Gita Savitri Curhat Seputar Jerawat di Medsos, Ini Alasannya

Jum'at, 23 Februari 2018 19:11 Penulis: Galuh Esti Nugraini
Gita Savitri Curhat Seputar Jerawat di Medsos, Ini Alasannya
Gita Savitri Devi (credit : instagram.com/gitasav)

Kapanlagi Plus - Gita Savitri Devi, seorang media sosial influencer asal Indonesia ini membagikan curhatannya ke dunia maya. Dalam curhatannya tersebut, ia menceritakan bagaimana pemikiran seseorang terhadap body shaming perlu diubah. Dia juga menceritakan bagaimana dulu kekurangannya membuatnya minder.

Setelah dikonfirmasi, alasan Gita membuat curhatan seperti itu bermula dari beberapa followersnya yang menuntutnya untuk tampil sempurna. Sebagai social media influencer, seharusnya Gita harus selalu berpenampilan menarik.

Tak jarang mereka juga sering mengomentari dirinya ketika dia tidak memakai make-up sekalipun. Bahkan ada juga yang mengomentari kulit wajah Gita yang tidak sesempurna seperti model-model kecantikan. Padahal bagi dirinya sendiri, hal tersebut adalah normal.

Berawal dari situlah, Gita ingin memanfaatkan media sosialnya sebagai platform untuk memberikan kesadaran mengenai perilaku yang sering orang lakukan. Seperti mengedit kulit wajah serta badannya terlebih dahulu agar telihat ideal sebelum diposting.

Memang hal tersebut tidak bisa dipungkuri karena diri kita telah terpatok pada standar kecantikan, padahal sebenarnya standar kecantikan tersebut kita sendiri yang membuatnya. Banyak yang menggunakan sosial media ini sebagai ajang untuk memperlihatkan sisi terbaik mereka. "Saya rasa mentalitas seperti itu harus diperbaiki," menurut Gita ketika dihubungi oleh KapanLagi.com.

Gita Savitri Devi ketika berada di Pulau Derawan, Kalimantan Timur (credit : instagram.com/gitasav)Gita Savitri Devi ketika berada di Pulau Derawan, Kalimantan Timur (credit : instagram.com/gitasav)

Sebut saja seperti permasalahan jerawat yang tidak bisa dipungkiri sebagai permasalahan remaja pada umumnya. Begitu juga dengan Gita, saat masih bersekolah banyak jerawat yang tumbuh di sekitar wajahnya. Karenanya Gita sempat merasa minder dengan kekurangannya yang ada. Apalagi di saat itu kampanye mengenai body positivity belum santer terdengar. Apalagi remaja saat itu tampil cantik dan sempurna adalah segalanya.

Dengan adanya curhatan Gita tersebut, dia mengharapkan agar para followersnya lebih mencintai diri mereka sendiri. "Jerawat adalah hal yang normal. It's part of our body.", kata Gita menjelaskan. Ia juga berharap agar mereka dapat menghapuskan standar kecantikan di media sosial maupun dunia nyata.

"Saya harap mereka sadar media sosial, para influencer atau bahkan orang biasa pun adalah hasil kurasi dan sudah diberi filter. Don't feel bad about yourself," ungkap Gita menambahkan. Biasanya orang-orang yang berpikir tentang body shaming, adalah orang yang memilki kegelisahan terhadap dirinya. Mereka tidak mencintai apa yang ada pada dirinya. Karena itu mereka tidak bisa menghargai dirinya sendiri, apalagi untuk menghargai orang lain.

"For me it's preference. Nggak ada definisi pasti. Sesuatu yang cantik menurut saya, belum tentu cantik di mata orang lain,"ucap Gita saat ditanyai mengenai arti sebuah kecantikan. Semoga pemikiran Gita Savitri ini dapat menginspirasi ya KLovers.

(kpl/gen)



MORE STORIES




REKOMENDASI