Diterbitkan:
Kapanlagi.com - Kata benefit memang bukan kata yang asing lagi ya untuk di jaman ini. Ya, arti benefit sendiri adalah sesuatu yang bisa memberikan kesejahteraan. Istilah ini bisa dikatakan sebagai manfaat, keuntungan, hingga kompensasi dari suatu hal yang mungkin akan kita lakukan ataupun kita kerjakan.
Selain kalian bisa mengetahui arti benefit yang merupakan sebuah keuntungan, KLovers juga bisa mengetahui apa sih jenis-jenis dari benefit itu. Dan apa saja yang dapat menjadi faktor penentu untuk seseorang bisa mendapatkan sebuah benefit. Hal ini tentunya sangat penting untuk diketahui dan pahami.
Nah, untuk itu dilansir dari berbagai sumber, berikut ini ada arti benefit secara umum dan menurut para ahli. Beserta dengan jenis-jenis dari benefit dan juga faktor penentunya. Yuk langsung saja dicek KLovers.
Advertisement
Ilustrasi (credit: pixabay)
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa, arti benefit sendiri adalah sesuatu yang bisa memberikan kesejahteraan atau sebuah keuntungan. Kata benefit sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya adalah manfaat. Selain itu, menurut KBBI menjelaskan arti benefit adalah sesuatu yang memiliki guna atau faedah atau arti benefit adalah bagian dari laba atau keuntungan.
Seperti dalam kamus Merriam Webster menjelaskan bahwa, arti benefit adalah bisa berwujud bantuan keuangan saat sakit, hari tua, tunjangan pengangguran, hingga tunjangan cacat. Dalam pemaknaan yang lainnya, arti benefit adalah kompensasi. KBBI juga menjelaskan bahwa, kompensasi atau benefit adalah wujud dari ganti rugi.
Dicontohkan benefit adalah imbalan berupa uang atau bukan uang (natura), yang diberikan kepada karyawan dalam perusahaan atau organisasi. Benefit ini bisa karyawan terima secara langsung maupun tidak langsung dari para atasannya ataupun dari koleganya. Selain itu, benefit juga bisa menjadi imbalan tahunan, imbalan regular, atau imbalan dalam waktu tertentu.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Ilustrasi (credit: pixabay)
Bukan hanya secara umum saja, ada pula arti benefit menurut para ahli. Ya, walaupun para ahli memiliki arti dan pemahaman sendiri tentang arti benefit, namun secara umum memiliki arti ataupun makna yang sama. Dan berikut ini arti benefit menurut para ahli:
1. Dessler
Arti benefit menurut Dessler adalah setiap bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan dan timbul dari dipekerjakannya karyawan itu.
2. Malayu S.P. Hasibuan
Arti Benefit menurut Malayu S.P. Hasibuan adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan.
3. Flippo
Arti benefit menurut Flippo adalah harga untuk jasa yang diterima atau diberikan oleh orang lain bagi kepentingan seseorang atau badan hukum.
Advertisement
Ilustrasi (credit: pixabay)
Bukan hanya mengetahui arti benefit saja, KLovers juga bisa mengetahui jenis dari benefit itu sendiri. Ada 3 jenis benefit yang bisa KLovers ketahui dan pahami. Untuk itu berikut ini jenis benefit beserta dengan contohnya:
1. Benefit Finansial Langsung
Jenis pertama dalam benefit yaitu benefit secara langsung. Arti benefit langsung ini yaitu berupa uang tunai dan bukan dalam bentuk barang. Biasanya benefit langsung yang perusahaan beri mempunyai contoh seperti gaji, insentif, ataupun bonus. Dan berikut contoh lain dari benefit langsung:
- Gaji
- Tunjangan tetap
- Tunjangan tidak tetap
- Tunjangan hari raya keagamaan
- Bonus tahunan atau Hari Raya
- Komisi
- Bagi hasil perusahaan
- Dan penghasilan lain yang dikenai pajak penghasilan PPh 21
2. Benefit Tidak Langsung
Kemudian arti benefit tidak langsung adalah pembayaran perusahaan yang diterima karyawan tidak langsung dalam bentuk tunai, melainkan manfaat dan kemudahan yang dinikmati karyawan. Contohnya seperti:
