Kenapa Kucing Dianggap Sebagai Hewan Sakral di Era Mesir Kuno?

Kapanlagi.com - Kebudayan Mesir kuno menyimpan banyak cerita dan mitos yang cukup mindblowing. Beberapa bahkan masih bertahan dan dipercaya masyarakat Mesir hingga kini. Misalnya saja cerita tentang kucing yang dianggap sebagai makhluk suci, sehingga masyarakat Mesir benar-benar menjunjung tinggi dan menganggapnya keramat.

Kenapa kucing bisa dianggap sebagai hewan sakral di kebudayaan Mesir kuno? Ternyata begini penjelasannya.


Jelmaan dari Dewa dalam Mitologi Mesir

(c) Shutterstock

Dalam kepercayaan masyarakat Mesir kuno, disebutkan bahwa dewa dan dewi yang mereka sembah memiliki kekuatan untuk menjelma ke dalam wujud binatang. Salah satunya adalah Bastet yang dikenal memiliki kekuatan untuk berubah wujud menjadi kucing.

Bastet yang berwujud setengah kucing dan setengah perempuan ini dikenal sebagai penjaga rumah hingga penjaga penyakit. Inilah yang kemudian membuat kucing menjadi makhluk domestik yang banyak dipelihara di dalam rumah.

Pelindung Rumah dan Makanan

(c) Shutterstock

Sampai sekarang, kucing dikenal sebagai hewan pemburu yang memangsa tikus atau ular. Ternyata, kemampuan yang satu ini sudah diakui sejak masa Mesir kuno. Karena skill berburu yang bisa diandalkan, banyak masyarakat Mesir kuno yang memelihara kucing untuk melindungi rumah mereka dari binatang seperti tikus dan ular yang bisa merusak persediaan bahan makanan.

Bedanya, perlakuan istimewa diberikan oleh masyarakat Mesir kuno yang memelihara kucing di dalam rumahnya. Anabul ini didandani dengan berbagai perhiasan mewah sebagai tanda yang menunjukkan bahwa kucing adalah hewan suci.

Hukum yang Melindungi Kucing

(c) Shutterstock

Kecintaan masyarakat Mesir kuno terhadap kucing juga terlihat dari munculnya hukum yang melindungi kucing. Di masa tersebut, masyarakat diancam hukuman mati jika sengaja atau tidak sengaja membunuh makhluk mungil tersebut. Nggak hanya itu, perdagangan kucing baik di dalam maupun luar negeri juga dianggap ilegal.

(*/wri)

Topik Terkait