7 Wisata Horor di Indonesia, Bernyali Besar? Silakan Coba
Cr: Boombastis.com/Liburansari.com, Diambil 5 Juli 2019
Kapanlagi.com - Jenuh dengan rutinitas sehari-hari? Yap, berwisata adalah jawabannya. Selain wisata alam dan wisata kuliner, wisata horor kini mulai menjadi incaran para pecinta traveling. Hanya yang tertantang dan bernyali tinggi yang menjadikan wisata horor menjadi salah satu daftar wisata yang harus masuk. Wisata horor mungkin masih asing untuk dilakukan karena sangat berbeda dari wisata-wisata pada umumnya yang dominan menawarkan keindahan. Disamping menawarkan keindahan, berwisata horor menyuguhkan tentang peninggalan-peninggalan bersejarah, terutama di Indonesia yang kerap dihubungkan dengan mitos atau cerita turun temurun tentang hal gaib.
Jika KLovers memiliki rasa penasaran yang tinggi dan bernyali besar, simak 10 wisata horor yang ada di Indonesia yang ada di bawah ini. Seperti yang dilansir tripzilla.id, wisata horor ini wajib dikunjungi menjadi destinasi travelling KLovers berikutnya.
Advertisement
1. Tidak Terawat dan Menyeramkan – Taman Festival Sanur
Siapa yang menyangka ada tempat di Bali yang tidak menghadirkan kesan keindahan dan kenyamanan, melainkan lebih ke nuansa yang horor dan mengerikan. Tempat itu adalah Taman Festival di wilayah Sanur, theme park terbengkalai dan penuh belukar dengan wahana permainan yang sudah rusak, bahkan hilang dari tempatnya.
Nuansa kusam begitu jelas terasa, mulai dari cat tembok yang terkelupas hingga banyaknya grafiti dan mural yang tercoret di hampir setiap dindingnya. Rangka atap bangunan yang tidak tersisa menambah atmosfer mengerikan dari tempat ini.
Meski begitu, kamu tetap harus membayar 10,000 IDR untuk bisa masuk ke tempat ini dan menikmati nuansa horor yang menaikkan bulu kuduk KLovers. Hiii!
(Vidi Aldiano meninggal dunia setelah 6 tahun berjuang lawan kanker.)
2. Desa Mistis Dengan Mayat Yang Terserak di Tanah – Desa Trunyan
Lumrahnya, orang yang sudah meninggal dunia akan dimakamkan dengan cara dikubur di dalam tanah. Tapi pemandangan itu tidak terlihat di desa Trunyan, Bali. Di desa yang berdekatan dengan Danau Batur ini, jenazah mereka cukup diletakkan di atas tanah begitu saja. Waduh!
Yang unik dari pemakaman di desa ini adalah tidak adanya bau menyengat dari jenazah tersebut, malah berganti dengan bau harum. Diyakini, bau busuk dari jenazah ‘diserap’ oleh pohon Taru Menyan yang berada di tengah pekuburan. Selain luar biasa dan sangat unik, KLovers tidak usah kaget melihat kurungan terbuat dari bambu dengan mayat di dalamnya yang diletakkan begitu saja di tanah bila berkunjung ke desa ini.
Anda bisa menuju Desa Trunyan dengan membayar tiket penyeberangan dengan harga Rp. 1.000.000. Harga tiket penyeberangan tersebut diperuntukkan maksimal sebanyak 7 orang. Sementara jika untuk 4 orang seharga Rp. 900.000 dan Rp. 750.000 untuk 2 orang. Harga tiket penyeberangan ke Desa Trunyan tersebut pun sudah termasuk harga tiket masuknya. Untuk mengunjungi Desa Trunyan, anda memang tak perlu mengeluarkan banyak biaya. Anda bisa berwisata ke Desa Trunyan sepuasnya dengan harga yang murah meriah.
3. Berburu Setan di Gedung 1000 Pintu yang Instagenik – Lawang Sewu
Letaknya yang berada di tengah Kota Semarang tidak menghilangkan kesan seram pada Lawang Sewu meski bangunan dengan gaya Artdeco ala Eropa itu sudah dihujani sinar ratusan lampu. Kesan horor begitu terasa, terutama saat malam hari.