- BPJS Kesehatan
- BPJS Ketenagakerjaan
- Tabungan pensiun
- Fasilitas kendaraan dinas
- Rumah dinas
- Fasilitas penitipan anak kantor
- Makan siang gratis
- Pelatihan
- Konsultasi
3. Benefit non-finansial
Dan yang terakhir yaitu, ada arti benefit non-finansial yang merupakan sebuah hadiah perusahaan yang tidak ada hubungannya dengan uang. Contohnya seperti:
- Kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak cuti tahunan
- 4 bulan cuti melahirkan
- 1 bulan cuti ayah
- Jam kerja fleksibel
- Bekerja di rumah 2 hari seminggu
- suasana kantor yang nyaman
- Karier jelas
Ilustrasi (credit: pixabay)
Nah, bagaimana dengan faktor penentu dari benefit? Ya, untuk mendapatkan sebuah benefit tentu harus ada faktornya. Dan faktor ini bisa kalian ketahui sebagai salah satu penentu agar mendapatkan sebuah benefit. Berikut ini beberapa faktor penentu benefit tersebut:
1. Penawaran dan Permintaan
Faktor penentu benefit yang pertama yaitu ada penawaran dan permintaan. Jika penawaran terhadap suatu lowongan kerja tinggi, maka benefit yang berikan cenderung relatif kecil. Maka sebaliknya, jika penawaran terhadap pencari kerja lebih sedikit dibandingkan dengan lowongan pekerjaan, maka benefit yang diberikan cenderung lumayan besar.
2. Pendidikan, Pengalaman, dan Tanggungan
Faktor penentu benefit yang selanjutnya adalah pendidikan, pengalaman, dan tunjangan. Pada umumnya perusahaan akan mempertimbangkan upah sesuai dengan pendidikan, pengalaman dan tanggungan karyawannya. Semakin tinggi tingkat pendidikan, pengalaman, dan tanggungan yang dimiliki calon pekerja maka benefit yang diterima cenderung akan semakin besar.
3. Biaya Hidup atau Kemampuan Ekonomi
Faktor penentu benefit yang ketiga adalah biaya hidup atau kemampuan ekonomi. Dalam merealisasikan keadilan pemberian upah, biaya hidup merupakan faktor terpenting. Oleh karena itu, pemberian benefit kepada pegawai harus didasarkan pada biaya hidup saat ini.
4. Kemampuan Perusahaan
Faktor penentu benefit keempat adalah kemampuan perusahaan. Para karyawan perusahaan harus ikut menikmati keuntungan jika perusahaan mengalami untung. Benefit tersebut dapat dinikmati melalui pembagian keuntungan atau kenaikan upah.
5. Produktivitas Kerja Karyawan
Faktor penentu benefit yang lainnya yaitu, produktivitas kerja karyawan. Perusahaan tidak akan segan-segan memberikan benefit yang lebih besar jika produktivitas kerja karyawan dianggap memuaskan perusahaan. Sebaliknya, pegawai yang kurang produktif cenderung mengalami pengurangan benefit dari perusahaan.
6. Posisi Jabatan Karyawan
Dan faktor penentu benefit yang terakhir adalah posisi jabatan karyawan. Besarnya benefit juga disesuaikan dengan jabatan yang diemban oleh seorang pegawai. Karyawan dengan jabatan lebih tinggi berhak menerima benefit yang lebih tinggi. Hal ini wajar dilakukan karena semakin tinggi jabatan tersebut maka semakin besar pula tanggung jawab yang diemban.
Itulah arti benefit yang bisa KLovers ketahui dan juga pahami. Bukan hanya mengetahui arti benefit saja, namun juga KLovers juga bisa mengetahui jenis dan faktor penentu dari benefit itu sendiri.
(Ayo ikuti saluran WhatsApp KapanLagi.com biar enggak ketinggalan update dan berita terbaru seputar dunia hiburan tanah air dan juga luar negeri. Klik di sini ya, Klovers!)
Advertisement
8 Potret Ria Ricis Lebaran Pertama Setelah Cerai, Kompak dengan Moana Sebagai Single Mom
7 Potret Aaliyah Massaid Hadiri Acara Lebaran, Aura Bumil Cantik dan Kalem dengan Baby Bump
8 Potret Lesti Kejora dan Rizky Billar Lebaran Kumpul Keluarga, Gaya Abang L Bikin Gemas
8 Makanan yang Paling Banyak Diburu Usai Lebaran Idul Fitri, Seblak hingga Rujak
Resep Praktis dan Sat Set Membuat Seblak Komplet, Sederhana Tapi Menggugah Selera