Bela Hak Hewan, Gucci Tak Lagi Gunakan Bulu Dalam Koleksi Fashionnya

Jum'at, 13 Oktober 2017 15:58 Penulis: Tyssa Madelina
Bela Hak Hewan, Gucci Tak Lagi Gunakan Bulu Dalam Koleksi Fashionnya
Gucci © Gucci Official

Kapanlagi Plus - Kabar baik datang dari industri fashion kenamaan asal Italia, Gucci. Rumah mode yang didirikan sejak tahun 1921 ini memutuskan tidak lagi menggunakan bulu hewan untuk koleksi fashion musim seminya di tahun 2018. Direktur utama Gucci, Marco Bizari, menilai bahwa penggunaan bulu dianggap tidak menunjukkan kelas 'mewah' lagi bagi industri fashion saat ini.

Hal ini tentu saja menjadi kabar membahagiakan bagi para aktivis hewan Humane Society International dan LAV. Bahkan mereka sudah bernegoisasi tentang hal ini sejak delapan tahun yang lalu. Gayung bersambut, kesabaran mereka tahun ini akhirnya akan membuahkan hasil.

Salah satu karya Gucci, fur sandals, yang sempat memicu kontroversi © Gucci OfficialSalah satu karya Gucci, fur sandals, yang sempat memicu kontroversi © Gucci Official

Perubahan besar ini berarti Gucci tak lagi memburu atau membuat ternak hewan seperti cerpelai, coyote, rakun, rubah bahkan kelinci hanya untuk diambil bulunya. Gucci pun setuju akan bergabung ke 'Fur Free Alliance', sebuah organisasi internasional yang kerap melakukan kampanye membela hak para hewan. Kitty Block, ketua Humane Society International pun secara langsung menyambut keputusan brand ternama tersebut, "Keputusan Gucci ini merupakan sebuah perubahan besar," tuturnya seperti dilansir dari BBC.

Marco Bizzari mengatakan bahwa perubahan yang ia lakukan merupakan langkah awal untuk menjaga keseimbangan alam. Bahkan setelah ini Gucci siap untuk bertanggungjawab secara sosial untuk menjaga nilai-nilai yang telah mereka buat. Hal ini tak lepas dari peran Alessandro Michele, creative director Gucci yang baru saja dilantik pada tahun 2015.

Marco Bizzari dan Alessandro Michele © Firenze PostMarco Bizzari dan Alessandro Michele © Firenze Post

"Saat itu, aku ingin memilih seorang yang memiliki visi dan misi yang sejalan mengenai penggunaan bulu hewan ini, dan Alessandro lah orangnya," tambah Bizzari.

Namun, tak semua senang dengan perubahan baik yang diambil oleh Gucci ini. International Fur Federation, sebuah organisasi yang merepresentasikan industri penggunaan bulu mengaku terkejut akan keputusan Bizzari. Mark Oaten, selaku CEO, mengklaim bahwa alasan untuk menjaga keseimbangan lingkungan sungguh tak masuk akal. "Bulu asli dari kulit hewan adalah satu-satunya bahan yang awet sampai puluhan tahun, tak seperti bulu buatan," sanggahnya.

Keputusan Gucci ini bukan satu-satunya yang terjadi di industri fashion. Sebelumnya, rumah mode Armani sudah membuat keputusan serupa. Peternakan hewan untuk diambil bulunya pun sudah dilarang di Inggris sejak tahun 2000.

(kpl/tmd)

Editor:

Tyssa Madelina



MORE STORIES




REKOMENDASI