Kapanlagi.com - Shopee Barokah, one-stop platform pendukung gaya hidup Islam milik Shopee bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, hari ini mengumumkan pemenang Kompetisi Bisnis Digital Santripreneur Dari Pesantren untuk Pesantren.
Toko santri ahwarumi_fashion asal Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan menjadi Juara 1 dalam Kompetisi Bisnis Digital Santripreneur Dari Pesantren untuk Pesantren. Toko yang menjual aneka fashion muslim wanita dan pria itu mendapatkan hadiah Umrah serta modal usaha sebesar Rp15 juta.
Juara 2 diraih toko santri ZOSE asal Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa, Kabupaten Nganjuk. Toko tersebut menjual produk minuman herbal untuk kesehatan dalam kemasan. Atas prestasinya tersebut mendapatkan hadiah modal usaha sebesar Rp15 juta.
Advertisement
Sementara Finalis 1 dan 2 diraih Toko santri Samudra Sunan Drajat dari Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan yang menjual produk andalan berupa garam beryodium alami dan toko santri Pondok Induk Langitan asal Pondok Pesantren Langitan Tuban, yang menjual buku-buku Islami yang masing-masing mendapatkan modal usaha sebesar Rp5 juta.
"Kita ingin ekosistem pesantren dan ekonomi pesantren ini akan jadi satu kekuatan kemandirian pesantrennya, kemandirian santrinya, dan kemandirian alumni pesantrennya," kata Khofifah di Kampus UMKM Shopee Malang, Jumat (24/3).
"Kalau ini sudah kita bangun dengan managerial skill yang sudah didukung oleh Shopee, maka proses digitalisasi dari sistem ekonomi berbasis pesantren akan ketemu ekosistemnya ketika Shopee Barokah juga melakukan kompetisi bisnis digital sociopreneur, santripreneur, dan pesantrenpreneur,” sambungnya.
Program ini juga sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dalam mengembangkan perekonomian daerah berbasis pesantren, sekaligus menuju Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia dalam ekosistem bisnis digital.
"Shopee Barokah hadir untuk membantu para Santri naik kelas bersama platform digital kami agar mereka dapat mandiri dan terus membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar mereka. Pelatihan dan kompetisi ini juga sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa timur dalam mengembangkan ekonomi berbasis pesantren. Kami mengucapkan terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas sinergi dan kepercayaannya hingga Shopee Barokah bisa turut berkontribusi dalam perkembangan ekonomi syariah di Provinsi Jawa Timur," jelas Bukhori.
Di antaranya, performa penjualan toko di Shopee selama 3 bulan terakhir, pengembangan produk inovatif, manajemen toko dan produk yang sesuai dengan kaidah Islam, serta pengembangan bisnis dan strategi marketing.
Para santri telah memiliki usaha yang selama ini dijual di lingkungan pesantren secara offline dan kini dapat dikembangkan dengan lebih optimal melalui penerapan literasi digital yang didapatkan dari pelatihan Santripreneur “Dari Pesantren untuk Pesantren” oleh Shopee.
(kpl/dar/dyn)