Walaupun demikian, keunikan dan eksotisme Lawang Sewu menjadi daya tarik tersendiri. Bangunan dengan ratusan pintu, dan konon sejumlah tempat tersembunyi, memberikan tawaran kunjungan yang sulit untuk ditolak. Biarpun bulu kuduk merinding, jalan-jalan di bangunan eksotis pun tidak masalah. Apalagi tempatnya Instagenik, bukan begitu?
Objek wisata sejarah satu ini dibuka setiap hari. Jam buka lawang sewu mulai dari pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Bagi yang ingin menikmati suasana malam dengan background bangunan tua, anda dapat datang saat sore hari. Untuk tiket masuk lawing sewu sendiri sangatlah terjangkau yakni Rp 5.000,- untuk pelajar dan anak-anak.
Sedangkan untuk orang dewasa sebesar Rp 10.000,-. Untuk pengunjung yang ingin masuk ruangan bawah tanah, anda akan dikenakan biaya sebesar Rp 30.000,-. Jika khawatir tersesat, sebaiknya sewalah guide yang akan mengantar anda berkeliling, tarifnya pun murah yakni Rp 30.000,-.
4. Gua dan Makam Yang Bikin Merinding – Tana Toraja
Bicara soal pemakaman, kamu akan dibuat merinding bila menyinggung Tana Toraja. Salah satu tempat wisata horor di Indonesia ini memang menawarkan nuansa yang tidak biasa dan membuat bulu kuduk berdiri di sejumlah destinasi wisata makam.
Setidaknya ada lima jenis pemakaman di Tana Toraja yang anti-mainstream, dari kuburan gua di Londa dan Tampang Allo Sangalla, kuburan gantung di Kete Kesu dan Tampangallo, kuburan batu Liang di Batu Lo’ko Mata dan Suaya, kuburan pohon di Sangalla dan kuburan Patane di Kete Kesu. Belum lagi upacara adat untuk mengantar jenazah dengan menjadikannya sebagai mayat hidup. Waduh! Harga tiket masuk objek wisata ini sangat murah, hanya sebesar Rp. 5.000 saja.
5. Kokoh Dengan Nuansa Horor – Benteng Vredeburg
Museum benteng Vredeburg di Jogja menjadi salah satu destinasi wajib yang harus KLovers kunjungi saat menjelajahi Jalan Malioboro. Banyak informasi sejarah yang bisa kamu dapatkan bila mengunjungi museum yang berada di depan Gedung Agung Jogja tersebut.
Namun harus diakui, saat mengunjungi museum ini, kamu akan mendapatkan pengalaman yang membuat bulu kuduk merinding. Nuansa benteng yang dingin dan suram memberikan atmosfer horor, meski penerangan sudah dimaksimalkan di sejumlah sudut.
Keberadaan beberapa ruang yang misterius menambah keeksotisan benteng ini. Jika beruntung, kamu mungkin bisa melihat beragam penampakan di sini saat malam, itupun jika berani.
Harga tiket masuk yang ditawarkan sangat ramah dikantong. Pengunjung akan dikenakan biaya antara Rp. 2000 hingga Rp. 10.000. Jika berkunjung ke Museum pastikan untuk tidak datang pada hari senin. Museum ini tutup pada hari senin dan Idul Fitri/Adha.
Museum benteng Vredeburg di Jogja menjadi salah satu destinasi wajib yang harus KLovers kunjungi saat menjelajahi Jalan Malioboro. Banyak informasi sejarah yang bisa kamu dapatkan bila mengunjungi museum yang berada di depan Gedung Agung Jogja tersebut.
Namun harus diakui, saat mengunjungi museum ini, kamu akan mendapatkan pengalaman yang membuat bulu kuduk merinding. Nuansa benteng yang dingin dan suram memberikan atmosfer horor, meski penerangan sudah dimaksimalkan di sejumlah sudut.
Keberadaan beberapa ruang yang misterius menambah keeksotisan benteng ini. Jika beruntung, kamu mungkin bisa melihat beragam penampakan di sini saat malam, itupun jika berani.
Harga tiket masuk yang ditawarkan sangat ramah dikantong. Pengunjung akan dikenakan biaya antara Rp. 2000 hingga Rp. 10.000. Jika berkunjung ke Museum pastikan untuk tidak datang pada hari senin. Museum ini tutup pada hari senin dan Idul Fitri/Adha.
