Beli Kambing Dilayani SPG, Tempat Jual Kurban Ini Tawarkan Konsep Yang Unik

Kamis, 30 Juli 2020 22:27 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Beli Kambing Dilayani SPG, Tempat Jual Kurban Ini Tawarkan Konsep Yang Unik
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Nama kambing yang unik dan Sales Promotion Girls (SPG) cantik menjadi daya tarik penjualan hewan kurban di Kota Malang. Kambing dijajakan di lahan kosong yang disewa, dengan penjaga perempuan cantik yang siap memberikan informasi dari layar handphone.

Perempuan dengan dandanan dilengkapi topi laken ala cowboy berada di antara hewan kurban. Ia akan menyambut setiap calon pembeli yang datang ke lapaknya di Jalan Raya Sulfat Kota Malang.

"Silakan Pak, kambingnya yang harga berapa?" kata Bawon Shofia (20) di Jalan Raya Sulfat Kota Malang, Kamis (30/7).

Penjual hewan kurban musiman sengaja menyewa lahan kosong yang digunakan sebagai lapak dagangan. Kambing terikat di tiang-tiang yang ditancapkan dengan aroma yang khas dari ratusan hewan kurban tersebut.

Shofia menjaga lapak majikan dengan berbekal handphone. Meski berdandan, namun tidak canggung berada di antara hewan kurban tersebut.

 

1. Dilayani SPG

Pembeli yang datang akan mendapatkan pelayanan dengan menyodorkan daftar nama kambing berikut spesifikasinya. Kambing dapat dipilih sesuai nama yang tercantum disertai jenisnya, harga dan beratnya. Jika harga cocok, pembeli dapat langsung membayarnya, baik secara tunai maupun dengan cara transfer ke rekening bank.

Kambing pun diberi nama selebritis tenar dunia seperti aktor laga Jet Li, Van Damme, Chuck Norris dan Arnold Schwarzenegger. Nama pesepak bola idola dari Pantai Gading, Drogba dan karakter film action lucu, Bo Bho Ho juga disematkan untuk nama hewan kurban.

Kambing dapat dipilih sesuai nama yang tercantum disertai jenisnya, harga dan beratnya. Jika harga cocok, pembeli dapat langsung membayarnya, baik secara tunai maupun dengan cara transfer ke rekening bank.

Pemilik lapak kambing, Khusnul Khotimah (39) mengatakan, ide menggunakan nama unik hanya sebagai daya tarik penjualan. Nama-nama itu dipilih sengaja karena populer dan mudah dikenali, selain memang menjadi idola.

"Awalnya memang disiapkan untuk penjualan online," kata Khusnul Khotimah, pemilik Sumber Barokah Farm (SBF) di lapaknya.

2. Jualan Online

Khusnul bersama keluarga setiap tahun berjualan hewan kurban dan dua tahun didukung penjualan secara online. Foto kambing bisa diakses melalui website yang juga mencantumkan panduan cara pembelian dan pembayarannya.

"Tahun lalu sudah jual online, tapi kan tidak musim pandemi Covid-19. Orang-orang kan bebas datang ke lapak," jelasnya.

Harga kambing yang dijual berkisar antara Rp 2,5 juta sampai Rp10 juta, sesuai jenis dan beratnya. Khusnul mengaku sudah menjual lebih 100 ekor kambing dan 10 ekor sapi, baik secara online maupun langsung datang ke kandang.

"Sejak sebulan lalu mulai dapat pesanan online. Mungkin karena banyak yang mengurangi keluar atau berinteraksi," katanya.

"Kambing yang sudah laku dirawat di kandang, agar tidak stres dan lebih mudah memberikan pakannya," jelasnya.

Khusnul mengaku penjualannya mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu yang berhasil menjual 81 ekor kambing. Sementara kambingnya yang dibawa ke lapak sekitar 80 ekor, dan menyisakan 35 ekor yang belum terjual.

"Tapi ini kan masih beberapa hari lagi. Rata-rata kan menyebelihnya Sabtu, terus Minggu juga masih hari tasrik. Semoga bisa terjual semua," harapnya.

Khusnul setiap tahun berjualan hewan kurban di Kota Malang. Setidaknya 10 orang dipekerjakan untuk merawat kambing-kambing tersebut, baik di kampung maupun di lapak yang disewa.

(kpl/dar/frs)

Reporter:

Darmadi Sasongko



MORE STORIES




REKOMENDASI