Kapanlagi.com - Usus buntu atau apendisitis adalah kondisi yang bisa menimpa siapa saja, termasuk si kecil. Sayangnya, penyakit ini sering kali sulit dikenali karena gejalanya mirip dengan gangguan pencernaan biasa. Jika tidak segera ditangani, usus buntu bisa pecah dan mengakibatkan infeksi serius di dalam rongga perut.
Pada anak-anak, gejala usus buntu dapat bervariasi tergantung usia. Anak yang lebih muda mungkin kesulitan untuk mengungkapkan rasa sakit yang mereka rasakan, sehingga sangat penting bagi orang tua untuk peka terhadap tanda-tanda yang muncul.
Lalu, apa saja gejala usus buntu yang perlu diperhatikan pada anak? Apa yang menjadi penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya yang telah dirangkum oleh Kapanlagi.com pada Jumat (14/3).
Advertisement
Usus buntu terjadi ketika organ berbentuk kantong kecil di bagian kanan bawah perut mengalami peradangan atau infeksi. Gejala awalnya sering kali menyerupai sakit perut biasa, tetapi jika terus memburuk, dapat menjadi tanda usus buntu yang membutuhkan tindakan medis segera. Berikut beberapa gejala khasnya, dirujuk dari alodokter.com:
Usus buntu pada anak umumnya disebabkan oleh penyumbatan pada bagian dalam apendiks yang memicu infeksi dan peradangan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi ini antara lain menurut ciputrahospital.com:
Dengan mengetahui penyebabnya, orang tua dapat mengambil langkah pencegahan seperti memberikan makanan berserat tinggi dan memastikan anak mengunyah makanan dengan baik.
Jika anak menunjukkan gejala usus buntu, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, seperti:
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya radang usus buntu, dokter biasanya akan merekomendasikan tindakan medis yang sesuai untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
“Pada dasarnya semua orang mempunyai organ usus buntu, namun ada yang memiliki gejala dan tidak bergejala. Namun, ketika si kecil mulai mengalami gejala-gejala usus buntu, segeralah bawa ke dokter. Untuk mendiagnosis usus buntu pada anak, biasanya dokter akan melakukan oemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang,” terang Dokter Spesialis Bedah Anak RSUD dr. Iskak Tulungagung, dr. Ririd Tri Pitaka, Sp. BA, mengutip rsud.tulungagung.go.id.
Pengobatan usus buntu pada anak tergantung pada tingkat keparahan kondisi yang dialami. Berikut beberapa metode yang dapat dilakukan:
Jika infeksi masih dalam tahap awal, dokter mungkin meresepkan antibiotik untuk mengurangi peradangan dan membunuh bakteri penyebab infeksi.
Jika usus buntu sudah mengalami peradangan parah, prosedur operasi pengangkatan usus buntu atau apendektomi perlu dilakukan. Operasi ini dapat dilakukan dengan dua metode:
Jika usus buntu telah pecah dan terjadi penumpukan nanah di dalam perut, dokter mungkin perlu memasang selang drainase untuk mengeluarkan cairan infeksi sebelum melakukan operasi lanjutan. Semakin cepat usus buntu ditangani, semakin kecil risiko komplikasi yang bisa terjadi pada anak.
Meskipun tidak ada cara pasti untuk mencegah usus buntu, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risikonya:
Dengan menerapkan kebiasaan sehat sejak dini, risiko usus buntu pada anak dapat diminimalkan.
Nyeri perut yang berpindah ke kanan bawah, demam, mual, muntah, serta perut yang tampak membengkak.
Dalam beberapa kasus ringan, antibiotik bisa digunakan, tetapi sebagian besar kasus memerlukan operasi.
Penyumbatan usus buntu akibat tinja keras, infeksi bakteri, atau diet rendah serat.
Menjaga pola makan sehat, memastikan asupan serat cukup, dan mengajarkan anak mengunyah makanan dengan baik.
(kpl/rmt)