Museum benteng Vredeburg di Jogja menjadi salah satu destinasi wajib yang harus KLovers kunjungi saat menjelajahi Jalan Malioboro. Banyak informasi sejarah yang bisa kamu dapatkan bila mengunjungi museum yang berada di depan Gedung Agung Jogja tersebut.
Namun harus diakui, saat mengunjungi museum ini, kamu akan mendapatkan pengalaman yang membuat bulu kuduk merinding. Nuansa benteng yang dingin dan suram memberikan atmosfer horor, meski penerangan sudah dimaksimalkan di sejumlah sudut.
Keberadaan beberapa ruang yang misterius menambah keeksotisan benteng ini. Jika beruntung, kamu mungkin bisa melihat beragam penampakan di sini saat malam, itupun jika berani.
Harga tiket masuk yang ditawarkan sangat ramah dikantong. Pengunjung akan dikenakan biaya antara Rp. 2000 hingga Rp. 10.000. Jika berkunjung ke Museum pastikan untuk tidak datang pada hari senin. Museum ini tutup pada hari senin dan Idul Fitri/Adha.
6. Lorong Gelap dan Dingin – Gua Jepang, Bandung
Gua, tempat bernuansa gelap dan dingin, termasuk di antaranya Gua Jepang di wilayah Tahura Ir. Djuanda, Dago Atas, Bandung. Tapi ada bonus tambahan selain gelap dan dingin, yaitu bernuansa horor. Hiiii!
Nuansa ini mungkin akan semakin terasa ketika kamu mengetahui sedikit sejarah dari keberadaan gua ini, yaitu tempat di mana banyak orang meninggal karena kebrutalan romusha Jepang. Ya, lorong panjang dan gelap, juga sedikit berliku ini menjadi titik akhir hidup ratusan orang sebelum menjemput ajal. Harga tiket masuk tergolong murah, yaitu Rp 8.000 / orang. Tertarik berkunjung ke sini?
7. Hutan Tua Angker – Taman Nasional Alas Purwo
Bagi yang pernah melakukan perjalanan darat dari Surabaya ke Bali atau sebaliknya, pasti akan melewati Alas Purwo di Banyuwangi. Hutan tertua di Pulau Jawa ini begitu rapat dan teduh, dan bila dijelajahi saat malam hari, dengan minimnya cahaya lampu dan bulan, tentu bisa menawarkan sensasi yang menyeramkan.
Pada dasarnya, Taman Nasional Alas Purwo menawarkan keindahan alam khas Jawa Timur, mulai dari lanskap yang keren hingga pantai yang eksotis di sejumlah sisi, lengkap dengan keanekaragaman hewan yang ada di sana, mulai dari babi hutan, rusa dan masih banyak lagi lainnya.
Di kawasan alas purwo ini terdapat sebuah makam dengan panjang tujuh meter. Jadi, makam 7 meter ini bukan hanya istilah, melainkan benar-benar wujud nyata makam dengan panjang yang tidak biasa tersebut. Tetapi, kebenaran akan orang yang dimakamkan di tempat tersebut masih menjadi misteri hingga kini. Ada yang mengatakan bahwa panjang makam tersebut hanya sebagai simbol semata. Suasana mistis akan semakin terasa ketika Anda mengunjungi makam pada sore hari atau malam hari. Tidak ada lampu penerangan di sana, hanya disediakan semacam lilin dan lampu dengan minyak tanah. Para peziarah yang datang tidak hanya dari umat islam saja, tetapi juga dari agama hindu. Harga tiket untuk wisatawan domestik dikenakan tarif sekitar Rp. 15.000, sedangkan wisatawan asing dikenai biaya sepuluh kali lipat yakni Rp. 150.000.
Nah, tertarik untuk wisata horor? 10 destinasi wisata horor di Indonesia tersebut wajib untuk dijelajahi. Dijamin Klovers akan menemukan sensasi yang tak biasa. Selamat berwisata!
Penulis: Diah Arizona
(Lama tak terdengar kabarnya, komedian senior Diding Boneng dilarikan ke Rumah Sakit.)
(kpl/mag)
Advertisement