Berburu Kuliner Tradisional di Buleleng Festival 2019, Cobain Tipat Blayag

Sabtu, 10 Agustus 2019 12:28 Penulis: Wuri Anggarini
Berburu Kuliner Tradisional di Buleleng Festival 2019, Cobain Tipat Blayag
Buleleng Festival 2019

Kapanlagi Plus - Buleleng Festival 2019 berlangsung semakin meriah. Festival budaya tahunan yang berlangsung di Bali ini berhasil memikat para pengunjung lewat sentuhan tradisional yang magis. Salah satu yang banyak jadi incaran adalah Zona Kuliner yang menghadirkan ragam kuliner khas Bali. Ingin berburu kuliner tradisional di sana? Pastiin kamu cobain Tipat Blayag!

Sajian yang satu ini punya penampilan yang mirip ketupat atau lontong sayur. Bedanya ada pada bungkus yang digunakan. Tipat Blayag menggunakan daun enau atau aren yang masih muda. Hal ini bertujuan agar saat disajikan, citarasanya terasa lebih nikmat.

“Bali banyak memiliki kuliner khas. Setiap daerah selalu memiliki cirinya masing-masing. Pun demikian Buleleng yang identik dengan Tipat Blayag. Cita rasanya nikmat. Kuliner khas tersebut sangat menyita perhatian publik disepanjang gelaran Buleleng Festival,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Bahan baku Tipat Blayag sangat sederhana. Mudah dijumpai dalam keseharian, yaitu beras. Beras ini lalu dimasukan dalam anyaman daun enau atau aren. Berikutnya, dilakukan pengukusan melalui teknik tungku. Kuahnya sendiri berupa ayam nyat-nyat, yaitu tepung beras yang dtumbuk halus lalu diberi bumbu khas Bali.

Untuk menyajikannya hampir sama dengan ketupat sayur. Tipat Blayag dipotong dan dicampur dengan sayuran berupa toge dan bayam. Ditambahkan juga suwiran ayam, telur, dan kacang kedelai. Bila sudah siap, baru disiram dengan kuah ayam nyat-nyat. Pemilik Stand Tipat Blayag di Buleleng Festival 2019 Dwi Cahyani menjelaskan, jumlah penikmat kuliner khas daerah sangat banyak.

“Ya awalnya mereka penasaran dengan makanan khas Buleleng ini. Tapi, setelah menikmati, kebanyakan mengatakan kalau kuliner ini gurih dan nikmat. Setiap hari stand kami selalu ramai. Pengunjungnya ada wisman maupun wisnus,” ujar Intan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, kuliner Indonesia tidak hanya denganmenyangkut cita rasa yang nikmat saja. Namun, kuliner Indonesia memiliki sejarah, teori, hingga filosofinya.

”Semakin banyak daerah memiliki kuliner khas, maka pergerakan wisatawannya akan optimal. Semakin banyak makanan yang dikenal owisatawan, image daerah tersebut semakin baik. Kita harapkan bisa mengenalkan Indonesia melalui kuliner dan destinasi unggulan,” ujarnya.

Setiap daerah idealnya memang mengedepankan kuliner sebagai daya tarik wisata. Sebab, kuliner jadi elemen penting dalam sebuah industri pariwisata. Selain alam dan budayanya, wisatawan datang ke daerah karena pesona kulinernya.

“Berpromosi dengan mengedepankan kuliner adalah cara efektif untuk Pariwisata Indonesia. Kuliner itu adalah sebagai kultur diplomasi bangsa, juga bagian dari budaya tiap daerah di negara kita. Di Buleleng Festival 2019 ini memiliki kuliner yang sangat baik,” kata Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Indonesia memiliki jumlah makanan otentik melimpah. Jumlahnya lebih dari 5.350 resep asli tradisional dan telah menjadi warisan bangsa Indonesia.

”Masakan Indonesia adalah makanan terbaik di dunia, sangat meriah, penuh warna dan cita rasa bumbu yang kuat. Masakan Indonesia memiliki rentang yang sangat luas dari berbagai karakter. Bagus Buleleng Festival juga menyediakan zona kuliner. Sebab, itu membuat wisatawan semakin betah berkunjung ke sana,” ujar Menpar Arief Yahya.

(*/wri)

Editor:

Wuri Anggarini



MORE STORIES




REKOMENDASI