Arti Reboisasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Tanaman yang Bisa Dipilih

Minggu, 17 April 2022 12:22
Arti Reboisasi, Manfaat, dan Ciri-Ciri Tanaman yang Bisa Dipilih
Ilustrasi (Credit: Unsplash)


Kapanlagi Plus - Mungkin kalian sudah sering mendengar slogan yang mengatakan bahwa hutan merupakan paru-paru dunia, hal itu benar adanya. Oleh karena itu manusia sudah seharusnya peduli dengan keadaan hutan. Paling tidak mulai berusaha memahami arti reboisasi dan menerapkannya dalam kehidupan.

Pengetahuan mengenai arti reboisasi, tujuan, dan jenis tanaman yang bagus untuk hutan perlu kalian perhatikan. Hal ini akan mempermudah kalian dalam praktik di lapangan.

Oleh karena itu, kalian perlu menyimak informasi berikut ini. Berisi penjelasan tentang arti reboisasi, tujuan, dan jenis tanaman, informasi ini akan berguna bagi kalian.

 

1. Arti Reboisasi

Hutan memegang peranan penting dalam kehidupan. Manfaat hutan antara lain, sebagai sumber oksigen, penyimpan cadangan air, juga mencegah banjir dan tanah longsong. Tak hanya itu saja, hutan juga memiliki manfaat praktis seperti hasil hutan dan sumber obat-obatan alami.

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), luas deforestasi (penebangan hutan) Indonesia pada periode 2019-2020 mengalami penurunan sampai 75 persen atau sebesar 115,5 ribu hektar. Hal itu memang bisa dikatakan sebuah prestasi karena usaha KLHK menunjukkan hasil yang signifikan. Sayangnya, angka tersebut tak bisa jadi alasan bagi pemerintah maupun masyarakat untuk menutup mata terhadap kondisi hutan saat ini. Hutan-hutan yang telah gundul tetap memerlukan reboisasi.

Arti reboisasi sendiri dapat dipahami sebagai usaha mengembalikan kondisi hutan yang telah gundul. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti reboisasi adalah penanaman kembali hutan yang telah ditebang. Agar mendapatkan manfaatnya, manusia perlu mengembalikan kondisi hutan yang hijau. Dalam hal ini, diperlukan kepedulian dan perencanaan yang berkelanjutan.

Sementara itu, arti reboisasi berdasarkan PP RI No 35 Tahun 2002 adalah upaya penanaman jenis pohon hutan pada kawasan hutan rusak yang berupa lahan kosong, alang-alang atau semak belukar untuk mengembalikan fungsi hutan. Meski terkadang sering dianggap sama, langkah ini ternyata berbeda dengan penghijauan.

Pengertian penghijauan adalah upaya pemulihan lahan kritis di luar kawasan hutan secara vegetatif dan sipil teknis untuk mengembalikan fungsi lahan. Jika penghijauan dilakukan pada lahan kritis di luar kawasan hutan agar fungsinya dapat ditingkatkan, reboisasi dilakukan pada lahan yang terdegradasi di kawasan hutan dengan cara menanam kembali.

 

2. Manfaat Reboisasi

Tak hanya mengetahui manfaat hutan dan arti reboisasi, manusia juga perlu mengetahui manfaat reboisasi itu sendiri. Pengetahuan ini diperlukan agar kepedulian terhadap alam yang telah memberi banyak manfaat bagi manusia juga terus meningkat. Oleh karena itu, berikut ini terdapat penjelasan mengenai manfaat reboisasi yang bisa kalian pelajari.

- Meningkatkan Kualitas Daerah Aliran Sungai

Pada kawasan yang sangat terdegradasi seperti daerah aliran sungai, reboisasi merupakan upaya yang penting untuk dilakukan. Hal ini bermanfaat untuk menghentikan erosi tanah sekaligus mencegah bencana banjir dan tanah longsor.

- Meningkatkan Ketahanan Hutan

Reboisasi dengan penanaman spesies yang tepat dapat meningkatkan ketahanan hutan. Hal ini sekaligus bisa dianggap sebagai persiapan untuk menghadapi tantangan masa depan seperti perubahan iklim dan kebakaran.

- Menjaga Habitat

Hutan menyimpan beragam habitat bagi satwa dan tumbuhan. Melakukan reboisasi berarti menjaga keanekaragaman hayati yang dimiliki oleh alam.

- Meningkatkan Kualitas Udara

Sekali lagi, hutan merupakan paru-paru dunia. Pohon yang tumbuh di dalamnya bermanfaat untuk menghilangkan polutan udara. Reboisasi secara langsung akan berpengaruh pada pemenuhan oksigen yang berkualitas bagi manusia.

- Mitigasi Iklim

Reboisasi sangat bermanfaat bagi mitigasi iklim. Hutan akan menyerap polusi dan debu dari udara, membangun kembali habitat dan ekosistem alami, dan mengurangi pemanasan global melalui biosequestration karbon dioksida atmosfer. Hal tersebut akan mengurangi efek perubahan iklim global.

 

3. Tanaman untuk Reboisasi

Setelah memahami arti reboisasi beserta manfaatnya, kini kalian perlu memperhatikan ciri-ciri tanaman yang cocok untuk dipilih. Berikut ini terdapat informasi mengenai hal tersebut untuk kalian pelajari.

- Mampu tumbuh di tempat terbuka di bawah sinar matahari penuh.

- Mampu bersaing dengan alang-alang dan gulma lainnya. Oleh karena itu, kalian perlu memilih jenis pohon yang cepat tumbuh tingginya dan agresif.

- Mudah bertunas lagi, bila terbakar atau dipangkas/ditebas.

- Sesuai dengan keadaan tanah yang kurus dan miskin hara, serta tahan kekeringan.

- Biji atau bagian vegetatif untuk pembiakannya mudah diperoleh dan mudah disimpan.

Berdasarkan ciri-ciri di atas, contoh pohon yang bisa kalian tanam antara lain Ficus Benjamina (Beringin), Pinus Merkusii, Lagerstromia sp, dan Tectona Grandis. Sementara untuk reboisasi di hutan bakau dan mangrove, kalian bisa memilih Rhizophora Mucronata dan Avicennia Marina (Api-api putih).

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai arti reboisasi beserta manfaat dan jenis tanaman yang cocok untuk dipilih. Dengan informasi ini, kalian bisa memulai gerakan penanaman kembali sebagai usaha pelestarian alam.

 

(kpl/gen/ans)



MORE STORIES




REKOMENDASI