga menggunakan atribusi 2020 yang telah diproduksi di tahun sebelumnya.

 

 

 

2. Menghabiskan Dana Terbesar Sepanjang Sejarah Olimpiade

Karena adanya Covid-19 dan penundaan selama satu tahun, besaran dana yang dihabiskan untuk Olimpiade Tokyo 2020 menjadi membengkak. Dana yang awalnya diperkirakan hanya sekitar US$7,6 miliar membengkak hingga US$12,6 miliar di tahun 2020. Tak hanya itu saja, penundaan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo selama setahun juga menyebabkan bertambahnya biaya sebesar US$2,8 miliar yang membuat keseluruhan biaya Olimpiade Tokyo 2020 menjadi US$15,4 miliar. Hal ini menyebabkan Olimpiade Tokyo 2020 menjadi Olimpiade yang menghabiskan dana terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade.

 

 

 

3. Diikuti oleh Lebih dari 200 Negara

Dilansir dari laman NBC Sports, pesta Olahraga yang menjadikan Jepang sebagai tuan rumah ini memiliki 11.500 peserta yang berasal dari 206 negara di dunia. Di antaranya adalah Amerika Serikat, Korea Selatan, Tiongkok, dan bahkan Indonesia. Sejauh ini, Tiongkok memimpin hasil klasemen dengan perolehan 62 medali. Kemudian diikuti oleh Amerika Serikat di posisi kedua dan Jepang di posisi ketiga. Indonesia sendiri menempati posisi ke-35 dengan perolehan 1 medali emas, 1 perak, dan 3 perunggu. 

 

 

 

4. Memanfaatkan Barang Daur Ulang

Fakta menarik lainnya seputar Olimpiade Tokyo 2020 adalah penggunaan barang daur ulang yang berasal dari para penduduk Jepang. Di tahun 2017, pemerintah Jepang meminta masyarakat untuk mendonasikan barang-barang elektronik mereka yang sudah tak dibutuhkan atau digunakan lagi. Aksi pengumpulan barang bekas elektronik ini berlangsung selama kurang lebih dua tahun lamanya. Dalam jangka dua tahun tersebut, Jepang berhasil mengumpulkan sebanyak 78.985 ton barang bekas elektronik dan mendaurnya menjadi 5.000 medali yang dipakai untuk Olimpiade Tokyo saat ini. Tak hanya medali saja, ternyata pemerintah Jepang juga berinisiatif menggunakan bahan daur ulang untuk tempat tidur, seragam, dan bahkan podium.

 

 

 

5. Memiliki 5 cabang Olahraga (Cabor) Baru

Tak cukup memiliki 28 cabang olahraga, ternyata Olimpiade Tokyo tahun ini memperkenalkan lima cabor baru yang terdiri dari karate, selancar, skateboarding, baseball/softball, dan panjat dinding. Dengan demikian, total cabor yang diperlombakan pada Olimpiade tahun ini berjumlah 33 cabor. Di antara cabor baru yang diperlombakan, ada satu atlet Indonesia yang ikut serta di dalamnya yaitu Rio Waida yang akan memainakn nomor Man Shortboar di cabor selancar.

 

 

 

6. Olimpiade Pertama yang Tidak Memiliki Penonton

Dilansir dari laman resmi Olympics, Kota Tokyo, sebagai pusat penyelenggaran sebagian besar perlombaan, memasuki keadaan darurat pada Senin, 12 Juli kemarin. Akibatnya, para panitia dan pemerintah Jepang memutuskan peniadaan penonton baik domestik maupun mancanegara. Hal ini tentunya dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran publik setelah meluasnya kabar tentang potensi penyebaran dari Covid-19 itu sendiri.

 

 

 

7. Menjadikan Kondom Sebagai Souvenir

Meskipun tahun ini Olimpiade tak mengizinkan para pesertanya melakukan hubungan seksual, akan tetapi dari pihak penyelenggara olimpiade sendiri tetap menyiapkan sebanyak 160.000 kondom untuk para atlet yang bertanding. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi sejak tahun 1988 ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hubungan seksual yang sehat. Pihak penyelenggara sendiri dengan tegas menyatakan bahwa kondom yang telah disediakan ini hanya akan dibagikan pada saat para atlet akan pulang ke negara mereka masing-masing. 

Artikel ini ditulis oleh: Gloria Trivena May Ary

 

 

 

(kpl/mag)



MORE STORIES




REKOMENDASI