Adiwastra Nusantara 2019 Siap Gaet Hati Para Generasi Milenial

Kamis, 14 Maret 2019 23:35 Penulis: Guntur Merdekawan
Adiwastra Nusantara 2019 Siap Gaet Hati Para Generasi Milenial
Adiwastra Nusantara 2019 © KapanLagi/Akrom Sukarya


Kapanlagi Plus - Pameran kain adati terbesar di Indonseia, Adiwastra Nusantara bakal kembali hadir tahun ini, tepatnya pada 20 hingga 24 Maret 2019. Seperti diketahui, Wastra berarti kain, sementara itu Adi berarti unggul atau terbaik, sehingga Adiwastra Nusantara berarti pameran kain-kain tradisional unggulan dari seluruh wilayah Indonesia.

Pameran yang sudah diselenggarakan sejak tahun 2008 ini ini digagas oleh komunitas pecinta dan pegiat promosi kain adati nusantara yang dimotori oleh Edith Ratna Soeryosoeyarso dan kawan-kawan. Tujuan dari pameran ini antara lain untuk terus mengobarkan semangat pelestarian serta pengembangan kain adati nusantara sebagai kekayaan bangsa yang beragam dan memiliki keindahan serta nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal yang tinggi.

Adiwastra Nusantara 2019 bakal digelar di Balai Sidang Jakarta (JCC), Lebih dari 400 peserta pameran UKM atau perajin wastra dari seluruh wilayah Indonesia akan menggelar aneka ragam produk wastra seperti batik, tenun ikat, songket dan sulam serta aneka produk fesyen berbasis wastra adati. Jumlah pengunjung Adiwastra Nusantara 2019 diperkirakan sekitar 40.000 orang dengan jumlah transaksi mencapai 45 hingga 50  miliar rupiah.

Adiwastra Nusantara didukung oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait yang membina dan menaungi UKM perajin wastra serta pegiat ekonomi kreatif berbasis wastra, yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN, Badan Ekonomi Kreatif serta beberapa lembaga pemerintah dan swasta lainnya.

1. Wastra Adati Generasi Digital

Penyelenggaraan Adiwastra Nusantara yang memasuki usia ke-12 ini mengusung tema yang tak biasa, yakni 'Wastra Adati Generasi Digital'. Trend fashion dengan nuansa etnik saat ini memang mulai digemari oleh para generasi muda. Hal itu mematahkan stigma jika kain adati hanya untuk generasi lansia semata.

Karenanya, para perancang busana dari kalangan generasi muda saat ini makin berani memunculkan ide-ide segar dan inovatif,  sesuai karakter generasinya. Kecenderungan ini dengan cepat berkembang didukung oleh sistem pemasaran dan penjualan digital. Sebuah keniscayaan yang positif dan tak terelakkan.

2. Ikon Adiwastra Nusantara 2019

Dalam setiap penyelenggaraan pameran Adiwastra Nusantara, panitia selalu memilih dan menetapkan beberapa produk wastra yang diunggulkan untuk ditampilkan secara khusus sebagai ikon Adiwastra Nusantara. Ikon Adiwastra Nusantara 2019 kali ini adalah:
1. Kain Dodotan Solo koleksi Batik Sriharta dan kolektor lainnya.
2. Batik Sudagaran Solo, koleksi Hartono Sumarsono
3. Kain Ulos kuno, koleksi Torang Sitorus
4. Kain Unggulan Palembang koleksi Darwina Ponco Sutowo
5. Pasar Batik Madura
6. Pesona Shibori, Museum Shibori Kyoto

Sementara itu pada tanggal 20 Maret pukul 14.00 akan diadakan peluncuran dan bedah buku 'Batik Sudagaran Solo' karya Hartono Sumartono, seorang pengusaha batik dan kolektor batik serta kain-kain adati Nusantara. 'Batik Sudagaran Solo' merupakan buku ke-5 yang membahas tentang koleksi batik Hartono Sumartono.

Tak sampai situ saja, ada pula Lomba Selendang Indonesia. Selendang merupakan istilah generik bagi produk wastra yang dianggap bisa berfungsi ganda, sebagai kain yang berfungsi tradisional maupun menjadi pelengkap busana modern. Tahun 2019 merupakan tahun ke-2 penyelenggaraan Lomba Selendang Indonesia. Diikuti oleh puluhan perajin atau perancang batik, tenun dan jumputan dari seluruh Indonesia, memperebutkan piala khusus serta hadiah uang pembinaan bagi para pemenang lomba.

Last but not least, ada Peragaan busana yang dilaksanakan setiap hari dari tanggal 20 -24 Maret 2019, diisi oleh beberapa perancang busana nasional banyak menggeluti kain adati atau nuansa etnik untuk rancangannya. Para perancang tersebut antara lain:
 1. Didiet Maulana dangan rancangan berbahan kain tenun Donggala
2. Wignyo Rahadi, mengangkat kain songket Sambas bersama Novita Yunus dari Batik Chic dengan batik-batik kreasi baru dan Miss Mysa dari Roemah Kebaya Vielga
3. Peragaan busana karya Dharma Pertiwi
4. Esmod Jakarta menampilkan rancangan para designer milenial
5. Riana Kusuma dengan rancangan batik dan kebaya modern
6. Pelangi Wastra Indonesia, terdiri dari 12 orang  perancang busana berbasis kain etnik dan adati  yang mengolah tenun Badui, sutera Garut, Kain Sumba, serta Batik dan Lurik dalam rancangannya.

(kpl/gtr)



MORE STORIES




REKOMENDASI