FDC Smile Bus Hadir, Bawa Layanan Pemeriksaan Gigi dan Teknologi AI Lebih Dekat ke Masyarakat
FDC Dental Clinic kenalkan FDC Smile Bus (Credit: Dok. Pribadi)
Kapanlagi.com - FDC Dental Clinic memperkenalkan FDC Smile Bus sebagai layanan kesehatan gigi bergerak yang dirancang untuk membawa pemeriksaan gigi lebih dekat kepada masyarakat. Kehadiran layanan ini diperkenalkan kepada wartawan dalam FDC Media Gathering 2026, sekaligus menjadi kesempatan untuk mencoba langsung teknologi FDC Tooth Analyzer berbasis Artificial Intelligence (AI).
Smile Bus dilengkapi dental chair dan sejumlah perangkat medis untuk mendukung pemeriksaan serta layanan kesehatan gigi tertentu di luar jaringan klinik. Sebelumnya, armada ini telah digunakan dalam sejumlah kegiatan, termasuk program Dental Care On The Move bersama beberapa perusahaan dan layanan kesehatan gigi di Cianjur.
Advertisement
1. Smile Bus Perluas Akses Pemeriksaan Gigi
Direktur Social Impact FDC Foundation, Sofie, mengatakan kehadiran Smile Bus menjadi bagian dari upaya FDC Foundation untuk memperluas akses kesehatan gigi, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang belum memiliki fasilitas atau klinik gigi di sekitar tempat tinggal mereka.
"Program kami yang terbaru ini adalah FDC Smile Bus yang ada di belakang saya ini. Adalah bentuk CSR FDC untuk membantu masyarakat-masyarakat di desa-desa terpencil agar mendapatkan akses kesehatan gigi dan juga akses dokter gigi di tempat-tempat walaupun tempat-tempat yang tidak ada klinik gigi di sekitar situ," ungkap Sofie.
Menurutnya, FDC Foundation sebelumnya juga telah menjalankan sejumlah kegiatan sosial. Salah satunya dilakukan di Desa Ciptagelar, Sukabumi, melalui program yang mencakup bidang sosial, budaya, dan akses kesehatan gigi bagi masyarakat.
Selain itu, FDC Foundation turut memberikan beasiswa bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi serta mendukung sejumlah kegiatan sosial dan budaya, termasuk bantuan untuk SMKN Negeri Yogyakarta dan dukungan di bidang olahraga melalui PSSI.
2. FDC Tooth Analyzer Manfaatkan Teknologi AI
Selain fasilitas pemeriksaan, Smile Bus turut didukung FDC Tooth Analyzer, teknologi berbasis AI yang dirancang untuk membantu memberikan analisis awal mengenai kondisi gigi serta gambaran kebutuhan perawatan.
Hasil analisis tersebut berfungsi sebagai informasi pendukung bagi pasien. Sementara itu, diagnosis, keputusan medis, dan rekomendasi perawatan tetap berada di tangan dokter gigi.
Founder & CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, mengatakan teknologi digunakan untuk membuat proses mengenali kondisi kesehatan gigi menjadi lebih mudah dan informatif.
"Teknologi memiliki nilai kebermanfaatan ketika membuat pengalaman pasien menjadi lebih mudah, cepat dan informatif. Melalui Smile Bus dan Tooth Analyzer, kami ingin memperpendek jarak masyarakat dengan layanan kesehatan gigi, membantu pasien mengenali kondisi gigi lebih awal, lalu mendapatkan rekomendasi yang tepat dari tenaga medis," kata drg. Ita.
3. Wartawan Coba Langsung Pemeriksaan di Smile Bus
Dalam FDC Media Gathering 2026, wartawan mendapat kesempatan mengikuti simulasi perjalanan pasien di dalam Smile Bus. Rangkaian tersebut dimulai dari pemeriksaan awal menggunakan Tooth Analyzer, konsultasi hasil analisis, hingga melihat fasilitas pelayanan yang tersedia di dalam bus.
Pengalaman tersebut sekaligus memperkenalkan konsep layanan kesehatan gigi yang menggabungkan pemeriksaan awal, konsultasi tenaga medis, serta mobilitas layanan. Model ini menjadi bagian dari pendekatan FDC terhadap preventive care, accessibility, mobility, dan technology-enabled dental services.
4. Smile Bus Mulai Beroperasi di Cianjur
Sofie mengatakan FDC Smile Bus pertama baru diluncurkan pada September 2026. Setelah diperkenalkan, armada tersebut telah digunakan untuk mendatangi masyarakat di Cianjur dan memberikan layanan kesehatan gigi secara gratis.
"Bis ini baru dirilis eh bulan kemarin, bulan September. Jadi kami baru memiliki bis pertama kami, FDC Smile Bus pertama kami dan sudah menghampiri pasien-pasien kami di Cianjur, begitu. Untuk bis ini sendiri kita memberikan layanan kesehatan gigi gratis kepada masyarakat di wilayah tersebut," sambung Sofie.
Ke depan, layanan bergerak tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan ke berbagai lingkungan, mulai dari perusahaan, komunitas, hingga institusi pendidikan. Model tersebut juga dapat menjadi alternatif untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan gigi.
5. Bukan Pengganti Klinik, tetapi Perpanjangan Akses
Menurut drg. Ita, kehadiran Smile Bus bukan untuk menggantikan keberadaan klinik. Layanan bergerak ini dirancang sebagai perpanjangan akses yang dapat membawa layanan kesehatan gigi lebih dekat kepada masyarakat sekaligus menghubungkan pasien dengan layanan lanjutan apabila diperlukan.
"Smile Bus bukan dimaksudkan untuk menggantikan klinik. Model ini menjadi perpanjangan akses yang membawa layanan lebih dekat kepada masyarakat dan, ketika dibutuhkan, menghubungkannya dengan pelayanan lanjutan oleh dokter dan jaringan klinik FDC, kami mendatangi pasien yang membutuhkan," tambah drg. Ita.
Dalam kegiatan tersebut, layanan di Smile Bus turut diberikan secara langsung oleh drg. Petty Agnes dari FDC Cabang Kelapa Gading & Fatmawati 2. Ia didampingi Shofi Naafi, Director Social Impact FDC Foundation.
Saat ini, jaringan FDC Dental Clinic telah berkembang menjadi lebih dari 70 klinik di Indonesia. Kehadiran Smile Bus menjadi bagian dari pengembangan ekosistem layanan FDC yang memadukan jaringan klinik, teknologi digital, tenaga medis, dan layanan bergerak untuk memperluas akses terhadap pemeriksaan kesehatan gigi.
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/gtr)
Advertisement
D Academy 8
-
Ulang Tahun Selebritis Ulang Tahun Soimah Dirayakan di Panggung Dangdut Academy 8