Bongkar Banyak Ruang, Perampok Dinkes Kota Malang Diduga Bidik Brankas

Sabtu, 10 Agustus 2019 10:31 Penulis: Sanjaya Ferryanto
Bongkar Banyak Ruang, Perampok Dinkes Kota Malang Diduga Bidik Brankas
Kapanlagi/Darmadi Sasongko


Kapanlagi Plus - Pelaku perampokan di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang membongkar banyak ruangan, tetapi hanya berhasil membawa uang tunai Rp 3,75 Juta. Beberapa asumsi dan kemungkinan pun bermunculan terkait tindak kejahatan tersebut.

Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna menduga para pelaku beraksi dengan cara random atau acak merusak pintu dan kamar. Harapannya akan menemukan uang yang sengaja tengah dicari.

"Asumsi sementara banyak, cuma yang kami ketahui fakta di lapangan, pelaku melakukan secara random atau acak. Diindikasikan dengan ruangan yang dibuka semua. Ibaratnya mengambil cara random sampling, tidak tahu keberadaan barang," kata Yogi di Mapolres Malang Kota, Jumat (9/8).

Pelaku pada akhirnya menemukan brangkas uang yang berusaha dibuka, tetapi faktanya gagal lantaran terlalu berat dan kesulitan. Sehingga hanya berhasil mengondol uang tunai dari ruang koperasi.

"Dibuka semua, mungkin pada saatnya kebetulan ketemu brangkas, berusaha dibuka, tapi faktanya tidak bisa karena terlalu berat. Hampir semua ruangan diacak-acak," jelasnya.

Dinkes Kota Malang disatroni perampok, Kamis (8/8) sekitar pukul 01.00 WIB dinihari. Pelaku berjumlah 4 orang menyekap satpam, penjaga dan seorang perempuan tenaga serabutan yang tidur bersama dua anaknya di kamar belakang.

 

1. Diduga Sudah Jadi Target

Yogi juga menduga, Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah dijadikan target oleh para pelaku, tetapi kesulitan mencari posisi uang yang dicari tersebut. Bahkan sejumlah barang berharga seperti laptop dan handphone tidak diambil oleh pelaku.

"Kami menduga mencari uang yang tersimpan di kantor tersebut. Namun pada faktanya beberapa alat elektronik lainnya tidak diambil, seperti laptop dan hp," katanya.

Hingga saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Selain itu juga terus memeriksa para saksi-saksi yang diduga mengetahui kejadian.

"Saksi-saksi yang sudah diperiksa, saksi korban yakni Agus (security), Pudjo (petugas kebersihan) yang setiap malam tinggal di kantor," katanya.

Jika diperlukan akan memeriksa personel di Kantor Dinkes guna mendapatkan informasi lebih jauh, termasuk kemungkinan gelagat mencurigakan sebelum tindak kejahatan itu terjadi.

2. Datang Dengan Mobil Plat Merah

Hasil pemeriksaan, saat kejadian, korban ditodong dengan senpi, diancam dan diikat oleh pelaku. Mereka dibuat tidak berdaya, sebelum kemudian pelaku leluasa masuk ke ruangan dengan paksa serta merusak cendela dan pintu. "Menurut kesaksian, korban ditodong menggunakan senpi," tegasnya.

Para terduga pelaku dijelaskan, datang menggunakan mobil berplat merah, tapi masih didalami kemungkinan hanya digunakan sebagai kamuflase atau teknik menghilangkan jejak. "Atau juga memang benar-benar kendaraan plat merah," jelasnya.

Polisi juga memeriksa sidik jari, tetapi memang sampai saat ini belum menemukan sidik jari yang tercecer. Sehingga memang masih terus didalami di beberapa objek.

Para korban juga kesulitan mengenali pelaku, kendati saat itu tidak mengenakan penutup wajah. Kondisi gelap dan pelaku disekap membuat sulit mengenali secara detail.

"Korban sempat memberikan kesaksian kalau pelaku tidak mengenakan penutup muka. Tetapi pada saat itu kondisi gelap, kondisi tidak terlalu jelas, korban tidak bisa mengetahui secara rinci bgaimana karakteristik dan perawakan pelaku," urainya. Sementara CCTV yang terpasang sengaja dirusak pelaku dan membawa decodernya.

(kpl/frs)



MORE STORIES




REKOMENDASI